Minggu, 3 Mei 2026

Piala Dunia U20

Piala Dunia U-20 Batal Digelar di Indonesia, Ahmad Sahroni: Sedih, Tidak ada Kata Lain

Politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni turut merespons soal keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah gelaran sepak bola Piala Dunia

Tayang:
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Politikus Ahmad Sahroni turut merespons soal keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah gelaran sepak bola Piala Dunia FIFA U-20. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus Ahmad Sahroni turut merespons soal keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah gelaran sepak bola Piala Dunia FIFA U-20.

Atas keputusan tersebut Sahroni menyampaikan kesedihannya, karena secara otomatis timnas Indonesia tidak dapat bertanding dalam kejuaraan tingkat dunia tersebut, mengingat tak lagi mendapat jatah sebagai tuan rumah.

"Ya sedih lah, dah, tak ada kata-kata lain, kita sedih bahwa Indonesia di banned, untuk tidak melakukan (Piala Dunia) U-20," kata Sahroni kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, dikutip Kamis (30/3/2023).

Saat ini, Sahroni akan menunggu terlebih dahulu kedatangan Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang sedang berkunjung ke markas FIFA di Zurich.

Nantinya, kemungkinan kata dia, akan dilakukan beberapa upaya untuk membangkitkan kembali semangat para pemain timnas Indonesia yang gagal bertanding.

"Nanti setelah pak Erick Thohir kembali baru kita akan lebih menyemangati apa-apa langkah yang selanjutnya," tukas dia.

Diberitakan sebelumnya, Ketua umum PSSI, Erick Thohir menyatakan sudah berjuang semaksimal mungkin saat bertemu dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (29/3/2023) untuk memperjuangkan agar penyelenggaraan Piala Dunia U-20 tetap berjalan di tanah air.

Namun, posisi Indonesia yang menjadi salah satu anggotanya, menurut Erick harus tunduk pada kewenangan dan keputusan yang diberikan FIFA yang membatalkan ajang sepakbola nomor dua bergengsi itu di Indonesia.

"Saya sudah berjuang maksimal. Setelah menyampaikan surat dari Presiden Jokowi, dan berbicara panjang dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kita harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan penyelenggaraan event yang kita sama-sama nantikan itu," ujar Erick Thohir dari Doha, Qatar.

Ia menambahkan, keputusan yang merupakan kewenangan FIFA sebagai lembaga tertinggi sepak bola dunia dengan 211 anggota dari berbagai belahan dunia, tidak bisa ditolak lagi.

"Indonesia adalah salah satu anggota FIFA, sehingga untuk urusan sepakbola internasional, kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” kata Erick.

“Meskipun saya tadi sudah menyampaikan segala hal kepada Gianni, apa yang dititipkan Presiden, pecinta sepakbola, anak-anak timnas U-20, dan juga suporter setia sepakbola, tapi karena kita anggotanya dan FIFA menilai situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan penyelenggaraannya, maka kita harus tunduk," lanjut Erick.

Meski demikian, dengan ketegaran yang masih dimilikinya, Erick berusaha mengambil hikmah dari prahara berat bagi sepakbola nasional ini.

“Kita harus tegar. Saya minta semua pecinta sepakbola tetap berkepala tegak atas keputusan berat FIFA ini. Sebab saya berpendirian, karena itu, ini saatnya kita harus membuktikan kepada FIFA untuk bekerja lebih keras untuk melakukan transformasi sepakbola, menuju sepak bola bersih dan berprestasi," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
35
23
7
5
67
26
41
76
2
Man. City
33
21
7
5
66
29
37
70
3
Manchester United
34
17
10
7
60
46
14
61
4
Liverpool
34
17
7
10
57
44
13
58
5
Aston Villa
34
17
7
10
47
42
5
58
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved