Piala Super Eropa
Wajah Tottenham Dinodai Bayern Munchen 4-0, Thomas Frank Siaga Lawan PSG
Wajah Tottenham ternodai dengan kekalahan 4-0 dari Bayern Munchen, modal berat melawan PSG di Piala Super Eropa.
TRIBUNNEWS.COM - Hari-hari Thomas Frank dibuat tak tenang dengan pramusim yang jauh dari kata sempurna. Hasil melawan Bayern Munchen dengan skor 4-0 jadi wajah Tottenham jelang menghadapi PSG di ajang Piala Super Eropa, Kamis (14/8/2025).
Kiper Tottenham, Vicario menghadapi 26 percobaan dan 8 tembakan tepat sasaran yang menghasilkan empat gol dari serangan Bayern Munchen.
Gawang Tottenham bisa saja kebobolan lebih banyak jika Vicario tidak melakukan 4 penyelamatan krusial yang menggagalkan tembakan Olise dan kolega.
Dalam 45 menit pertama, Munchen menghasilkan 15 tembakan ke gawang Tottenham.
Harry Kane mencetak gol setelah menerima umpan Michael Olise. Gol tersebut berbau offside karena Kane berada dalam posisi offside.
Namun karena tidak ada VAR, gol tersebut pada akhirnya disahkan oleh wasit.
Mantan striker Tottenham itu memiliki peluang untuk mencetak gol keduanya melalui titik putih penalti, tetapi tidak terwujud karena Kane tergelincir saat menendang bola. Walhasil, bola tembakannya melambung di atas mistar gawang.
Di babak kedua, Munchen mencetak 3 gol tambahan dari Coman, dan dua pemain muda yang masuk sebagai pemain pengganti.
Baca juga: Bayern Munchen vs Tottenham: Vincent Kompany Patenkan Trionya, The Lilywhites Dikejar Waktu
Mereka adalah Lennart karl dan Jonah Kusi-Asare. Keduanya masih berusia di bawah 20 tahun saat mencetak gol ke gawang Tottenham.
Menariknya, dua gol tersebut adalah tembakan plesing yang mengincar tiang jauh dari sisi penjaga gawang.
Gol Lennart menyasar ke sudut kanan gawang Vicario. Sebaliknya, Jonah Kusi mencetak gol dari plesing di tepi kotak penalti yang mengarah ke tiang jauh sisi kiri.
Upaya yang dilakukan oleh anak asuh Vincent Kompany tak lepas dari rapatnya barisan pertahanan Tottenham besutan Thomas Frank.
Frank pernah bercerita kepada Sky Sports bahwa hal yang disukainya adalah memainkan tiga bek dan membentuk lini pertahanan yang solid.
Oleh sebab itu, lini pertahanan Tottenham terlihat lebih kompek ketika meladeni dominasi Munchen.
Begitu pun ketika membangun serangan yang bersikeras dari belakang, namun belum bisa maksimal dan memberikan ruang yang dapat dieksploitasi oleh lawan mereka ketika melakukan presing tinggi.
Momen itu bisa dilihat dari gol kedua Bayern Munchen yang dicetak Kingsley Koeman pada menit 60.
Van de Ven di jantung pertahanan mendapat umpan pendek dari rekannya di lini tengah ketika dipressing pemain Munchen.
Ia kemudian memberikan umpan melebar ke sisi kiri, dan diterima oleh Spence.
Apesnya, Spence mendapat tekanan dari Laimer yang membuatnya kehilangan bola. Laimer kemudian memberikan umpan pendek kepada Coman. Sementara Laimer berlari masuk kotak penalti yang membuat pemain Tottenham tertarik mengikutinya.
Coman lolos dari pengawalan, menggiring bola ke sisi tengah kotak penalti dan lepaskan tembakan yang berbuah gol.
Pelatih Tottenham, Thomas Frank tidak menampik hasil mengecewakan ini. Spurs masih jauh dari level yang dia harapkan.
Hasil melawan Bayern Munchen menjadi kesempatan yang berharga bagi Tottenham untuk menghadapi Paris Saint-Germain di laga Piala Super Eropa.
"Kami tidak mencapai level yang bagus, itu kombinasi yang buruk tetapi kami pasti akan belajar dari laga ini," ucap Thomas Frank kepada SpursPlay, dikutip dari Sky Sports.
"Saya benar-benar mendapat beberapa jawaban yang akan kami selidiki dan kami renungkan dengan tenang, serta menelaahnya setelah pertandingan."
"Juga, sepertinya kami kekurangan energi yang perlu kami temukan," jelasnya.
Pertandingan yang lebih besar akan terjadi tengah pekan depan. Pemenang Liga Champions di bawah asuhan Luis Enrique dengan catatan gemilang sepanjang musim 2024/2025.
Jika permainan Tottenham seperti laga melawan Bayern Munchen, tidak menutup kemungkinan pesta gol akan dibuat oleh PSG.
Sam Blitz dari Sky Sports mengungkapkan, Thomas Frank perlu menerapkan pragmatisme yang bisanya ia gunakan saat di Brentford pada musim-musim sebelumnya.
Tottenham tidak hanya buruk saat menguasai bola, tetapi juga saat tanpa bola.
Thomas Frank selalu menyiapkan rencana untuk pertandingan Brentford. Jika rencana A untuk mengejar kemenangan, lalu rencana B saat tim dituntut lebih ofensif, bahkan hingga rencana C ketika mereka dalam kondisi tertinggal dari lawan.
"Saya pikir Anda perlu bersikap pragmatis sampai batas tertentu. Saya pikir itu juga merupakan keyakinan besar pada gaya Anda sendiri, dengan sedikit penyesuaian," ungkap pelatih yang membawa Brentford promosi ke Liga Inggris pada musim 2021 itu kepada Sky Sports beberapa waktu lalu.
Pertandingan Tottenham vs Bayern Munchen di Piala Super Eropa akan berlangsung di Blueenergy Stadium, Udinese, Italia pada Kamis (14/8/2025) pukul 02.00 WIB.
(Tribunnews.com/Sina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-pemain-Tottenham-Hotspur-saat-melawan-Eintracht-Frankfrut-babak-8-besar-Liga-Eropa.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.