Liga 1
Janji Thomas Doll Berhenti Mengeluh, Persija Siap Ladeni Persebaya dengan Perbedaan
Ungkapan Thomas Doll soal kondisi Persija saat ini, berhenti mengeluh fokus kerja keras untuk berbenah. Siap ladeni Persebaya dengan gaya yang berbeda
Penulis:
Muhammad Nursina Rasyidin
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
TRIBUNNEWS.COM - Jelang menghadapi Persebaya akhir pekan ini, pelatih Persija, Thomas Doll berjanji untuk tidak mengeluh terhadap apapun kondisi timnya saat ini.
Ya, Persija akan melawan Persebaya dengan kekurangan. Kekurangan pemain di lini depan dan lini pertahanan seiring pemain yang mengalami cedera dan kegiatan di luar aktivitas tim.
Pertandingan Persija melawan Persebaya akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu (30/7/2023) malam.
Waktunya Thomas Doll mempersembahkan kemenangan, setelah hasil pilu dari Persita dengan skor 1-0.
Thomas Doll mengakui, tim asuhannya dalam kondisi tidak siap menghadapi Persita.
Baca juga: Kondisi Pelik Persija di Liga 1, Thomas Doll Kehilangan Marko Simic 6 Pekan
Hasilnya, cukup jelas, tak ada determinasi serangan, pola serangan yang sulit di final third lawan, hingga jumlah shoot on target yang nihil.
"Kekalahan kami melawan Persita menjadi salah satu kekalahan yang terburuk buat musim ini," ucap Thomas Doll, dikutip dari laman resmi klub.
Padahal, Persija baru melakoni empat pertandingan, dan hasil dari Persita adalah kekalahan pertama buat tim Macan Kemayoran.
"Bukan kami kalah bersaing dengan pemainan Persita, tapi karena kami tidak siap untuk laga itu dan tentu saya ingin mengubah semua itu untuk laga pekan ini (lawan Persebaya)," jelasnya.
Pelatih asal Jerman yang pernah menjadi juru taktik Dortmund itu jelas paham dengan kondisi timnya, Marko Simic cedera, Hansamu Yama cedera, dan dua pemain muda potensial, Muhammad Ferarri serta Sandi Samosir menjalani aktivitas di luar tim.
Ditambah dengan dilema musim ini yang hanya punya 5 pemain asing 6 kuota sesuai regulasi LIB.
Kondisi tersebut tidak menguntungkan Persija.
Satu pemain asing yang rencananya adalah seorang pemain dengan tipikal menyerang, bisa main sebagai striker atau second striker tetapi batal terlaksana hingga bursa transfer ditutup.

"Memang seperti ini kondisinya,' kata Doll usai lawan Persita lalu.
"Kami harus bekerja keras karena tim ini masih butuh waktu untuk berlatih. Masih banyak hal yang harus dibenahi tim ini," jelasnya.
"Walaupun kami sedang berada di kondisi yang tidak bagus, kami tidak boleh komplain akan hal tersebut dan harus bekerja keras untuk pekan ini," ucapnya baru-baru ini.
"Kami harus punya ritme yang lebih baik serta semangat lebih," tegasnya.
Marko Simic menjalani pemeriksaan di kampung halamannya, Kroasia dan akan memakan waktu sekitar 6 pekan.
Otomatis, top skor Liga 1 2019 yang jadi harapan di lini depan Persija musim ini hanya jadi angan-angan.
Simic memang gagal mencetak gol di laga pertamanya, tetapi dibayar dengan dua gol saat mengalahkan Bhayangkara FC 4-1.
Dua gol tersebut melahirkan dan meyakinkan Thomas Doll untuk lini depan Persija musim ini.
Namun sayang, pemain berusia 35 tahun itu mengalami cedera saat warming up melawan Persita hingga digantikan dengan Aji Kusuma.
Dan kini, Aji yang bakal jadi andalan Thomas Doll.
"Saya tidak ingin kejadian laga terakhir terulang lagi di mana kami tidak melakukan tembakan ke gawang (lawan) sama sekali," ungkapnya.

Strateginya adalah dengan menambah intensitas dan daya gedor dari lini tengah tim. Thomas Doll ingin anak asuhnya bermain lebih agresif.
"Untuk pekan ini saya berkeinginan para pemain tengah mampu memberi daya gedor ke depan dan bisa turut andil mencetak gol," harapnya.
"Maka dari itu kami terus bekerja keras agar hal itu bisa terjadi," pungkasnya.
Harapan Thomas Doll disambut baik dengan Maciej Gajos, pemain asing Persija asal Republik Ceko yang bermain di lini tengah.
"Tentu saja saya akan membantu lini depan, bukan saya saja, tetapi semuanya pasti akan membantu untuk menyerang," beber Gajos.
"Saya tahu laga besok akan sulit karena beberapa pemain cedera, tapi saya tahu Thomas Doll akan memiliki taktik tersendiri untuk menghadapi hal itu," jelasnya.
"Jadi laga berikutnya (lawan Persebaya) harus berubah dan kami akan memainkan permainan yang lebih menyerang," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Sina)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.