Breaking News:

Nurhidayat Haji Haris Dicoret Dari Timnas Indonesia Bikin Kaget Dokter Bhayangkara FC

Muhammad Yusuf Zulfikar mengaku sangat kaget mendengar kabar Nurhidayat Haji Haris dicoret dari Timnas Indonesia

Instagram @Nurhidatnh32
Nurhidayat Haji Haris 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dokter Bhayangkara FC, Muhammad Yusuf Zulfikar mengaku sangat kaget mendengar kabar Nurhidayat Haji Haris dicoret dari Timnas Indonesia lantaran melakukan indisipliner.

Dokter Yusuf yang mengenal Nurhidayat saat masih memperkuat Bhayangkara FC menilai kalau Nurhidayat merupakan anak baik dan berkualitas.

“Ya, saya sempat tidak percaya dengar berita itu, karena yang saya kenal Dayat itu anak baik,” kata Dokter Yusuf.

“Saya belum begitu tahu Dayat lakukan Indisiplinernya seperti apa. Ya mungkin karena anak muda, dia jenuh atau ada masalah kan kita tidak tahu. Jadi jangan cepat menilai (negatif) dulu, dia itu anak baik,” sambungnya.

Nurhidayat Haji Haris foto bersama dengan kekasihnya, Sarah Ahmad usai mendapatkan kejutan di hari ulang tahunnya yang ke-22.
Nurhidayat Haji Haris foto bersama Sarah Ahmad

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSSI menjelaskan sikap indisipliner seperti apa yang Nurhidayat lakukan sehingga membuat Shin Tae-yong bertindak tegas dan memulangkan Nurhidayat ke Indonesia.

Selain karena beberapa kali terlambat dalam latihan, faktor konsumsi makanan  yang kerap diabaikan Nurhidayat juga jadi pemicu Shin Tae-yong kesal. Padahal makanan tersebut sudah dalam takaran dokter gizi.

Sementara itu, Dokter Yusuf sendiri memang menekankan pentingnya gizi bagi pemain sepakbola. Apalagi di Timnas yang sudah benar-benar diatur gizinya.

“Ya, menurut saya segi makanan itu berpengaruh sekali. Kalau di Timnas setiap pagi kan ditimbang. Itu kalau melanggar berpengaruh ke segi lemaknya. Bakal terlihat dan berpengaruh,” kata  Dokter Yusuf.

“Jadi pola makan, pola istirahat dan kedisiplinan memang itu hal harus dijalankan para pesepakbola terutama kalau levelnya sudah di Timnas. Intinya kalau mereka pesepakbola profesional, ya mereka juga harus profesional dengan kebiasaannya,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved