Liga Inggris
David Beckham Susun Strategi Kudeta Keluarga Glazer di Manchester United
Legenda Timnas Inggris, David Beckham dikabarkan tengah menggandeng investor UEA untuk menyingkirkan Keluarga Glazer di Manchester United.
Ringkasan Berita:
- David Beckham susun rencana ambil alih saham Keluarga Grazer di Manchester United.
- Beckham dikabarkan tengah menggandeng konsorsium asal Uni Emirat Arab untuk mewujudkannya.
- Keluarga Glazer hanya ingin melepas Manchester United di atas £5 miliar.
TRIBUNNEWS.COM – Isu pengambilalihan Manchester United kembali mencuat. Kali ini, legenda klub David Beckham disebut-sebut tengah menggandeng konsorsium asal Uni Emirat Arab (UEA) untuk membeli saham mayoritas dari keluarga Glazer.
Menurut laporan Mirror, konsorsium UEA tersebut ingin menjadikan Beckham sebagai figur publik dalam proses akuisisi, memanfaatkan ketenarannya sebagai mantan pemain global sekaligus pemilik saham di Inter Miami dan Salford City.
Investor Timur Tengah itu bahkan dikabarkan telah menawarkan kesempatan bagi Beckham untuk ikut berinvestasi di Manchester United.
Beckham dianggap sebagai kandidat utama untuk memimpin penawaran, meski beberapa nama legenda lain seperti Eric Cantona dan Wayne Rooney juga sempat masuk pertimbangan.
Namun, keluarga Glazer disebut baru akan melepas saham mereka jika menerima tawaran di atas £5 miliar (sekitar Rp110 triliun), atau lebih dari dua kali lipat nilai pasar klub saat ini yang berada di kisaran £2 miliar (sekitar Rp44 triliun).
Sebagai informasi, keluarga Glazer mengambil alih United sekitar dua dekade lalu dengan nilai kesepakatan £790 juta (sekitar Rp17 triliun).
Mereka diyakini akan meminta harga tinggi untuk menutup potensi keuntungan masa depan, terutama jika klub melanjutkan rencana pembangunan stadion baru berteknologi modern.
Sementara itu, Sir Jim Ratcliffe lewat perusahaan INEOS kini menguasai sekitar 29 persen saham United setelah pembelian awal sebesar 27,7 persen pada Februari 2024.
Meski hanya memegang saham minoritas, beredar kabar bahwa Ratcliffe dapat dipaksa menjual sahamnya jika keluarga Glazer memutuskan menjual saham pengendali mereka, sebagaimana tertuang dalam klausul perjanjian internal.
Spekulasi semakin menguat setelah Turki Al-Sheikh, tokoh olahraga berpengaruh asal Arab Saudi, menimbulkan kehebohan di kalangan fans dan staf United.
Baca juga: Laporan Performa Manchester United di Jadwal Neraka, Setan Merah Berbagi Suka Duka
Turki Al-Sheikh sempat memposting unggahan yang menyinggung adanya “investasi besar” yang segera masuk ke klub, meski kemudian buru-buru mengklarifikasi pernyataannya.
“Kabar terbaik yang saya dengar hari ini adalah bahwa Manchester United kini berada di tahap akhir menyelesaikan kesepakatan untuk dijual ke investor baru, mudah-mudahan dia lebih baik dari pemilik sebelumnya," tulis Turki Al-Sheikh, dikutip dari Goal International.
Sejak saat itu, rumor soal akuisisi Manchester United terus menjadi bahan perbincangan panas di kalangan publik dan media Inggris.
Para penggemar Manchester United sendiri sudah pernah melihat drama serupa.
Pada 2024, Pengusaha Qatar Sheikh Jassim Al-Thani sempat mengajukan tawaran akuisisi penuh senilai lebih dari £5 miliar, sebelum mundur setelah berbulan-bulan negosiasi tanpa hasil.
Ratcliffe yang mendapatkan sebagaian saham pun sempat berkomentar sinis soal kegagalan tawaran Qatar itu:
“Sampai sekarang tak ada yang pernah benar-benar melihatnya (Sheikh Jassim). Keluarga Glazer pun tak pernah bertemu dengannya. Saya bahkan tak yakin dia benar-benar ada!” kata Ratcliffe.
(Tribunnews.com/Ali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/david-beckham-sambut-messi.jpg)