Breaking News:

Bhayangkara FC dan Persib Dapat Teguran Keras Dari Komdis Atas Insiden Sumardji dan Robert Alberts

Erwin Tobing turut membeberkan sanksi yang diberikan kepada Persib Bandung dan Bhayangkara FC atas insiden yang terjadi antara pelatih Persib Bandung

Penulis: Abdul Majid
Editor: Toni Bramantoro
TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pemain Bhayangkara FC, A. Bonai saat melakukan selebrasi Gol atas Borneo FC dalam Liga BRI 1 di Stadion Moch Soebroto Magelang, Jawa Tengah, Rabu (27/10/21). Bhayangkara FC unggul sementara atas Borneo FC dengan kedudukan 2-1. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing turut membeberkan sanksi yang diberikan kepada Persib Bandung dan Bhayangkara FC atas insiden yang terjadi antara pelatih Persib Bandung Robert Alberts dengan COO Bhayangkara FC, Sumardji.

Dalam persidangan Erwin Tobing memastikan tidak ada insiden meludah yang sebelumnya santer diberitakan.

Kedua belah pihak juga telah menyangkal adanya kejadian tersebut.

Hanya saja, Erwin Tobing melihat kedua belah pihak tidak pantas melakukan ‘adu mulut’ dan hal itu lah yang membuat pihaknya memberikan teguran keras kepada Persib dan Bhayangkara FC.

“Kita harus belajar melatih diri agar bisa bersikap fair play. Jangan mengutamakan emosi, jangan mengutamakan kemarahan seperti contohnya di pertandingan Persib dan Bhayangkara FC,” kata Erwin Tobing dalam konferensi pers secara daring, Kamis (28/10/2021).

“Itu contoh yang tidak baik dilakukan Sumardji dari Bhayangkara. Begitu juga dengan pihak Persib. Memang dari Sumardji tidak meludah dan itu sudah diakui pihak Persib, tapi ada cara lain yang lebih sopan. Bayangkan kalau ada penonton melakukan seperti itu, itu akan menyulut dan memprovokasi,” terang Erwin.

“Begitu juga dengan pelatih Persib yang teriak-teriak ke pemain lawan. Boleh gembira tapi jangan mengejek pihak lawan. Itu bisa menimbulkan amarah, sakit hati tapi keduanya sudah damai. Atas tindakan itu kami beri teguran keras kepada Persib dan Bhayangkara,” jelasnya.

Akan tetapi, Komdis PSSI di pertandingan yang sama justru menjatuhkan hukuman dan denda kepada tim Bhayangkara FC.

Komdis menerima bukti rekaman dalam pertandingan tersebut ada salah satu ofisial dari Bhayangkara FC yang melemparkan bekas kemasan makanan ke dalam lapangan.

Bhayangkara FC pun didenda Rp 20 juta.

“Ada juga dari ofisial Bhayangkara yang melemparkan bekas makanan. Itu tetap kami tindak walaupun cuma bekas bungkus makanan, kami ada bukti dari CCTV,” ujarnya.

Dengan demikian hingga pekan kesembilan ini, Komdis PSSI telah menyidangkan 44 kasus baik dari tim Liga 1 maupun Liga 2.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved