Breaking News:

Liga Inggris

Efek Samping Liverpool Kalah Terus, Mohamed Salah dan Sadio Mane Bisa Bermusuhan

Sadio Mane adalah pemain tim, sementara Mohamed Salah lebih egois. Perbedaan itu sudah menjadi masalah untuk Liverpool selama beberapa waktu

Instagram @Sadiomaneofficiel
Selebrasi Mo Salah dan Sadio Mane ketika menciptakan gol untuk Liverpool 

TRIBUNNEWS.COM - Kekalahan dari Chelsea terindikasi menimbulkan efek samping bagi Liverpool seiring dengan klaim bahwa hubungan antara Sadio Mane dan Mohamed Salah retak.

Itu adalah kekalahan kelima secara beruntun bagi Liverpool di Stadion Anfield, pada musim ini.

Liverpool melakoni laga pekan ke-26 Liga Inggris 2020-2021 dengan menjamu Chelsea di Stadion Anfield, Kamis (4/3/2021) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.

Baca juga: Liverpool Jadi Juara Liga Inggris Terburuk Sepanjang Sejarah Seusai Takluk dari Chelsea

Liverpool bertekad untuk kembali ke empat besar setelah sebelumnya berhasil mengalahkan Sheffield United dengan skor 2-0.

Baca juga: Liverpool Kalah Terus, Sadio Mane Dituding Sengaja Lakukan Hal Ini Agar Mohamed Salah Tak Bikin Gol

Liverpool menjadi juara Liga Inggris terburuk sepanjang sejarah setelah kalah dari Chelsea pada pekan ke-26.
Liverpool menjadi juara Liga Inggris terburuk sepanjang sejarah setelah kalah dari Chelsea pada pekan ke-26. (TWITTER.COM/SQUAWKA)

Namun, hasil rupanya berkata lain.

The Reds harus mengakui keunggulan Chelsea dengan menelan kekalahan 0-1.

Baca juga: Stadion Anfield Tak Lagi Seram Bagi Lawan, Liverpool Kalah 5 Laga Beruntun di Kandang

Mason Mount menjadi pencetak gol tunggal Chelsea dalam laga tersebut.

Kekalahan tersebut membuat Mohamed Salah dkk menduduki peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Inggris dengan 43 poin.

Mohamed Salah diganti pada menit ke-62 dalam pertandingan tersebut, sementara Sadio Mane bermain selama 90 menit.

Baca juga: Liverpool Jadi Juara Liga Inggris Terburuk Sepanjang Sejarah Seusai Takluk dari Chelsea

Mantan penyerang Manchester City, Trevor Sinclair, mengatakan bahwa kekalahan Liverpool tersebut bisa berujung keretakan relasi antara Salah dan Mane.

Salah satu sinyalnya adalah unggahan agen Salah di media sosial yang hanya berupa tanda titik.

“Salah tidak bahagia. Tidak menyenangkan ketika Anda bertemu mantan klub lalu diganti. Agen Salah mengeluarkan unggahan hanya dengan tanda titik, tetapi saya tak tahu apa maksudnya,” kata Sinclair, dikutip BolaSport.com dari talkSPORT.

“Keputusan Juergen Klopp mengganti Mohamed Salah sangat mengecewakan. Dia tentu saja ingin meraih Sepatu Emas. Jumlah golnya tinggi. Tentu tidak membantu kalau dia diganti.”

Baca Juga: Usai Kalah dari Chelsea, Juergen Klopp Anggap Liverpool Tak Berhak Lolos ke Liga Champions

“Seegois apapun kedengarannya, dia pasti ingin bermain dan mencetak gol untuk Liverpool.”

Sinclair menilai situasi demikian akan membuat hubungan di antara Mohamed Salah dan Sadio Mane merenggang.

Apalagi, karakter keduanya berbeda di mata Sinclair.

Baca Juga: Satu Faktor yang Membuat Pasukan Tuchel Atasi Perlawanan Liverpool

“Saya merasa ada masalah besar yang meliputi hubungan antara Salah dan Mane,” ucap dia.

“Menurut saya Mane adalah pemain tim, sementara Salah lebih egois. Perbedaan itu sudah menjadi masalah untuk Liverpool selama beberapa waktu yang lama.”

“Selama ini, Liverpool bisa melewati isu tersebut. Hanya saja kalau Anda sudah mengalami tekanan berat dan hasil tak sesuai keinginan, hal itu bisa merusak relasi antara pemain.”

“Hubungan mereka berdua sudah cukup bermasalah sejauh ini,” ujar Sinclair menjelaskan.

 Liverpool mencatatkan rekor buruk di kandang pada musim ini.

Untuk kali pertama dalam sejarah klub, Liverpool takluk pada lima laga kandang beruntun pada semua kompetisi.

Dilansir BolaSport.com dari Opta Joe, Liverpool juga menjadi juara bertahan pertama yang mengalami lima kekalahan kandang secara berturut-turut sepanjang sejarah Liga Inggris.

Padahal, Liverpool sempat tak terkalahkan dalam 68 pertandingan kandang beruntun pada Liga Inggris.

Catatan bobrok Liverpool sebagai juara bertahan terburuk sepanjang sejarah Liga Inggris pun semakin lengkap.

Menurut data Squawka, The Reds mengalami minus poin terbanyak dari musim lalu sebagai juara bertahan.

Pada musim 2019-2020, Liverpool mengoleksi 79 poin dari 27 laga yang telah mereka lakoni dalam semusim.

Artinya, Liverpool mencatatkan 26 kemenangan, satu kali hasil imbang, dan tak terkalahkan.

Hal itu menunjukkan minus poin yang dialami Liverpool dari musim lalu ke musim ini adalah 36 poin.

Sebelumnya, tak pernah ada satu pun juara bertahan Liga Inggris, tepatnya pada era Premier League, yang mengalami minus poin sebanyak Liverpool.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved