FIFA Matchday
Argentina Membajak Senegal, Lionel Messi Cs Dadakan Ajak Uji Tanding
Kegagalan Argentina bertanding melawan Spanyol membuat mereka dadakan mencari lawan bertanding untuk agenda FIFA Matchday 23-31 Maret
Ringkasan Berita:
- Kegagalan Argentina bertanding di Finalissima tahun ini membuat agenda pertandingan mereka kalang kabut.
- Lionel Messi dan kawan-kawan terancam tak mendapatkan lawan bertanding pada FIFA Matchday kali ini.
- Mereka mencoba mengajak Senegal bertanding, tetapi ditolak karena sudah ada agenda terlebih dahulu.
TRIBUNNEWS.COM - Argentina dibuat pusing dengan kegagalan mereka berlaga melawan Spanyol di Finalissima yang sejatinya digelar akhir bulan ini.
Kegagalan tersebut mendorong Argentina melalui Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA mencoba mencari lawan pengganti untuk diajak bertanding.
Mereka nampaknya tak ingin melewatkan kesempatan bertanding dan mendapatkan poin pada FIFA Matchday yang digelar 23-31 Maret ini.
Tambahan poin berapapun dari pertandingan uji coba tersebut akan berguna bagi Argentina yang mencoba mempertahankan posisi di peringkat teratas.
Salah satu negara yang paling diincar Tim Tango untuk diajak bertanding adalah Senegal.
Baca juga: Diundang Tanding di Brasil, Timnas Futsal Indonesia Berpeluang Jajal Spanyol, Brasil, dan Argentina
Kekuatan Senegal yang merata dari lini depan hingga belakang membuat Argentina kepincut dengan kekuatan negara dari Afrika tersebut.
AFA barangkali sudah pede bakal mendapatkan lampu hijau dari negara yang dimaksud.
Keberadaan banyak pemain bintang, termasuk Lionel Messi di dalamnya, membuat tawaran uji tanding dari Argentina akan sangat sulit ditolak.
Namun Senegal ternyata berani menolak ajakan tersebut.
Mereka memalingkan badan dari Argentina lantaran sudah punya agenda terlebih dahulu.
Sebenarnya Tim Tango pun tahu Senegal sudah punya agenda uji coba melawan Gambia untuk FIFA Matchday kali ini.
Namun mereka tetap berupaya menggoda Senegal agar mau bertanding dengan mereka saja dan membatalkan laga kontra Gambia.
Kontak yang dilakukan AFA sekira tiga hari lalu itu pun berujung sia-sia.
"Kami tidak bisa melakukannya kepada Gambia (membatalkan uji coba)," kata pihak Senegal.
"Kami akan tetap memainkan pertandingan tersebut," sambungnya.
Penolakan ini membuat AFA harus memutar otak lagi mencari lawan bertanding bagi negaranya.
Untuk saat ini mencari lawan bertanding secara dadakan memang tak mudah.
Pasalnya FIFA belum lama membentuk ajang FIFA Series.
Adanya FIFA Series membuat negara-negara yang sebelumnya sulit mendapatkan lawan bertanding yang bervariasi, menjadi mendapatkan kesempatan lebih besar.
Dengan demikian, memang akan sangat sulit bagi Argentina untuk tetap mengupayakan pertandingan uji coba di bulan ini.
Kegagalan Finalissima
Padahal rencana awalnya agenda Finalissima akan dilaksanakan pada 27 Maret 2026 mendatang di Qatar.
UEFA selaku penyelenggara Finalissima mengonfirmasi kegagalan ajang itu digelar.
Dalam pernyataan resmi mereka, UEFA sekaligus memberikan kronologi saling lempar tawaran proposal hingga berujung tidak tercapainya kesepakatan.
"Setelah melalui banyak diskusi antara UEFA dan otoritas penyelenggara di Qatar, hari ini diumumkan bahwa karena situasi politik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut, pertandingan Finalissima antara juara UEFA EURO 2024 Spanyol dan juara CONMEBOL Copa América 2024 Argentina tidak dapat dimainkan sesuai rencana di Qatar pada 27 Maret," kata UEFA dalam pernyataan resminya.
"Dengan tekat kuat untuk menyelamatkan pertandingan penting tersebut, dan meskipun terdapat kesulitan yang dapat dimengerti untuk memindahkan pertandingan sebesar ini dalam waktu yang sangat singkat, UEFA telah menjajaki alternatif lain yang memungkinkan, namun pada akhirnya masing-masing opsi tersebut terbukti tidak dapat diterima oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina."
"Pilihan pertama adalah menggelar pertandingan di Stadion Santiago Bernabéu di Madrid pada tanggal yang sama dengan pembagian suporter 50:50 di stadion. Ini akan memberikan panggung kelas dunia yang pantas untuk acara bergengsi seperti itu, namun Argentina menolak."
"Pilihan kedua adalah menggelar Finalissima dalam dua leg — satu di Stadion Santiago Bernabéu pada 27 Maret dan yang lainnya di Buenos Aires pada jeda internasional sebelum UEFA EURO dan Copa América 2028, dengan pembagian suporter 50:50 untuk pertandingan di Madrid. Opsi ini juga ditolak."
"Pada akhirnya, UEFA meminta komitmen dari Argentina bahwa jika dapat ditemukan tempat netral di Eropa, pertandingan dapat tetap dilaksanakan pada 27 Maret, sesuai rencana yang telah diumumkan pada 18 Desember 2025, atau pada tanggal alternatif 30 Maret. Namun, usulan ini juga ditolak."
"Argentina mengajukan usulan balasan untuk memainkan pertandingan tersebut setelah Piala Dunia. Namun, karena Spanyol tidak memiliki tanggal yang tersedia, opsi itu harus dikesampingkan. Pada akhirnya, dan bertentangan dengan rencana awal yang telah disepakati bahwa pertandingan akan berlangsung pada 27 Maret, Argentina menyatakan hanya bersedia bermain pada 31 Maret, tanggal yang pada akhirnya terbukti tidak dapat dilaksanakan."
"Sebagai akibatnya, dan dengan penyesalan dari pihak UEFA, edisi Finalissima kali ini dibatalkan," terang mereka.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Lionel-Messi-argentina-puerto-rico.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.