Breaking News:

Liga Italia

Datangnya Olivier Giroud ke AC Milan, Pujian Pelatih Persija Jakarta & Sarri, Kebijakan Taktik Pioli

Datangnya Giroud tidak membuat AC Milan mengubah formasinya dengan menduetkan sang pemain dengan Ibrahimovic

Twitter @_Oliviergiroud_
Olivier Giroud saat proses penandatanganan kontrak dan diperkenalkan oleh manajemen AC Milan/Datangnya Giroud tidak membuat AC Milan mengubah formasinya dengan menduetkan sang pemain dengan Ibrahimovic 

TRIBUNNEWS.COM - AC Milan, adalah tim Italia yang cukup aktif namun teliti di bursa transfer musim ini.

Berbeda dengan Inter Milan yang bongkar pasang skuat, AC Milan lebih kalem dengan mempertahankan sebagian besar skuat musim lalu.

Perhitungan Paolo Maldini dan Ricky Massara menghasilkan langkah tepat di bursa transfer.

Mereka memprioritaskan kedangan dua pemain, yakni Fikayo Tomori dan Mike Maignan.

Alasannya jelas, sektor penjaga gawang yang ditinggal Donarumma membutuhkan pengganti sepadan.

Sedangkan Tomori bisa menjadi kunci AC Milan bersama Simon Kjaer.

Lalu, datanglah Olivier Giroud.

Olivier Giroud saat proses penandatanganan kontrak dan diperkenalkan oleh manajemen AC Milan
Olivier Giroud saat proses penandatanganan kontrak dan diperkenalkan oleh manajemen AC Milan (Twitter @_Oliviergiroud_)

Baca juga: Tranfer Pemain - CEO Inter Milan Bahas Pengganti Achraf Hakimi, Fullback Arsenal Buruan Utama

Baca juga: Update Transfer Hari Ini: Misi Giroud Pecahkan Nomor Kutukan Milan, Haaland Galau Ditinggal Sancho

Datangnya Giroud dipuji asisten pelatih terpercaya Conte, Angelo Alessio, telah mengumumkan keberhasilan akuisisi Giroud oleh AC Milan.

"Milan telah menambahkan pemain penting," ujar sosok yang melatih Persija Jakarta ini dikutip dari The Athletic.

“Seseorang yang tahu Liga Champions dan juga telah memenangkannya, kedatangannya akan menaikkan level Milan, Stefano Pioli (manajer AC Milan) beruntung memilikinya.” lenjut Angelo Alessio.

Sarri adalah orang lain yang memberi selamat kepada Milan.

Dia terutama menggunakan Giroud di Liga Europa selama tahun terakhir kepimpinan Chelsea.

Penyerang veteran itu menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi 2018-19 dengan 11 gol, termasuk mencetak hat-trick sempurna melawan Dynamo Kyiv dan gol pembuka dalam kemenangan 4-1 atas Arsenal di final.

Berbicara pekan lalu kepada Sportitalia, Sarri mengatakan: “Dia profesional yang hebat, salah satu pemain yang selalu ada saat dibutuhkan.

"Sebelum final Liga Europa, Gianfranco Zola (bekerja sebagai salah satu asisten pelatih) bertanya kepada saya apa niat saya dan saya berkata, 'Giroud dan Pedro pasti akan bermain, mereka tidak pernah melewatkan pertandingan penting" ujar Sarri.

Spekulasi muncul, mulai dari perubahan taktik Stefano Pioli untuk AC Milan musim depan, bahkan ada yang mengatakan, datangnya Giroud adalah ambisi AC Milan untuk lebih tajam di lini depan.

Kedatangan Giroud tidak serta merta mengubah skema AC Milan, dan akan sangat berbahaya jika demikian.

AC Milan, akan bermain di tiga kompetisi berbeda : Liga Champions, Coppa Italia dan Liga Italia.

Kedalaman skuat adalah kewajiban Milan jika ingin bersaing di musim depan.

Berkaca dari musim lalu, Milan membutuhkan skuat yang sangat banyak dengan jadwal yang cukup padat.

Milan sempat menguasai klasemen di awal musim hingga Desember, bahkan jadi Capolista hingga tengah musim.

Kemudian mereka goyah dan nyaris gagal berlaga di Eropa, beruntung mereka bangkit jelang akhir musim.

Apa yang membuat AC Milan mengalami fluktuasi seperti itu?

Jawabannya adalah badai cidera.

Milan menurut Statbombs, adalah tim dengan cidera terbanyak ketiga di Liga Italia di bawah Parma dan Hellas Verona.

Dan, pemain yang paling banyak mengalami cidera adalah sektor penyerang.

Mulai dari Ibrahimovic, Rafael Leao, Samu Castillejo hingga Ante Rebic secara bergantian harus menepi.

Bahkan Mario Mandzukic juga harus menepi hanya beberapa pekan setelah bergabung.

Jika dianalisis musim lalu, Milan benar-benar diselamatkan dengan penampilan gemilan dua fullback mereka, Theo Hernandez dan juga Diogo Dalot.

Keduanya menambah ketajaman di lini depan dengan kemampuan menusuk hingga daerah pertahanan lawan.

Berkaca dari musim lalu, Milan tidak bisa sembarangan mengandalkan dua penyerang.

Penyerang Swedia AC Milan Zlatan Ibrahimovic (kiri) menembak tepat sasaran di depan gelandang Prancis Juventus Adrien Rabiot selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Juventus vs AC Milan pada 09 Mei 2021 di stadion Juventus di Turin.
Penyerang Swedia AC Milan Zlatan Ibrahimovic (kiri) menembak tepat sasaran di depan gelandang Prancis Juventus Adrien Rabiot selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Juventus vs AC Milan pada 09 Mei 2021 di stadion Juventus di Turin. (ISABELLA BONOTTO / AFP)

Baca juga: Resmi: Olivier Giroud Berseragam AC Milan, Tandem Jangkung Ibrahimovic di Lini Depan Rossoneri

Dengan padatnya jadwal, Stefano Pioli harus pintar mengatur penyerang tunggal Milan.

Skema Milan, sangat mengandalkan penyerang nomor 9, 4-3-3 AC Milan, berubah menjadi 4-2-3-1, dengan penyerang tunggal adalah pemain yang bukan hanya mencetak gol, namun mampu menahan bola.

Ibrahimovic dan Giroud punya spesifikasi untuk itu, dan sangat layak untuk diandalkan AC Milan di lini depan.

Tetapi sekali lagi, Pioli harus cermat, apalagi keduanya sudah berada di usia yang tak lagi muda.

Ibrahimovic mendekati kepala empat, sedangkan Giroud memasuki usia 34 tahun, maka merotasi keduanya bisa menjadi kunci bagi AC Milan musim ini.

Kedangan Olivier Giroud memang adalah keputusan tepat, namun menduetkannya dengan Zlatan Ibrahimovic, akan sangat sia-sia bagi AC Milan.

(Tribunnews.com/Gigih)

Penulis: Gigih
Editor: Dwi Setiawan
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved