Timnas Indonesia
Justin Hubner Dikabarkan Belum Dihubungi Lagi soal Proses Naturalisasi, Eks Exco Beri Klarifikasi
Beredar kabar jika calon pemain naturalisasi Justin Hubner merasa belum dihubungi lagi oleh pihak PSSI, Eks Exco beri klarifikasi
Penulis:
Siti Nurjannah Wulandari
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Beredar kabar jika calon pemain naturalisasi Justin Hubner merasa belum dihubungi lagi oleh pihak PSSI.
Kabar tersebut bersamaan dengan pengakuan PSSI yang mengaku proses naturalisasi Justin Hubner berjalan alot.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga menyebut ada satu pemain yang negosiasinya berjalan alot.
Dikutip dari Bola Sport, Arya mengaku terkait untuk dua pemain sudah berjalan dengan mulus.
Untuk Rafael dan Ivar Jenner dipastikan tak ada masalah untuk proses naturalisasinya.
Akan tetapi, untuk satu pemain masih dalam proses negosiasi.
Walaupun tak disebutkan secara jelas dan rinci satu pemain yang dimaksud itu mengarah kepada Justin Hubner.
Setelah pengakuan tersebut, ada kabar Justin Hubner justru yang tak dihubungi lagi pihak PSSI.
Kesimpangsiuran kabar tersebut akhirnya diluruskan oleh mantan Exco PSSI, Hasani Abdulgani.
Baca juga: Erick Thohir Buka Suara Soal Kabar Justin Hubner Meminta Sejumlah Uang Agar Bersedia Dinaturalisasi
Abdulgani yang saat ini masih membantu soal naturalisasi pemain Timnas Indonesia ini menjelaskan jika tak ada kebohongan tentang informasi naturalisasi.
Hal tersebut ditulis dalam kolom komentar yang menanyakan terkait kabar komunikasi Justin Hubner dengan PSSI tak berjalan mulus.
"Pak hasani tolong dong kata hubner katanya gk ada satupun pihak pssi yg hubungi dia sampai saat ini..
Jadi gmna ini pak sumber kumparan..apakah bnr pihak pssi ini hubungi langsung hubner...
apa cuma akal akalan orng pssi yg sengaja ingin yg lokal terus rakyat di kibulin negosiasi alot," tulis akun warganet.
Abdulgani lantas menjawab tuduhan tersebut dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Abdulgani menjelaskan jika proses komunikasi sebenarnya berjalan, namun orang yang saat ini berkomunikasi dengan Justin Hubner adalah orang yang berbeda.
Hal ini terjadi karena ada perubahan anggota federasi, sehingga pergantian orang bisa saja terjadi.
"Bulan puasa bukan bulan terbaik utk berbohong.
Federasi sudah kontak dia, tapi yg kontak dia bukan orang yg selama ini berbicara sama dia.
Di federasi juga sudah berubah dgn pimpinan baru," balas akun @hasaniabadulgani.

Pada postingan selanjutnya, Hasani Abdulgani menjelaskan deretan prosedur federasi dengan pemain calon naturalisasi.
Dari ke tujuh tahap tersebut, Abdulgani menegaskan jika federasi (PSSI) akan menghubungi langsung pemain, bukan agen.
Setelah pemain calon naturalisasi bersedia, barulah pemain tersebut mencari agen.
Lebih lanjut, Abdulgani menjelaskan siapakah yang berhak menentukan keputusan akhir, apakah pemain atau agen.
Soal keputusan akhir, menurut Abdulgani adalah hal yang internal.
Namun untuk kasus Justin Hubner yang masih di bawah umur, keputusan masih dominan di tangan orang tua.
"Pak seandainya di Agen nego nya alot bahkan cenderung gagal, tapi si PEMAIN tersebut tetap ingin membela timnas , yang diambil keputusan SIPEMAIN atau Agen pada akhir nya??"
"itu urusan internal mereka Mas. Kalau kasus Justin, kebetulan dia masih under age, jadi fungi orang tuanya masih dominant. Kalau Jordi atau Sandy itu berbeda, orang tua mereka sdh tidak ikutan, tapi manajemennya yg berperan," jawab @hasaniabdulgani.
Baca juga: Proses Naturalisasi Pemain: Dua Pemain Oke, Satu Lagi Perlu Konfirmasi
Berikut deretan penjelasan Hasani Abdulgani tentang proses naturalisasi, menjawab kabar Justin Hubner yang merasa belum dihubungi kembali oleh PSSI.
"Naturalisasi pemain Diaspora.
1. Direktur Teknik (Dirtek) PSSI menyusun database pemain2 keturunan yang ada diluar negeri.
2. Tim pelatih Timnas, merekomendasi para pemain yang mau direkrut untuk kepentingan Timnas.
3. Tim legal PSSI, mempelajari dari sisi legalitasnya, supaya tidak ada pelanggaran hukum, baik kepada negara maupun kepada FIFA. (Dasar hukum: UU No 12 Tahun 2006. Pasal 19 dan 20. Dan Article 7 dan 9 dari FIFA)
4. Belajar dari pengalaman sebelumnya, sering gagal untuk mendapatkan pemain yg dipilih (setelah si Pemainnya bersedia untuk di naturalisasi), akhirnya federasi membuat kerja sama dengan pihak ketiga (lawyer atau agent) diluar negeri. Tujuannya supaya tidak ada kesalahan dikemudian hari dan sekalian untuk mempermudah komunikasi pada saat berbicara dengan manajemen sipemain.
5. Setelah ada permintaan dari tim pelatih. PSSI coba mengkontak sipemain yang di maksud. Contoh, Sandy Walsh, Jordi Amat dan Shayne Pattynama. Setelah pemain tersebut menyatakan bersedia. Tim legal PSSI meminta dokumen2 pendukung. Kalau semua syarat terpenuhi baru di proses.
6. Ingat, yang pertama di kontak bukan agentnya tapi si pemain. Setelah pemainnya sudah OK. Sipemain akan menunjuk agentnya atau orang tua sipemain (khusus utk pemain U20) untuk urusan selanjutnya baik administrasi maupun lainnya. Disinilah pihak ke 3 (lawyer) yang diminta tolong PSSI berhubungan dengan pihak lawyer/agent si pemain.
7. Kalau semua sudah sepakat. Baru PSSI mengajukan kepada negara untuk melakukan naturalisasi para pemain tersebut.
Demikian sedikit gambaran proses naturalisasi pemain diaspora, berdasar dari pengalaman saya saat mengurus Jordi, Sandy dan Shayne. Semoga bermanfaat. Terima kasih."

Negosiasi Justin Alot, Dikabarkan Ada Syarat Bayaran Besar jika Dilanjutkan
Dikutip dari BolaSport.com, Justin Hubner memang memberikan syarat yang lumayan besar apabila proses naturalisasinya harus dilanjutkan.
Menurut sumber yang tak ingin disebutkan itu bahwa Justin Hubner menyebutan nominal yang sangat tinggi.
Sehingga PSSI pun mempertimbangkan ulang terkait proses naturalisasi pemain berusia 19 tahun tersebut.
“Yang dua orang mau, yang satu minta duitnya keterlaluan. Minta duit mahalnya minta ampun, gak worth it. Besar nominalnya,” ucap salah satu pengurus PSSI yang dikonfirmasi langsung oleh BolaSport.com.
“Itu dia minta atau memberi harga tinggi setelah Piala Dunia U-20 dibatalkan di Indonesia,” tuturnya.
Para pemain ini awalnya memang dijanjikan tampil di Piala Dunia U-20.
Tetapi, sebenarnya apabila proses naturaliasasi ini tetap dilanjutkan mereka masih bisa membela timnas Indonesia diberbagai ajang.
Baik dari laga FIFA Matchday hingga ajang Piala Asia 2023 yang dijadwalkan pada 12 Januari-10 Februari 2024.
Sampai saat ini status Hubner sendiri memang masih diragukan.
Hal ini tak lepas dari namanya yang juga masuk dalam daftar pemain yang memperkuat timnas U-20 Belanda saat uji coba melawan Prancis pada 25 Maret lalu.
Padahal sebenarnya pemain Wolverhampton Wanderers itu juga sempat mengikuti pemusatan latihan timnas U-20 Indonesia di Turki pada November 2022 lalu. (*)
(Tribunnews.com/ Siti N/ Bola Sport/ Mochamad Hary Prasetya)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.