Breaking News:

Piala Walikota Solo 2021

Jelang Kick Off Piala Wali Kota Solo, Tim Liga 2 Dewa United Resmi Menyatakan Mundur

Jelang lima hari kick off Piala Wali Kota Solo, salah katu kontestannya dari Liga 2 Dewa United resmi menyatakan mundur.

Dok. Dewa United FC
CEO Dewa United Kevin Hardiman (kiri) bersama dengan COO Dewa United Rendra Soedjono saat memperkenalkan pelatih Dewa United, Kas Hartadi, Senin (22/2/2021)/Jelang lima hari kick off Piala Wali Kota Solo, salah katu kontestannya dari Liga 2 Dewa United resmi menyatakan mundur. 

TRIBUNNEWS.COM - Gelaran turnamen Piala Wali Kota Solo yang semula dijadwalkan mulai pada 20 Juni 2021 harus mengalami pengunduran waktu kick off akibat melonjaknya kasus Covid-19.

Turnamen gagasan Gibran Rakabuming selaku Wali Kota Solo ini disebut bakal berlangsung pada 27 Juni hingga 3 Juli 2021 mendatang.

Meskipun tanggal diundurnya Piala Wali Kota Solo sudah ditentukan, hingga kini belum ada kabar terbaru mengenai turnamen yang berpusat di Stadion Manahan tersebut.

Jelang lima hari dari waktu kick off Piala Wali Kota Solo, salah satu kontestan dari Liga 2 Dewa United menyatakan mundur dari keikutsertaannya.

Dewa United FC Tak Persoalkan Format Kompetisi Liga 2
Dewa United FC Tak Persoalkan Format Kompetisi Liga 2 (Dok. Dewa United FC)

Baca juga: Tiga Hal Tak Lazim yang Terjadi di Laga Persis Vs Bali United, Ada Layangan Masuk Lapangan

Baca juga: Abduh Lestaluhu Tinggalkan PS Tira Persikabo

Manajemen Dewa United FC memutuskan untuk mundur karena tingginya kasus penyebaran varian baru Covid - 19 di Jawa Tengah.

Hal tersebut diutarakan oleh Kevin Hardiman selaku CEO Dewa United yang tidak ingin mengambil resiko berkaca dengan situasi yang ada.

"Terlalu berisiko buat tim jika tetap memaksakan diri ikut serta." kata Kevin Hardiman dikutip dari rilis yang diterima Tribunnews.

"Kami tak mau ambil risiko tersebut. Lebih baik kami fokus untuk persiapkan tim bermain di Liga 2," tambahnya.

CEO klub berjuluk Tangsel Warriors ini mengatakan keputusan Dewa United FC untuk mundur mengacu pada data terbaru Pemprov Jawa Tengah.

Menurutnya ada 13 daerah di Jawa Tengah yang masuk zona merah Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Rochmat Purnomo
Editor: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved