Breaking News:

Liga Italia

Matthijs de Ligt, Penyelamat Juventus & Allegri, Pujian Ronaldo, Warisan Paratici, Nyaris Gabung MU

Matthijs de Ligt, tembok kokoh Juventus, binaan Ajax Amsterdam dan menyelamatkan Allegri peka n lalu

Penulis: Gigih
Andreas HILLERGREN / TT NEWS AGENCY / AFP
Penyerang Malmo FF Kroasia Antonio Colak (kiri) dan bek Juventus 'Matthijs de Juventus' Belanda Matthijs De Ligt berebut bola selama pertandingan sepak bola grup H Liga Champions Malmo FF vs Juventus F.C. di Malmo, Swedia pada 14 September 2021/Matthijs de Ligt, tembok kokoh Juventus, binaan Ajax Amsterdam dan menyelamatkan Allegri peka n lalu Andreas HILLERGREN / TT NEWS AGENCY / AFP 

Meskipun mencatatkan penampilan apik ketika menghadapi lawan yang lebih baik, kenyataannya itu tidak cukup untuk Westerveld membawanya ke akademi Ajax.

Hingga akhirnya, Henry de Regt, pemandu bakat Ajax, melihat penampilan de Ligt melawan tim yang 2 tahun lebih tua, penampilannya konsisten, de Regt menemui Nielen, kemudian meminta de Ligt bergabung ke akademi Ajax.

De Ligt adalah gelandang, posisinya adalah nomor 6 atau 8, maka ketika melawan Spezia pekan lalu, ketenangannya membawa bola hingga tengah lapangan bukanlah hal baru.

Setelah menjalani diet ketat, ia menjadi gelandang sentral untuk tim, de Ligt memiliki kemampuan membaca permainan dan menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya.

Hingga akhirnya pada usia 14 tahun, bek tengah sekaligus kapten Jong Ajax, Navajo Bakboord, mengalami cidera, memaksa de Ligt menjadi kapten tim dan menggeser posisinya sebagai bek.

Penampilannya apik, membuat de Ligt mempermanenkan jabatan kaptennya hingga dipromosikan ke tim utama Ajax.

Bersama Ajax Amsterdam, ia makin matang, debut di usia 17 tahun, ia menjadi kapten tim dua tahun setelahnya, banyak rekor ia pecahkan, termasuk pencetak gol termuda Ajax setelah Clarence Seedorf.

Manchester United sempat menginginkan jasa de Ligt setelah final Liga Eropa, namun Ajax bersikukuh mempertahankannya, United akhirnya mendatangkan Lindelof dari Benfica.

Memukau di AJax Amsterdam dan menyingkirkan Juventus hingga Real Madrid pada Liga Champions 2019, Si Nyonya Tua akhirnya menebus de Ligt dan memboyongnya ke Italia.

Kalahkan Joao Felix dan Jadon Sancho, Matthijs de Ligt Raih Kopa Trophy 2019
Kalahkan Joao Felix dan Jadon Sancho, Matthijs de Ligt Raih Kopa Trophy 2019 (instagram/mdeligt_)

Baca juga: Masalah Juventus Lebih Besar daripada Kehilangan Cristiano Ronaldo, Tantangan Allegri Musim Depan

Adalah Fabio Paratici yang bersikukuh mendatangkan de Ligt ke Juventus, dengan harga berapapun, dan merupakan salah satu peninggalan terbaik sang Dirtek sebelum hengkang ke Tottenham.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved