Breaking News:

Soccer Star

Profil Christian Eriksen - Ledakan Dinamit yang Terlambat & Evolusi Permainan Inter Ala Conte

Profil Christian Eriksen, dari playmaker jadi regista, perubahan permainan ala Conte, aset Negri Dinamit yang terlambat meledak.

Marco BERTORELLO / AFP
Gelandang Denmark Inter Milan Christian Eriksen (Depan) dan gelandang Serbia Lazio Sergej Milinkovic-Savic mengincar bola selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Inter Milan vs Lazio Roma pada 14 Februari 2021 di stadion San Siro di Milan. Marco BERTORELLO / AFP 

TRIBUNNEWS.COM - Terlambat panas adalah hal yang tepat menggambarkan bagaimana situasi yang dialami oleh Christian Eriksen bersama Inter Milan.

Terhitung dari awal tahun 2020 , pemain asal Negeri Dinamit (julukan Timnas Denmark) itu menjadi bagian dari Nerazzurri.

Ia memilih hijrah dari Spurs ke Liga Italia pada jendela transfer musim dingin tahun lalu.

Baca juga: Alasan Mengapa Inter Milan Pantas Raih Scudetto, Seret AC Milan, Juventus & Tim Elite Liga Italia

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Inter Milan Musim ini Perwujudan Evolusi Juventus Era Antonio Conte

Para pemain Inter Milan merayakan kemenangan setelah gelandang Denmark Christian Eriksen (tengah) mencetak gol tendangan bebas pada pertandingan sepak bola perempat final Piala Italia antara Inter Milan dan AC Milan pada 26 Januari 2021 di stadion Meazza di Milan.
MIGUEL MEDINA / AFP
Para pemain Inter Milan merayakan kemenangan setelah gelandang Denmark Christian Eriksen (tengah) mencetak gol tendangan bebas pada pertandingan sepak bola perempat final Piala Italia antara Inter Milan dan AC Milan pada 26 Januari 2021 di stadion Meazza di Milan. MIGUEL MEDINA / AFP (MIGUEL MEDINA / AFP)

Ekspektasi tinggi jelas datang dan diberikan kepada mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut.

Ia merupakan pemain dengan tipikal playmaker yang memiliki atribut komplit dalam jagad sepak bola, meliputi speed, akurasi passing, hingga kemampuan set piece yang mumpuni.

Bahkan sempat beredar kabar bahwa Barcelona dan Real Madrid menginginkan jasa pemain yang amsuk skuat Timnas Denmark itu.

Bersama Inter Milan, Eriksen nyatanya tak langsung tampil menawan seperti prakiraan banyak kalangan.

Jangankan menemukan bentuk permainan terbaiknya, untuk menggaransi menit bermain saja sangat sulit bagi Eriksen di bawah kendali Antonio Conte.

Di musim perdananya bersama Inter Milan, pemain yang menjadi anak kesayangan Mauricio Pochettino di Spurs itu membukukan 20 pertandingan.

Rinciannya ialah 17 Liga Italia dan tiga laga dari Coppa Italia. Eriksen di musim pertamanya mampu membukukan satu gol dan dua assist.

Halaman
1234
Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved