Breaking News:

Euro 2020

Peran Maurizio Viscidi Bawa Italia Juara di Euro 2021, Filosofi Menyerang di Era Roberto Mancini

Maurizio Viscidi, otak dibalik kesuksesan dan taktik menyerang Italia di Euro 2021, Filosofi CARP dan penemu del piero

padova.it
Maurizio Viscidi, pahlawan dan revolusioner taktik Italia/Maurizio Viscidi, otak dibalik kesuksesan dan taktik menyerang Italia di Euro 2021, Filosofi CARP dan penemu del piero 

TRIBUNNEWS.COM - Kesuksesan Italia ke Juara Euro 2021, hanyalah sebagian kecil dari proses yang terjadi di balik layar.

Memuji Roberto Mancini beserta jajaran pelatihnya, adalah hal yang saat ini sedang digaungkan pendukung Italia.

Tetapi, melupakan nama Maurizio Viscidi di balik kesekusesan Italia di Euro 2021, adalah kesalahan besar.

Revolusi besar Italia dimulai ketika mereka kalah di Final Euro 2012 menghadapi Spanyol.

Meskipun bangkit di Euro 2016, namun, Italia tidak memiliki generasi emas, bahkan di jajaran kepelatihan, transisi tersebut juga tersendat.

FIGC akhirnya turun tangan, Maurizio Viscidi selaku direktur teknik FIGC, memulai revolusinya.

Gelandang Italia Jorginho (tengah) merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol dalam adu penalti dan memenangkan pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021.
Gelandang Italia Jorginho (tengah) merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol dalam adu penalti dan memenangkan pertandingan sepak bola semifinal UEFA EURO 2020 antara Italia dan Spanyol di Stadion Wembley di London pada 6 Juli 2021. (Carl Recine / POOL / AFP)

Baca juga: Giorgio Chiellini, Maestro Seni Bertahan, Antarkan Italia Juara Euro 2021

Baca juga: Lorenzo Insigne, Inspirator Italia Juara Euro 2021, Ditolak Inter Milan dan Idolakan Del Piero

Viscidi bukanlah sosok yang terkenal, ia bahkan hanya bermain sepak bola di level amatir, namun kecerdasannya menjadi pionir di Italia.

Ketika Viscidi berusia 20 tahun, ia memutuskan untuk mendaftar pada untuk pendidikan olahraga di perguruan tinggi di Padova.

Sebagai seorang siswa, dia memiliki cukup waktu luang untuk menjadi pater,setelah misa suatu hari, Viscidi diminta dia bisa melatih beberapa anak di paroki setiap beberapa minggu.

Viscidi menerimanya dan, sementara itu, menghadiri kursus yang diadakan fakultas, untuk mendapatkan lisensi UEFA C.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved