Super Pandit
Michael Jordan Lewat, Cristiano Ronaldo Lebih Superior Dari Legenda Bola Basket Itu!
Eks pemain Sporting Lisbon itu bersinar dimanapun dia berada, torehannya bersama tim yang ia bela tak main-main.
TRIBUNNEWS.COM - "Dia (Cristiano Ronaldo) luar biasa dan jika ada orang yang Anda inginkan bolanya jatuh di menit terakhir, itu dia," kata Solskjaer.
"Ronaldo adalah pencetak gol terbaik yang masih hidup dan sulit bagi saya untuk mengatakan itu karena dia baru saja melewati saya dengan dua gol ini, sekarang dia memiliki satu gol lebih banyak untuk Manchester United daripada saya.
"Gol terakhir itu, itu pasti momen Michael Jordan ketika dia memenangkan kejuaraan di perpanjangan waktu (bersama Chicago Bulls)," lanjut juru taktik asal Norwegia itu dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ya, Cristiano Ronaldo memang luar biasa, dua golnya ke gawang Atalanta bukan hanya menyelamatkan United dari kekalahan, ataupun melewati catatan Solskjaer.
Baca juga: Berita Foto : Ronaldo Jadi Penyelamat, Atalanta Vs Manchester United Imbang
Baca juga: Klasemen Liga Champions, Juventus dan Muenchen ke 16 Besar. 2 Gol Ronaldo Selamatkan Man United
Itu menjadi bukti bahwa dirinya adalah goal getter yang tak bisa habis ditelan usia, mental dan kualitasnya istimewa.
Sampai-sampai Solskjaer membandingkan gol Ronaldo di menit akhir sebagai momen Michael Jordan saat memenangkan gelar juara.
Faktanya, apa yang dihadirkan Ronaldo di lapangan sepak bola melebihi apa yang telah Michael Jordan lakukan di lapangan basket.
Ya, Ronaldo bukan hanya seperti Michael Jordan, ia melebihinya.
Dilansir Essentiallysports, legenda bola basket itu hanya mampu mencatatkan karir hebat di satu tim, yaitu Chicago Bulls di tahun 90an.
Total, lima kali raihan MVP dan enam gelar NBA berhasil ia torehkan saat bermain bersama Chicago Bulls dalam kurun waktu satu dekade.
Berhasil meraih segalanya di sana, membuat MJ mencoba mencari tantangan baru dengan memilih hengkang dari tim yang membesarkan namanya menuju Washington Wizard.
Saat bermain untuk Washington Wizard, karir Michael Jordan meredup, bahkan ia gagal membawa Wizard lolos di babak play off NBA tahun 2001.
Akhirnya, karena termakan usia dan keinginannya untuk fokus ke bidang bisnis, MJ memutuskan pensiun di tahun 2003.
Perjalanan karir MJ kalah mentereng dengan apa yang telah Ronaldo lakukan selama karirnya.
Eks pemain Sporting Lisbon itu bersinar dimanapun dia berada, torehannya bersama tim yang ia bela tak main-main.
Cristiano Ronaldo adalah mesin pencetak gol yang tak pernah kehabisan bensin. Dia fantastis.
Pemain kelahiran 5 Februari 1985 tersebut mengawali kariernya sebagai sayap kanan, baik di Sporting Lisbon maupun Manchester United.
Di awal karirnya, di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, dia tak diberi peran sebagai juru gedor yang fokus untuk mencetak gol.
Ada Dimitar Berbatov, Carlos Tevez, dan Wayne Rooney yang juga bisa dipercaya di posisi itu dan diberi peran sebagai pencetak gol Setan Merah.
Ronaldo lebih dimaksimalkan menjadi seorang pendribel handal yang sering merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan skill olah bolanya.
Baru, ketika hijrah ke Real Madrid, Ronaldo lebih sering difokuskan sebagai pencetak gol utama.
Ronaldo menjadi mesin pencetak gol yang menembak di seluruh area lini depan. Tak peduli kiri, kanan, atau tengah, Ronaldo tampil bertaji.
Musim perdananya di La Liga Spanyol (2009/2010), ia sukses menorehkan 26 gol. Menghitung di seluruh kompetisi, Ronaldo membuat publik Santiago Bernabeu takjub dengan lesatan 33 gol.
Lalu, kedatangan Jose Mourinho di Real Madrid mengubah peran yang diemban Ronaldo.
The Special One membentuknya sebagai penyerang kiri yang memiliki kebebasan untuk bermain dalam dan menyisir area sayap.
Apakah jumlah gol Ronaldo berkurang? tentu saja tidak.
