Breaking News:

Super Pandit

Masalah Antonio Conte, Kedalaman Skuat Tottenham, Tipikal Pemain Tengah dan Adaptasi Tiga Bek

Seperti kata Conte, dia bukanlah pesulap yang mampu membawa The Lilywhites bertaji dalam waktu singkat.

Penulis: deivor ismanto
Editor: Dwi Setiawan
ADRIAN DENNIS / AFP
Pelatih kepala Tottenham Hotspur asal Italia, Antonio Conte memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Leeds United di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 21 November 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - "Saat ini level Tottenham Hotspur tidak terlalu tinggi. Saya bahagia di sini tetapi kami harus bekerja keras untuk meningkatkan kualitas skuat," kata Conte dilansir laman resmi klub.

Ya, secara mengejutkan asuhan Antonio Conte dikalahkan oleh tim antah berantah dari Slovenia, NS Mura dengan skor 2-1 dalam lanjutan Europa Conference League.

Tottenham pun terancam gagal melaju ke babak 32 besar lantaran tertinggal 4 angka dari pemuncak klasemen, Rennes.

Yang menjadi sorotan, tim yang berhasil mengalahkan mereka adalah tim yang sebelumnya selalu kalah saat bertanding di kompetisi ketiga terbaik di eropa itu.

Satu-satunya hasil positif yang sukses mereka raih justru dari tim yang di gadang-gadang akan menjadi raksasa baru eropa berkat menterengnya nama juru taktik yang didatangkan, Tottenham Hotspur.

Jelas kekalahan memalukan itu membuat kepala Antonio Conte pening, ia beralasan masih membutuhkan proses untuk membawa Tottenham mencapai level yang diinginkannya.

“Saya bukanlah pesulap, dan setelah tiga minggu saya telah menemukan pemain yang ingin bekerja dan memiliki komitmen besar," kata Conte.

"Tapi itu tidak cukup, kami adalah Tottenham, ada jarak antara kami dengan tim-tim di papan atas," lanjut juru taktik asal Italia itu.

Baca juga: Hasil Conference League: 10 Pemain Tottenham Hotspur Takluk 2-1, Mura Beri Conte Kekalahan Perdana

Baca juga: Kiat Ralf Rangnick, Mentor Tuchel & Klopp, Pencetus Gegenpressing, Juru Selamat Manchester United?

Komentarnya menandakan bahwa ia meminta waktu untuk membuat Tottenham mencolok seperti tim-tim yang ia tangani dahulu.

Ya, Conte dikenal sebagai pelatih hebat, dia memulai karier kepelatihannya di klub besar eropa sejak tahun 2011.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved