Breaking News:

Anak Kampung yang Menjadi Legenda Sepakbola Indonesia Itu Bernama Peri Sandria

Peri Sandria adalah mantan legenda timnas sepak bola Indonesia. Sebelum menjadi legenda sepak bola di Indonesia, bagaimanakah masa kecil Peri Sandria?

wartakotalive
Peri Sandria, Legenda timnas Sepak Bola Indonesia 

Sejak kelas 1 SMP, Peri Sandria menanamkan tekad akan menjadi pemain profesional.

"Saya geluti. Bahkan saat itu saya ikut klb lokal, bernama Tandem Putra. Itu klub perkebunan. Saya tergabung sebagai junior. Lewat laga itu saya dilirik tim Galakarya, dan dimasukin ke tim senior. Saya diminta agar tidak minder karena saya paling muda," kenangnya.

Dari Galakarya, ia dilirik oleh Eddy Simon untuk bergabung dengan klub Medan, dengan syarat Peri Sandri harus ikut turnamen Soeratin terlebih dulu.

Peri Sandria pun ikut PSKD Binjai di Piala Soeratin dan dipantau.

"Tahun 1984 pun saya gabung klub Medan selama satu tahun setengah. Dari klub Medan, saya terpilih bersama Sudirman masuk di Diklat Ragunan. Disanalah baru saya mengalami proses seleksi yang benar-benar ketat," ungkapnya.

Tiga tahun di Ragunan, banyak pengalaman yang ia peroleh dan berguna baginya untuk bermain di era Galatama.

Saat di Ragunan, Peri Sandria sering bermain di turnamen-turnamen di luar negeri dalam kategori level pelajar.

Modal itu pun memberikan dirinya kepercayaan diri.

"Saya masuk di diklat Ragunan itu sangat ditempa. Pelatihnya dari Jerman. Saha belajar banyak, kerja keras, latihan berat. Sebelum jadi pemain profesional, saya ditempa baik fisik maupun mental. Jadi tiga tahun disana, saya benar-benar tertempa terutama fisik. Dalam hati, saya kan ingin jadi pemain nasional, ini harus saya lewati demi karier saya. Tidak ada kata menyerah," terangnya.

Saat bergabung di Ragunan, Peri Sandria mengungkapkan dirinya telah dilirik oleh klub-klub era Galatama.

Halaman
1234
Editor: Toni Bramantoro
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved