Liga 1
Marko Simic Akhiri Kontrak Sepihak dengan Persija Jakarta, CEO APPI: Memang Benar Ada Case
Pihak APPI membenarkan bahwa Marko Simic sedang terlibat case dengan Persija yang telah dibelanya pada kompetisi BRI Liga 1 2021.
Penulis:
Rochmat Purnomo
Editor:
Claudia Noventa
TRIBUNNEWS.COM - Permasalahan Marko Simic dengan timnya, Persija Jakarta, mendapat respon dari M. Hardika Aji selaku CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (AAPI).
Menurut Hardika Aji, pihak APPI membenarkan bahwa Marko Simic sedang terlibat case dengan tim yang dibelanya pada kompetisi BRI Liga 1 2021 tersebut.
Bahkan, Marko Simic meminta bantuan pengacaranya untuk menyelesaikan masalah yang sedang menimpanya ini.
Baca juga: Bursa Transfer Liga 1, Boaz Solossa Balik ke Persipura atau Gabung Tim Sultan? Persija Jadi Opsi

Sebagaimana diketahui, Marko Simic baru saja membagikan kabar kurang bahagia mengenai situasinya di tim Persija Jakarta.
Penyerang asal Kroasia itu memutuskan untuk mengakhiri kontrak sepihak dengan klub yang telah dibelanya sejak Desember 2017 itu.
Keputusan mengakhiri kontrak sepihak ini tentu telah dipikirkan secara matang oleh Simic.
Ia menyebut Persija Jakarta tidak membayarkan hak gajinya selama satu tahun terakhir.
"Memang ada case antara Persija dengan Simic," buka Hardika Aji yang dikutip dari laman Bolasport.
"Namun secara profesional Simic hire lawyer dari negaranya," ujarnya.
Baca juga: Pahit Manis Sirkuit Jerez bagi Marc Marquez: Wilayah Kekuasaan yang Berujung Petaka di MotoGP 2020
Lebih lanjut, Simic sebelumnya disebut sudah melakukan komunikasi dengan APPI.
Akan tetapi, pihaknya tidak dapat menjelaskan secara detail apakah soal gaji yang dipermasalahkan Simic adalah pada medio 2020 atau 2021.
"Ke APPI hanya sebatas komunikasi dan advise sebagai anggota," beber Aji.
"Detailnya tidak dapat diinfokan kerena kami tidak pegang kuasa."
"Namun impact dari kontrak semasa era pandemi yang terubah karena addendum," ungkapnya.

Kekecewaan Simic
Penyerang berusia 34 tahun itu mengaku kecewa pada Persija yang tak membayar gajinya selama satu tahun.
Untuk itu, ia memutuskan kontrak secara sepihak yang seharusnya berakhir pada musim depan.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2022: Garuda Muda Bakal Diperkuat Asnawi Mangkualam
Bahkan, alasan beberapa laga terakhir Liga 1 2021/2022 dirinya selalu dicadangkan karena menagih gaji kepada manajemen Persija.
“Dengan berat hari saya harus mengumumkan bahwa saya telah mengakhiri kontrak saya secara sepihak dengan Persija Jakarta karena klub telah melanggar kontrak setelah tidak membayar gaji saya selama satu tahun. Setelah 4,5 tahun pengabdian, 98 gol, 4 trofi, momen-momen yang tidak terlupakan, penghargaan individu dan rekor yang saya pecahkan, ini adalah keputusan tersulit dalam hidup saya,” tulis Marko Simic.
“Setelah berbulan-bulan janji tidak ditepati dan dibangkucadangkan hanya karena saya menagih hak, saya pikir kini saya perlu melangkah. Saya perlu melakukan yang terbaik untuk diri saya dan yang berhak saya dapatkan. Saya berada di situasi yang berat dan sulit pada tahun ini. Beberapa orang telah membahayakan karier saya dan hal ini tidak akan pernah bisa saya terima.”
“Dari lubuk hati terdalam, saya mencintai klub ini, kota ini, saya mencintai kalian semua. Kita telah mencatatkan sejarah dan merayakan momen yang tak terlupakan bersama,” lanjut dia.
Di akhir tulisan, Simic mengucapkan perpisahan kepada suporter Persija, Jakmania, yang telah mendukungnya selama di Persija.
“Saya akan selalu mengingat momen indah bersama kami semau selamanya. Dengan tulus, dan akan selalu menjadi Super Simic-mu,” tandasnya.
Selama kariernya di Persija Jakarta, Simic telah membantu dalam meraih trofi Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, dan Piala Menpora 2021.
(Tribunnews.com/Ipunk, Abdul Majid) (Bolasport.com/Metta Rahma Melati)