Liga 1
Komparasi Sanksi Persebaya dan Persib, Tak Separah Arema FC di Tragedi Kanjuruhan
Arema FC mendapatkan sanksi yang lebih ringan dari PT LIB atas Tragedi Kanjuruhan. Sedangkan Persebaya dan Pesib mendapatkan sanksi yang lebih berat.
Penulis:
Bayu Satriyo Panegak
Editor:
Drajat Sugiri
TRIBUNNEWS.COM - Tragedi Kanjuruhan beberapa waktu yang lalu telah menggemparkan publik sepak bola Indonesia, bahkan dunia.
Ialah klub Arema FC yang bertanggung jawab untuk tragedi yang merenggut nyawa 131 suporter.
Arema FC diberi sanksi oleh PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) dari mulai denda, larangan main kandang, hingga bermain tanpa suporter hingga akhir musim Liga 1 2022/2023.
Jika dibandingkan kasus Persebaya Surabaya pada tahun 2005 dan Persib Bandung tahun 2018 nampaknya sanksi tersebut tak sebanding.
Jika dihitung-hitung Arema FC hanya akan memainkan delapan laga tanpa suporter di laga home putaran kedua dan tetap berpotensi menjadi juara.
Baca juga: Liga 3 DIY Batal, PSHW Desak Arema FC Tanggung Jawab: Sungguh Tiada Empati
Kasus Persebaya Surbaya 2005
Kasus Persebaya Surabaya bukan tentang korban jiwa seperti Tragedi Kanjuruhan.
Namun justru Bajul Ijo menghindari pertumpahan darah melalui cara Walk out dari kompetisi.
Pada Liga Indonesia 2005, Persebaya akan melakoni laga tandang terakhir di zona penyisihan kontra Persija Jakarta.
Ketika itu Bajul Ijo melakukan Walk out karena menganggap peluang untuk lolos telah sirna.
Pada penyisihan sebelumnya, Persebaya bermain seri 2-2 vs PSM Makassar dan tumbang 0-1 dari PSIS Semarang.
Persebaya lebih mengedepankan keselamatan Bonek Mania, karena jika Persebaya bertandang akan timbul potensi bentrok antar suporter.
Mengingat ketika itu Bonek Mania dan The Jack memiliki hubungan yang panas.
Atas hasil itu Persebaya Surabaya mendapatkan sanksi degradasi ke Liga 2 walupun di tahun sebelumnya (2004) menjadi kampiun Liga 1.
Baca juga: Jadwal Lengkap Persebaya, Klasemen, Rumor Transfer Putaran ke 2 Liga 1 Indonesia Bulan Januari

Baca juga: Lima Gol dan 2 Assist Belum Gacor, Ciro Alves Tetap Latihan Saat Persib Bandung Libur
Kasus Persib Bandung 2018
Terjadi pengeroyokan yang menewaskan The Jack Mania di laga Persib Bandung vs Persija Jakarta.
Pertandingan itu terjadi pekan ke-23, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Minggu (23/9/2018).
Pengeroyokan itu dilakukan oleh oknum suporter Persib Bandung.
Tindakan lainnya yang mengundang sorotan negatif adalah aksi intimidasi kepada official Persija dan melakukan sweeping.
Atas kejadian itu Klub Maung Bandung menerima sanksi berat dari PT. LIB.
Maung Bandung dilarang menggelar pertandingan di pulau Jawa, semua laga home dipindah ke Kalimantan.
Pertandingan itu juga tak akan dihadiri oleh suporter hingga akhir kompetisi Liga 1 2018.
Ditambah laga kandang Persib Bandung di Liga 1 2019 juga tak boleh dihadiri suporter hingga paruh musim.
Sanksi lainnya diberikan kepada suporter Persib Bandung yang tak boleh menyaksikan timnya berlaga baik laga tandang dan kandang.
Keputusan ini berlaku hingga paruh musin Liga 1 2019.
Perbandingan Sanksi Arema FC - Persebaya - Persib Bandung
Sanksi Arema FC tak begitu berat dibandingkan Persebaya dan Persib Bandung.
Arema FC hanya paling buruk akan bermain delapan laga kandang tanpa suporter.
Sanksi laga kandang tanpa suporter terasa sudah biasa.
Mengingat kemarin semua klub Liga 1 juga merampungkan pertandingan tanpa suporter melalui sistem bubble.
Singo Edan bahkan tak seperti Maung Bandung yang 'diusir' dari pulau Jawa.
Arema FC telah memilih Stadion Sultan Agung Bantul sebagai markas putaran kedua.
(Tribunnews.com/Bayu Panegak)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.