Sabtu, 6 Juni 2026

Liga Italia

Fabregas Realistis Hadapi AC Milan: Como Bukan Penantang Juara, Tapi Punya Ambisi Besar

Fabregas pilih realistis hadapi AC Milan, sebut timnya memang kalah pengalaman namun akui anak asuhnya punya ambisi besar.

Tayang:
Instagram Como 1907
PELATIH COMO - Pelatih Como 1907 asal Spanyol Cesc Fabregas dalam persiapan Serie A Italia musim 2024/2025. Pelatih Cesc Fabregas pilih realistis hadapi AC Milan di Liga Italia 2025/2026 pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, sebut timnya memang kalah pengalaman namun akui anak asuhnya punya ambisi besar. 
Ringkasan Berita:
  • Cesc Fabregas optimistis Como 1907 bisa tampil lebih baik dan membalas kekalahan saat tandang ke AC Milan, meski tetap realistis soal kekuatan lawan.
  • Fabregas menegaskan proyek Como masih tahap awal, penuh pemain muda, dan belum siap bersaing juara—inkonsistensi dianggap bagian dari proses berkembang.
  • AC Milan diakui unggul pengalaman dan ketenangan di laga besar, sementara Como menargetkan finis zona Eropa, bukan Scudetto.

TRIBUNNEWS.COM – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menatap laga tandang melawan AC Milan dengan ambisi besar. Ia berharap bisa membalas kekalahan 1-3 yang diderita timnya pada pertemuan pertama di awal musim, dan optimistis situasi akan berbeda saat bertanding di San Siro pada Kamis (19/2/2026) pukul 02.45 WIB.

Meski berstatus tim promosi dan berisikan pemain muda, Como tampil mengejutkan di bawah asuhan Fabregas.

Tak heran jika eks gelandang Barcelona itu kini mulai disebut sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di sepak bola Eropa.

Dengan filosofi permainan progresif dan pendekatan taktis modern, Fabregas bahkan disebut-sebut memiliki kemiripan dengan sejumlah manajer elite Eropa saat ini.

Rekam jejak positif bersama Como membuat namanya kian diperhitungkan, terlebih jika mampu mencuri poin atau bahkan kemenangan dari AC Milan.

Menjelang pertandingan, Fabregas berbicara kepada media dan menegaskan fokusnya sepenuhnya tertuju pada perkembangan tim, bukan pada adu argumen dengan pelatih Milan, Massimiliano Allegri, seperti dikutip dari MilanPress.

BERGABUNG COMO 1907- Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea Cesc Fabregas telah bergabung dengan Como 1907 di Serie B Italia.  Como 1907 adalah klub Serie B Italia yang sahamnya dimiliki Djarum Grup.
BERGABUNG COMO 1907 - Mantan gelandang Arsenal, Barcelona, dan Chelsea Cesc Fabregas telah bergabung dengan Como 1907 di Serie B Italia. Como 1907 adalah klub Serie B Italia yang sahamnya dimiliki Djarum Grup. (Tangkapan layar Twitter)

“Bermain bagus tidak selalu berarti menang. Sepak bola bisa dijelaskan dengan banyak cara. Yang terpenting adalah melakukan hal yang benar dan mencoba melakukannya dengan benar,” ujar Fabregas.

“Kami adalah klub dan proyek yang masih sangat muda. Itu adalah proses. Kami belum siap untuk memenangkan Scudetto," tambahnya.

Fabregas menegaskan bahwa ketidakkonsistenan adalah bagian alami dari perjalanan tim muda seperti Como.

Menurutnya, kegagalan dan kekalahan justru menjadi alat pembelajaran penting.

Baca juga: AC Milan Ketagihan Pemain Gratisan, Luka Modric Jilid 2 Muncul dari Man City

“Saya tahu kami bermain bagus. Tapi dalam cara saya memahami sepak bola, saya selalu berada di lingkungan yang menuntut kemenangan dengan pemain dan pelatih terbaik,” jelasnya.

“Bagi kami, jalannya tidak selalu lurus. Tapi justru itu yang membuat Anda berkembang dan melihat sepak bola dari perspektif lain," kata Fabregas.

“Jalan ini panjang dan indah. Apa pun hasilnya, baik menang maupun kalah, pesan saya kepada tim selalu sama.”

Realistis Hadapi Kekuatan Milan

Soal Milan, Fabregas bersikap realistis. Ia mengakui Rossoneri memiliki keunggulan pengalaman dan ketenangan yang belum dimiliki timnya.

“AC Milan selalu unggul dalam momen-momen penting. Kami harus beradaptasi. Tidak benar jika menganggap pertandingan ini akan sama seperti sebelumnya,” katanya.

“Untuk apa yang kami bangun di Como, saya menginginkan sesuatu yang berbeda. Tapi mereka yang berpikir Como siap memenangkan Scudetto itu salah. Saya sudah mengatakan itu sejak hari pertama.”

SELEBRASI MODRIC - Pemain AC Milan asal Kroasia, Luka Modric, melakukan selebrasi setelah timnya memperoleh kemenangan skor 2-1 dari Napoli pada lanjutan pekan ke-5 Liga Italia di San Siro Stadium pada Senin (29/9/2025). (Instagram Milan - 29/9/2025)
SELEBRASI MODRIC - Pemain AC Milan asal Kroasia, Luka Modric, melakukan selebrasi setelah timnya memperoleh kemenangan skor 2-1 dari Napoli pada lanjutan pekan ke-5 Liga Italia di San Siro Stadium pada Senin (29/9/2025). (Instagram Milan - 29/9/2025) (Instagram.com/acmilan)

Fabregas juga menyinggung kekalahan dari beberapa tim Serie A lain sebagai bukti bahwa proyek Como masih dalam tahap awal.

“Kami kebobolan banyak gol dari Fiorentina, kami tidak cukup baik melawan Cagliari, Genoa, Atalanta. Kami tidak punya pemain fenomenal atau pemain yang bisa mengubah pertandingan sendirian.”

Dalam pernyataan yang jujur, Fabregas membandingkan skuadnya dengan raksasa Eropa.

“Kami tidak punya Lamine Yamal atau Lewandowski. Tapi kami ingin terus berkembang, berinovasi, dan mempercepat proses,” tegasnya.

“Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kami akan menjadi lebih dewasa dan benar-benar memahami apa yang ingin kami capai.”

Fabregas menutup dengan refleksi soal perbedaan pengalaman antara timnya dan Milan.

“Dalam pertandingan besar, AC Milan tetap tenang meski menderita. Mereka menunggu momen. Itu hanya bisa datang dari pengalaman,” katanya, seraya menyinggung nama Luka Modric sebagai contoh pemain yang tak terpengaruh tekanan besar.

“Pengalaman seperti itulah yang belum kami miliki. Dan itulah hal yang harus kami pahami jika ingin terus berkembang," pungkasnya.

Kedua tim mengusung misi berbeda dalam perebutan tiga poin di Stadion San Siro.

AC Milan berambisi memangkas jarak dengan Inter Milan dalam perburuan gelar juara, sementara Como bertekad menjaga peluang finis di zona kompetisi Eropa.

Saat ini, AC Milan menempati posisi kedua klasemen dengan koleksi 53 poin, tertinggal delapan angka dari Inter Milan yang masih kokoh di puncak.

Di sisi lain, Como mengoleksi 41 poin, hanya terpaut satu angka dari Atalanta yang berada di zona Liga Konferensi Eropa, serta berjarak enam poin dari AS Roma di zona Liga Champions.

(Tribunnews.com/Ali)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved