Breaking News:

Liga Italia

Regista, Kunci Kejayaan Manchester United, Bayern Munchen hingga Timnas Italia

Regista, posisi di lini tengah, berisi genius seperti Jorginho, Andrea Pirlo, Michael Carrick dan Xabi Alonso

gettyimages.ie
Xabi Alonso/Regista, posisi di lini tengah, berisi genius seperti Jorginho, Andrea Pirlo, Michael Carrick dan Xabi Alonso 

TRIBUNNEWS.COM - Berbeda dengan Marco Veratti yang penuh akselerasi dan Lorenzo Insigne yang sangat cepat, Jorginho justru tidak banyak bergerak.

Ia tenang, mengatur tempo, mengalirkan bola, semua pemain Italia terfokus ke mana Jorginho berada untuk mengalirkan bola dan menguasai permainan.

Inggris kesulitan tiap kali Jorginho mendapat bola, Kalvin Phillips bahkan harus menghentikan Jorginho dengan cukup keras di awal laga.

Gelar juara Euro 2021, mestinya sudah menjadi nilai mutlak bagi Jorginho sebagai kandidat Ballon d'Or.

Namun, seperti Regista pada umumnya, peran Jorginho sangat minim apresiasi.

Gelandang Italia Jorginho merayakan setelah Inggris memenangkan pertandingan sepak bola final UEFA EURO 2020 antara Italia dan Inggris di Stadion Wembley di London pada 11 Juli 2021.
Gelandang Italia Jorginho merayakan setelah Inggris memenangkan pertandingan sepak bola final UEFA EURO 2020 antara Italia dan Inggris di Stadion Wembley di London pada 11 Juli 2021. (JOHN SIBLEY / POOL / AFP)

Baca juga: Saga Transfer Romelu Lukaku, Kebutuhan Chelsea Masalah Finansial Inter Milan dan Faktor Timo Werner

Baca juga: Eksperimen Thomas Tuchel Bawa Chelsea Permalukan Arsenal, Christian Pulisic Main Sebagai Fullback

Tidak semua playmaker bisa menjadi regista, tetapi semua regista adalah playmaker, adalah ucapan terkenal Vittori Pozzo.

Vittorio Pozzo adalah pelatih Italia pada 1930-an, ia mencari cara untuk memberi ruang kepada pemain kreatif yang tidak hanya menyerang tetatpi punya kemampuan bertahan.

Saat itu skema 2-3-5 adalah yang paling terkenal, dengan centre-half di posisi lebih bertahan, dan minim akselerasi untuk menyerang.

Di sinilah Pozzo menginginkan satu centre-half yang punya kreatifitas untuk membangun serangan.

Akhirnya, lahir nama regista, yang dalam bahasa Italia berarti sutradara.

Halaman
1234
Penulis: Gigih
Editor: Muhammad Nursina Rasyidin
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved