Finalissima
Finalissima 2026 Mendekat, Kondisi Argentina Semakin Babak Belur
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, khawatir dengan kondisi para pemainnya yang malah menunjukkan tren menurun menjelang Finalissima lawan Spanyol.
Ringkasan Berita:
- Argentina akan menghadapi Spanyol pada agenda Finalissima yang digelar 28 Maret 2026 mendatang.
- Pelatih Argentina mencemaskan kondisi banyak pemainnya yang dianggap sedang dalam kondisi menurun menjelang pertandingan penting tersebut.
- Hanya Lisandro Martinez dan Enzo Fernandez yang dipandang Scaloni berhasil menjaga performa dengan baik.
TRIBUNNEWS.COM - Timnas Argentina dan Spanyol sama-sama mulai mempersiapkan diri untuk pertemuan akbar mereka di luar kancah Piala Dunia.
Mereka akan berjumpa dalam laga bertajuk Finalissima yang digelar tak lama lagi.
Argentina dan Spanyol akan beradu kekuatan pada 28 Maret 2026 mendatang di Lusail Stadium, Qatar.
Baca juga: Lionel Scaloni Siapkan Rencana Argentina Kalahkan Spanyol di Finalissima, Kuncinya Lamine Yamal
Argentina datang ke Lusail dengan status sebagai juara dunia pada 2022 lalu.
Sedangkan Spanyol mencoba menantang sang pemegang mahkota tingkat dunia dengan status sebagai pemenang Euro 2024.
Secara tingkatan kompetisi, Argentina boleh sedikit berbangga atas sang lawan.
Status juara dunia tak bisa dimiliki sembarang tim.
Biasanya jawara Piala Dunia akan memiliki skuad mentereng yang siap diadu dengan tim manapun.
Namun kondisi itu barangkali tak sedang tercermin dalam persiapan tim Tango, julukan Argentina, kali ini.
Pelatih Lionel Scaloni memiliki kekhawatiran soal anak asuhnya.
Ia dan tim pelatih Argentina memiliki kecemasan soal apa yang sedang terjadi di dalam skuadnya.
Mereka menilai banyak pemain Argentina tampil dalam keadaan tak maksimal.
Sebagaimana hal itu dilaporkan jurnalis Argentina, Esteban Edul.
"Scaloni khawatir tentang performa beberapa pemainnya yang sedang di bawah level terbaik menjelang Finalissima dan Piala Dunia," tulis Esteban di akun X pribadinya.
Scaloni disebut hanya memberikan penilaian tinggi kepada dua pemain saja.
Kedua pemain yang masuk daftar pujian itu adalah Lisandro Martinez dan Enzo Fernandez.
Lisandro dan Enzo bermain bagi tim Liga Inggris, Manchester United dan Chelsea.
Kiprah Lisandro Martinez barangkali menjadi hal yang pantas dibanggakan.
Licha, sapaannya, sebenarnya punya beban besar memasuki tahun 2026.
Ia baru saja sembuh dari cedera lutut parah yang mencegahnya bermain selama hampir 10 bulan.
Namun pemain berusia 28 tahun itu membuktikan diri bisa bangkit dan segera menemukan sentuhan terbaik.
Tak perlu waktu lama baginya untuk langsung masuk kembali ke daftar pemain utama Manchester United.
Licha menjadi bagian penting saat MU mengalami tren kebangkitan bersama pelatih Michael Carrick.
Sementara itu, Enzo Fernandez juga tak luput dari pujian besar.
Ia berhasil memastikan lini tengah Chelsea stabil di tengah berjejalnya pemain muda.
Enzo naik turun dengan rajin membantu serangan dan pertahanan tim yang membuat The Blues tetap menjadi ancaman nyata di papan atas.
Gonjang-ganjing pergantian pelatih bisa dilewati Chelsea dengan baik.
Salah satunya dengan andil besar Enzo yang menjadi motor permainan secara umum.
Moncernya kedua pemain ini seharusnya bisa menjadi contoh bagi para pemain Argentina lainnya.
Mereka harus segera meningkatkan kualitas dan fisik agar prima saat tampil membela Argentina di Finalissima.
Bukan tak mungkin dengan penampilan gemilang di Finalissima akan membuat mereka bisa memastikan tempat di skuad Piala Dunia 2026 mendatang.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/copa-america-2024-tekuk-kanada-2-0-argentina-melaju-ke-final_20240710_102519.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.