Breaking News:

Liga Italia

Culo Milik Juventus yang Menghilang, Optimisme Allegri, Kehilangan Ronaldo dan Jalur Menuju Scudetto

Juventus kehilangan Culo mereka di awal musim Liga italia 2021, sedangkan Massimiliano Allegri masih sangat optimis dengan Juventus

MIGUEL MEDINA / AFP
Pelatih Juventus asal Italia Massimiliano Allegri memberikan instruksinya saat pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Udinese dan Juventus di Stadion Dacia Arena di Udine, pada 22 Agustus 2021/Juventus kehilangan Culo mereka di awal musim Liga italia 2021, sedangkan Massimiliano Allegri masih sangat optimis dengan Juventus 

TRIBUNNEWS.COM - Stadion Diego Armando Maradona tidak pernah menjadi tempat yang menyenangkan bagi Juventus.

Kekalahan 2-1 atas Napoli bukan hanya semakin membenamkan Juventus, tetapi berpengaruh besar untuk Massimiliano Allegri.

Sejak pertama ditunjuk sebagai pengganti dari Andrea Pirlo, Ia gagal menunjukkan raihan apik sejauh ini.

Juventus kalah dua kali dan satu kali imbang dalam tiga pertandingan terakhir di Liga Italia, dan terjerumus di posisi 16 klasemen sementara.

Ekspresi para pemain Juventus seusai kalah dengan skor 1-2 dari tuan rumah Napoli di Stadion Diego Maradona dalam laga pekan ketiga Serie A Liga Italia, Minggu (12/9/2021).
Ekspresi para pemain Juventus seusai kalah dengan skor 1-2 dari tuan rumah Napoli di Stadion Diego Maradona dalam laga pekan ketiga Serie A Liga Italia, Minggu (12/9/2021). (juvefc.com)

Baca juga: Bursa Transfer - Upaya Chelsea Gembosi Inter, Juventus Lirik De Gea, AC Milan Gebet Messi dari Iran

Baca juga: Reaksi Fans Juventus, Ronaldo Cetak Brace untuk MU, Masalahnya Sudah Jelas Bianconeri!

"Saya telah melalui yang lebih buruk dari ini," ujar Allegri setelah pertandingan menghadapi Napoli.

"Musim masih sangat panjang, dan akan terus berjuang hingga akhir," tambahnya di The Athletic.

Betul, Juventus di era pertama kedatangan Massimiliano Allegri memang memiliki catatan minor di awal.

Tidak hingga bulan Oktober 2015, Juventus mencatatkan hasil mengesankan di Liga Italia, Si Nyonya Tua menang hanya dua kali sejak Agustus.

Tetapi di akhir musim, Juventus menjadi juara dengan 15 kemenangan beruntun.

Gol dari Kalidou Koulibaly tidak serta merta menghapus Juventus sebagai kandidat juara Liga Italia.

Halaman
1234
Penulis: Gigih
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved