Arema FC
Arema FC Mau Bubar, Daftar Tim yang Mundur di Tengah Kompetisi, Singo Edan Ikuti Jejak Persebaya?
Jika benar Arema FC bubar, maka langkah Singo Edan mundur di tengah kompetisi aktif yang berjalan bukan lah pertama kali di kompetisi sepakbola lokal.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Arema FC Mau Bubar, Daftar Tim yang Pernah Mundur di Tengah Kompetisi, Singo Edan Ikuti Jejak Persebaya?
TRIBUNNEWS.COM - Permasalahan terus membelit Arema FC pasca-Tragedi Kanjuruhan.
Terus-terusan diterpa masalah, manajemen Arema FC mempertimbangkan untuk membubarkan tim di tengah kompetisi Liga 1 2022.
Pertimbangan membubarkan Arema FC oleh manajemen menyusul sejumlah kejadian yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Jika benar Arema FC bubar, maka langkah Singo Edan mundur di tengah kompetisi aktif yang berjalan bukan lah pertama kali di kompetisi sepakbola nasional.
Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut daftar tim sepakbola nasional yang pernah mundur saat kompetisi berjalan.
Baca juga: Arema FC Keok 4 Laga Beruntun, Kaca Bus Skuad Singo Edan Hancur Sepulang Tanding Lawan PSS Sleman
Persebaya Surabaya

Langkah pembubaran tim dan mundur di tengah kompetisi pernah dilakukan rival terdekat Arema FC, Persebaya Surabaya.
Keputusan Persebaya ini terjadi pada musim kompetisi Liga Indonesia 2005.
Hal yang menarik, Persebaya mengumumkan pembubaran tim sehari sebelum laga babak delapan besar melawan Persija Jakarta.
Pada laga tersebut, Persebaya memilih untuk Walkout dari pertandingan.
Pertimbangan manajemen Persebaya Surabaya saat itu adalah faktor keamanan dan keselamatan suporter.
Keputusan dadakan ala Persebaya Surabaya ini disambut sanksi berat dari Komite Disiplin PSSI.
Atas keputusan itu, Persebaya mendapat sanksi larangan tampil di kompetisi non-amatir selama dua tahun berturut-turut.
Sanksi lainnya, Persebaya didenda Rp 25 juta.
Sanksi ini dianggap terlalu berat oleh Persebaya yang kemudian mengajukan banding.
Perlawanan Persebaya membuahkan hasil. PSSI akhirnya menurunkan saknsi menjadi hukuman degradasi ke Divisi Utama.
PSS Sleman

Selain Persebaya, PSS Sleman juga pernah memutuskan mundur dari kompetisi.
Keputusan ini terjadi di musim kompetisi Liga Indonesia 2006 di level Divisi Utama.
Alasan utama PSS Sleman adalah karena Force Majeure.
Gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 merusak infrastruktur dan fasilitas latihan tim.
Keputusan ini juga disambut ancaman sanksi degradasi dari operator kompetisi saat itu, Badan Liga Indonesia (BLI).
Hanya BLI menghapus sistem degradasi pada saat itu. Posisi PSS Sleman akhirnya tetap berada di divisi utama.
PSIM Yogyakarta

Atas alasan force majeure pula, PSIM Yogyakarta juga mundur di tahun yang sama seperti PSS Selam di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2006.
Serupa PSS Sleman, infrastruktur yang rusak parah membuat PSIM Yogyakarta terpaksa mundur dari kompetisi yang baru melangsungkan beberapa laga.
PSIM Yogyakarta juga selamat dari hukuman degradasi karena keputusan BLI meniadakan aturan turun kasta pada saat itu.
Meski demikian, PSIM Yogyakarta saat itu berada di papan bawah klasemen divisi utama Liga Indonesia.
Baca juga: Perusakan Kantor Arema FC, Polisi Amankan 107 Orang Terduga Pelaku
Masalah Beruntun Arema FC Pasca-Tragedi Kanjuruhan

Adapun Manajemen Arema FC mulai mempertimbangkan untuk membubarkan tim menyusul sejumlah kejadian yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Sederet masalah memang menerpa Arema FC pasca-Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa pada 1 Oktober 2022 lalu.
Seperti diketahui, akibat kejadian tersebut Arema FC mendapat hukuman dari PSSI.
Arema FC mendapat denda 250 juta rupiah.
Selain itu, Arema FC juga dilarang bermain di Malang dam harus mencari markas baru dengan jarak 250 km dari Stadion Kanjuruhan.
Namun, hingga kini Arema FC belum berhasil menemukan markas baru.
Tim Singo Edan mendapat penolakan di berbagai daerah.
Akibatnya sejauh ini sudah ada dua partai kandang Arema FC yang harus ditunda.
Arema FC juga sempat mengalami insiden tidak menyenangkan saat bertandang ke markas PSS Sleman, Kamis (26/1/2023) lalu.
Bus yang ditumpangi para pemain Arema FC ditimpuk batu oleh oknum suporter.
Terbaru, kantor Arema FC yang terletak di Jl Mayjen Panjaitan, dirusak oleh suporter.
Situasi tidak kondusif yang terjadi membuat manajemen Arema FC mulai mempertimbangkan diri untuk bubar.
Hal tersebut disampaikan oleh Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia ( PT. AABBI), Tatang Dwi Arfianto.

"Tentu kami merespon atas insiden ini," kata Tatang Dwi Arfianto dilansir dari BolaSport, Senin (30/1/2023).
"Direksi dan manajemen berkumpul, membicarakan langkah berikutnya seperti apa."
"Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusifitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa."
"Tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak," imbuhnya.
Tatang mengatakan sejatinya manajemen Arema FC sudah mencoba bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan.
"Tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak," ujar Tatang.

"Upaya yang di tempuh dan dihadapi klub Arema FC pasca musibah Kanjuruhan sudah dilakukan." sambungnya.
Penampilan Arema FC di Liga 1 2022-2023 sendiri terus merosot.
Tim besutan Javier Roca itu tercatat belum pernah menang dalam empat laga terakhir.
Arema FC kini terlempar ke posisi sembilan klasemen sementara dengan koleksi 26 poin.
Baca juga: Arema FC Keok 4 Laga Beruntun, Kaca Bus Skuad Singo Edan Hancur Sepulang Tanding Lawan PSS Sleman
(oln/*/BolaSport/)
Arema FC
Joko Susilo Langsung Memimpin Arema FC Menghadapi Dewa United FC |
---|
Bek Arema FC Joko Susilo: Kami Siap Main Agresif Saat Hadapi Persik |
---|
I Putu Gede Akui Arema FC Masih Kesulitan Untuk Cetak Gol |
---|
Putu Gede Beberkan Alasan Tepikan Adilson Maringa dari Kiper Arema FC: Teguh Lebih Baik di Latihan |
---|
Javier Roca Berharap Arema FC Bisa Terus Gunakan Stadion PTIK Jakarta Jadi Homebase |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.