Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Jawaban Ketum PSSI Didesak Lepas Jabatan seusai Tragedi Kanjuruhan: Semua Orang Bisa Bicara Apa saja

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memberikan respons terkait permintaan netizen Indonesia untuk menanggalkan jabatannya.

Penulis: Drajat Sugiri
Editor: Claudia Noventa
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan saat diwawancarai sebelum pembukaan Liga 2 2022 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (28/8/2022). 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan memberikan respons perihal desakan warganet untuk mundur dari jabatannya seusai tragedi malam kelam di Malang, Jawa Timur.

Tragedi Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya menjadi sejarah kelam bagi sepak bola Indonesia, Sabtu (1/10/2022).

Ratusan orang meregang nyawa akibat insiden di Stadion Kanjuruhan.

Permintaan Mochamad Iriawan agar melepas jabatannya sebagai ketua umum PSSI terus bergema di jagad media sosial.

Baca juga: Ketua Umum PSSI: Kompetisi Liga 1 2022/2023 Kami Hentikan Hingga Waktu Yang Tidak Ditentukan

Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan, dinilai tidak mempunyai rasa empati seusai salah melontarkan kalimat pembuka dalam pidatonya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022).

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat ini membuka kalimat dengan mengatakan hadirin yang berbahagia. Ungkapan ini seketika banjir kecaman dari netizen.

Memberikan respons tersebut, Mochamad Iriawan angkat bicara.

Iwan Bule dengan lapang dada menerima kritik pedas yang dialamatkan kepadanya.

Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan tentara dan polisi Indonesia mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. - Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata, yang memicu penyerbuan, kata para pejabat. (Photo by AFP)
Foto ini diambil pada 1 Oktober 2022 menunjukkan tentara dan polisi Indonesia mengamankan lapangan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur. - Sedikitnya 127 orang tewas di sebuah stadion sepak bola di Indonesia pada akhir 1 Oktober ketika para penggemar menyerbu lapangan dan polisi merespons dengan gas air mata, yang memicu penyerbuan, kata para pejabat. (Photo by AFP) (AFP/STR)

"Ya desakan itu semua orang bisa bicara apa saja," kata Mochamad Iriawan, dikutip dari BolaSport.

Sebagaimana yang diketahui, tragedi Kanjuruhan menewaskan lebih dari 100 orang. Ini menjadi kamtian suporter terbesar kedua yang pernah terjadi di jagad sepak bola dunia.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sendiri sudah mengambil keputusan terkait jalannya kompetisi.

Liga 1 dan Liga 2 2022 dihentikan selama dua pekan seusai tragedi Kanjuruhan.

Kini PSSI dituntut untuk melakukan evaluasi dan investigasi terkait kejadian tersebut, dan Iwan Bule dipaksa warganet untuk bertanggung jawab.

Tim investigasi independen sudah dibentuk untuk menyelidiki tragedi Kanjuruhan. 

Sementara Kualifikasi Piala Asia U17 tetap dijalankan, karena event internasional.

"Untuk Kualifikasi Piala Asia U17 2023 di Pakansari tetap jalan," ucap Mochamad Iriawan.

Adapun Timnas U17 Indonesia tergabung ke dalam Grup B bersama Guam, Uni Emirat Arab, Palestina, dan Malaysia, yang bertanding di Stadion Pakansari Bogor, Jawa Barat, pada 1-9 Oktober 2022.

(Tribunnews.com/Giri)(BolaSport/Mochamad Hary Prasetya)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Madura United
10
7
2
1
19
5
14
23
2
PSM Makasar
10
6
4
0
18
6
12
22
3
Persita
11
7
1
3
18
13
5
22
4
Bali United
11
7
0
4
22
13
9
21
5
Persija Jakarta
10
6
3
1
12
5
7
21

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved