Breaking News:

Liga Italia

Imbas Antonio Conte Hentikan Kebiasaan Buruk, Inter Milan Melejit di Liga Italia

Performa Inter yang cenderung menanjak akhir-akhir ini dipandang legenda Nerazzurri imbas dari berhentinya kebiasaan buruk Antonio Conte.

FILIPPO MONTEFORTE / AFP
Pelatih Inter Milan Italia Antonio Conte (kiri) memberi selamat kepada pelatih Italia Lazio Simone Inzaghi (kanan) saat penyerang Belgia Inter Milan Romelu Lukaku meninggalkan lapangan pada akhir pertandingan sepak bola Serie A Italia Lazio vs Inter pada 4 Oktober 2020 di stadion Olimpiade di Roma. Performa Inter yang cenderung menanjak akhir-akhir ini dipandang legenda Nerazzurri imbas dari berhentinya kebiasaan buruk Antonio Conte. 

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Inter menggeser AC Milan di puncak klasemen Liga Italia bisa dikatakan sebagai satu hal yang luar biasa.

Tim berjuluk Nerazzurri itu membuktikan kemampuan sekaligus kesabaran dalam menguntit rival sekotanya itu dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

Legenda Inter Milan, Francesco Colonnese menganggap ada hal penting lain yang bisa dilihat dari laju impresif Nerazzurri sejauh ini.

Baca juga: Tak Seperti AC Milan & Juventus, Inter Milan Miliki Satu Keunggulan Rebut Scudetto Musim Ini

Baca juga: Inter Milan Favorit Juara Seusai Cukur AC Milan, Antonio Conte Malah Merasa Takut

Perubahan sikap Antonio Conte selama mengarungi musim inilah yang menjadi salah satu kunci kesuksesan tim untuk mewuudkan mimpi meriah scudetto.

Dikutip dari laman Sempre Inter, Colonnese memandang perubahan sikap yang cukup kentara adalah reaksi Conte dalam menghadapi situasi yang kurang berjalan baik.

Pada musim lalu, mantan Allenatore Juventus itu tak jarang meluapkan isi hati dan unek-uneknya di depan media massa.

Alhasil pembicaraan yang sejatinya mengarah ke hal yang cukup sensitif malah diumbar ke pihak luar.

Satu di antaranya adalah hobi Antonio Conte di musim lalu yang kerap melontarkan kritik dan komplain pada pemainnya.

Baca juga: Hasil AC Milan vs Inter Milan Liga Italia: Trauma Kalah Beruntun, Pioli Ubah Tradisi Formasi

Pria asli Italia itu tak jarang tanpa ragu dan tedeng aling-aling menyoroti tajam performa anak asuhnya di sebelum atau pascalaga berlangsung.

Hal itu tak jarang pula menimbulkan perpecahan yang dianggap bisa membahayakan keharmonisan tim.

Halaman
12
Penulis: guruh putra tama
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved