Timnas Indonesia
Singgung Soal Gorengan, Menpora Yakin Indonesia Punya Timnas Tangguh 10 Tahun ke Depan
Menpora Zainudin Amali menyinggung soal ketatnya aturan dari pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. Timnas Tangguh baru ada 10 tahun lagi?
Penulis:
Abdul Majid
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menilai kualitas sepakbola Indonesia harus terus dibenahi apabila ingin membentuk Timnas Indonesia yang disegani negara-negara lain.
Salah satunya pembenahan kualitas sepakbola berasal dari pembinaan usia dini.
Untuk itu, Menpora tekankan tekankan kembali Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional untuk dijadikan sebagai dasar pembangunan sepak bola agar terstruktur sejak dini dan tidak instan.
Baca juga: Jadwal dan Head to Head Timnas Indonesia Vs Taiwan di Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023

Bila Inpres tersebut diterapkan dengan benar ia pun optimistis Indonesia akan punya skuat Timnas Indonesia yang berkualitas ke depannya.
“Saya berharap kira-kira sepuluh tahun ke depan kita punya satu timnas sepak bola yang bagus, cukup kuat dan tangguh asalkan kita konsisten," kata Menpora Amali.
“Hanya saja memang, masyarakat kita ini mau instan dan segera. Hari ini tanding, ya harus menang. Sementara, kita tidak sadari sistem pembinaan yang ada, kualitas yang ada, materi yang ada tidak dipersiapkan dengan baik,” sambungnya.
Baca juga: Shin Tae-yong Langsung Tancap Gas Siapkan Timnas U-18 Indonesia Buat Piala Dunia U-20 2023

Lebih lanjut, Menpora Amali menilai pembinaan sepak bola nasional masih belum dipersiapkan dengan baik dan secara detail.
Ia menilai negara-negara lain bahkan hal seperti nutrisi sudah terkontrol dengan baik.
Baca juga: Panggil 144 Pemain ke Timnas U-18, Shin Tae-yong Gunakan Sistem Promosi-Degradasi
“Pelatih kita Shin Tae-yong sangat ketat terhadap kedisiplinan makan anak didiknya. Sangat tidak boleh makan gorengan. Padahal gorengan itu makanan kesukaan sejak kecil, karena itu adalah kelemahan di timnas kita, ini contohnya,” ujar Menpora Amali.
“Suatu saat saya optimis, asalkan kita membina timnas kita secara terstruktur, konsisten dan berkesinambungan. Jangan angin-angin seperti sekarang,” katanya.