Liga 1
Unggul Jumlah Pemain, Pelatih Persija Kecewa Witan Cs Gagal Menang di Kandang Persis
Thomas Doll kecewa karena Persija hanya meraih imbang di kandang Persis dengan skor 1-1.
Penulis:
Rochmat Purnomo
Editor:
Drajat Sugiri
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll kecewa timnya bermain imbang 2-2 di markas Persis Solo pada hasil Liga 1 2023 pekan 14, Sabtu (30/9) kemarin malam.
Berlangsung di Stadion Manahan, Persija Jakarta sebenarnya mencuri gol lebih dahulu lewat Oliver Bias pada menit 2.
Namun keunggulan Persija Jakarta itu hanya mampu dipertahankan selama 30 menit.
Tepatnya menit 32, tuan rumah Persis Solo berhasil mencetak gol penyama melalui Sutanto Tan.
Baca juga: Hasil Persis vs Persija: Oliver Bias & Aji Kusuma Cetak Gol Perdana, Macan Kemayoran Raih 1 Poin
Persija sendiri mendapat keuntungan besar pada menit 42 setelah bek asing Persis dikartu merah.
Jaimerson Xavier harus mandi lebih cepat karena mendapat kartu kuning keduanya.
Keunggulan jumlah pemain ini justru tidak bisa dimanfaatkan oleh Witan Sulaeman dkk.
Buktinya gawang Andritany Ardhiyasa malah kebobolan pada menit 50.
Althaf Indie membawa Persis berbalik unggul dengan keadaan bermain 10 orang pemain.
Situasi ini jelas tidak baik bagi Persija dan mereka baru bisa menyamakan kembali kedudukan pada menit 79.
Aji Kusuma mencetak gol Persija dan sekaligus akhir pertandingan yang bertahan dengan skor 2-2.

Kecewa
Hasil kurang memuaskan yang diterima Persija membuat Thomas Doll kecewa.
Ia lebih dahulu menyoroti permainan Persija yang terprovokasi dengan Persis.
Arsitek asal Jerman ini menyebut jika anak asuhnya memiliki karakteristik yang baik, pasti lebih fokus mencari cara menang.
Skuad berjuluk Macan Kemayoran ini terpancing provokasi tuan rumah sehingga ritme bermain berantakan.
"Menurut saya wajar saja para pemain Persis melakukan provokasi kepada pemain saya karena mereka ingin menghancurkan ritme permainan kami," buka Thomas Doll dikutip dari laman klub.
"Tetapi jika para pemain kami memiliki karakteristik yang bagus dan mampu mengontrol jalannya pertandingan, pasti keributan dan ganjaran kartu kuning dari wasit tidak akan terjadi," tambahnya.
Juru taktik berusia 57 tahun itu berharap bisa melihat para pemain Persija memperlihatkan karakter dan kepercayaan diri yang berbeda di laga-laga berikutnya.
"Saya tidak melihat adanya aura yang bagus dari setiap pemain."
"Mereka pun tidak menunjukkan kepercayaan diri setelah unggul jumlah pemain."
"Mereka lebih sering bermain dengan tatapan menunduk. Maka dari itu kami mendapat hasil imbang melawan Persis,” harap Thomas Doll.
Wajar saja kekecewaan yang dirasakan Thomas Doll, apalagi Persija gagal membawa pulang 3 poin dengan situasi unggul jumlah pemain.
Dengan hasil imbang yang diraih tersebut, Persija kini masih menduduki peringkat 9 dengan 19 poin.
Begitupun Persis yang berada di bawahnya urutan 10 dengan raihan poin sama.
(Tribunnews.com/Ipunk)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.