Di era kepelatihan Mourinho, CR7 sukses menyumbangkan 168 gol dari 164 pertandingan. Torehan yang tak masuk akal sebagai pemain sayap.
Ronaldo sejatinya adalah satu dari sedikit pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi dengan sama baiknya.
Laga debutnya di Manchester United, dia bermain di gelandang kiri, dengan keleluasaan untuk berpindah sisi. Lalu, dia permanen di posisi gelandang kanan.
Dia bisa didorong lebih ke depan memanfaatkan kemampuannya mencari ruang di area pertahanan lawan membuatnya dipercaya sebagai target man.
Ronaldo mampu mencetak gol dengan pergerakannya sendiri, yaitu berlali dan melewati lawan, ia juga dapat mencetak gol dari luar kotak penalti memanfaatkan kualitas tendangannya.
Cristiano Ronaldo tidak terlalu butuh peluang besar agar mencetak gol, karena ia mampu memanfaatkan peluang sekecil mungkin untuk dapat ia sarangkan ke gawang lawan.
Kekuatan kaki kanan dan kirinya sama bagusnya, dia punya sundulan akurat nan kuat disertai kemampuan melompat yang fantastis.
Kepergian Mourinho dari Real Madrid tak membuat nafsu mencetak gol Ronaldo berkurang, ia justru lebih berbahaya di lini sereng Los Blancos.
Ancelotti memberi Ronaldo kebebasan bergerak bersama Karim Benzema dan Gareth Bale, ia menjadi tumpuan lini serang Real Madrid, tugas Benzema dan Bale lebih sebagai pelayan.
Tak heran, torehan gol Cristiano dari musim ke musim selalu jauh di atas kedua pemain tersebut.
Dari 101 pertandingan yang telah ia jalani di era kepelatihan Ancelotti, CR7 sukses mencetak 112 gol, luar biasa!
Lalu, pada Januari 2016, Zinedine Zidane dipercaya sebagai nahkoda anyar Los Blancos menggantikan Carlo Ancelotti.
Tak berubah, Ronaldo tetap diperankan sebagai goal getter utama, sedangkan Benzema berperan sebagai pemain depan yang sifatnya trequartista, atau pemain nomor 10.
Build-up serangan di sepertiga akhir lapangan diemban oleh Benzema, Ronaldo sebagai pencetak gol utama lebih banyak menunggu di sekitar area kotak penalti, menunggu sang pelayan mengirimkan umpan ciamik kepadanya.
Lagi-lagi, torehan Ronaldo masih fantastis, bermain dibawah nahkoda Zidane selama tiga musim, CR7 sukses mencetak 112 gol dari 114 pertandingan.
Berhasil meraih segalanya bersama Real Madrid membuat Ronaldo memilih untuk mencari tantangan baru untuk hijrah ke tim raksasa Italia, Juventus.
Datang di Juventus dengan usia yang sudah menginjak 34 tahun tak membuat CR7 kehilangan tajinya untuk mencetak gol.
Justru sebaliknya, di tiga musimnya bersama La Vecchia Signora, Ronaldo selalu menjadi top skor klub.
Jika dikalkulasi, torehan sang peraih 5 Ballon d'Or tersebut sukses mencetak 101 gol dari 134 penampilannya bersama Juventus.
Kemudian, kejutan datang di musim 2021/2022. Di usianya yang ke 36 tahun, Ronaldo direkrut kembali oleh The Red Devils dari klub yang ia bela sebelumnya, La Vecchia Signora.
Penggemar Manchester United di seluruh dunia pun dibuat senang bukan main atas kepulangannya ke tim yang membesarkan namanya tersebut.
Tak perlu menunggu waktu lama bagi Ronaldo untuk membuat publik Old Trafford kembali tercengang atas aksi menawannya.
Dalam debutnya bersama Setan Merah, Ronaldo langsung tampil bringas dengan mencetak dua gol ke gawang tim yang sekarang menjadi orang kaya baru, Newcastle United.
Hingga 12 penampilannya bersama United, CR7 sukses menyumbangkan 9 gol, dan membawanya sebagai top skor Setan Merah saat ini disusul kompatriotnya di timnas Portugal, Bruno Fernandes.
Di usianya yang begitu uzur, atribusi Ronaldo lebih mengandalkan kecerdikannya dalam mencari posisi serta finishingny yang fantastis.
Ia tak banyak berlari, apalagi merebut bola. Tugasnya fokus mencetak gol, rutinitasnya dari musim ke musim.
(Tribunnews.com/Deivor)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ronaldo-jadi-penyelamat-atalanta-vs-manchester-united-imbang_20211103_071230.jpg)