Liga Champions
Ada Udang di Balik BU, Minimal Bayern Munchen Semifinal Liga Champions
Bayern Munchen lagi BU alias butuh uang, sehingga target minimal mereka di LOiga Champions adalah semifinal.
Ringkasan Berita:
- Bayern Munchen memiliki alasan cukup pelik dengan menargetkan minimal mencapai semifinal Liga Champions 2025/2026
- Krisis keuangan menjadi alasan utama mengapa Munchen harus setidaknya lolos ke empat besar, termasuk menyingkirkan Real Madrid di perempat final
- Efek dari krisis finansial dialami Bayern Munchen membuat sejumlah pemain mengalami pemangkasan gaji
TRIBUNNEWS.COM - Memodifikasi pepatah "ada udang di balik batu" menjadi "ada udang di balik BU", merupakan penggambaran jelas dari target minimal Bayern Munchen di Liga Champions 2025/2026.
BU yang dalam bahasa gaul kekiniaan berarti "Butuh Uang", tepat seperti yang dialami raksasa Bundesliga, Bayern Munchen.
Kondisi finansial klub yang tak sehat mengharuskan Bayern Munchen besutan Vincent Kompany harus mencapai, paling tidak di babak semifinal Liga Champions musim ini.
Seperti dilaporkan media lokal, Sport Bild, juara terbanyak Jerman itu terancam mengalami kerugian untuk pertama kalinya pada tahun buku ini.
Oleh karena itu, otoritas klub telah menetapkan lolos ke semifinal Liga Champions sebagai target minimal secara internal untuk mencegah potensi kerugian.
Kualifikasi ke perempat final yang akan datang akan mengantarkan Bayern 12,5 juta euro (Rp244 miliar) ke kas klub, yang sudah dapat diperhitungkan setelah kemenangan 6-1 pada leg pertama babak 16 besar melawan Atalanta Bergamo menjelang leg kedua.
Pada laga dini hari nanti pukul 03.00 WIB, Kamis (19/3), Bayern Munchen menjamu Atalanta di Allianz Arena, Jerman.
Keunggulan agregat 6-1 pada pertemuan pertama, membuat Bayern Munchen 99 persen menyegel tiket lolos perempat final.
Jika berhasil melaju lagi melawan Real Madrid, yang berhasil mengalahkan Manchester City, hal itu akan berarti tambahan pendapatan sebesar 15 juta euro atau hampir mencapai Rp300 miliar.
Namun tantangannya adalah memenuhi target minimal semifinal Liga Champions. Sebab, lawan yang mengadang Die Roten jelas bukan tim kaleng-kaleng, melainkan raja terakhir.
Yap, tim yang dimaksud tak lain Real Madrid.
Madrid membuktikan DNA mereka sebagai penguasa Liga Champions lewat agregat meyakinkan 5-1 atas Manchester City untuk lolos ke 8 Besar.
Hattrick Fede Valverde di Bernabeu, ditambah brace Vinicius Junior pada leg kedua, yang hanya bisa dibalas satu gol Erling Haaland, membuktikan seperti apa kualitas pemilik gelar juara terbanyak di kompetisi Liga Champions ini.
Pada babak semifinal, kemungkinan lawan yang dihadapi Munchen adalah antara Paris Saint-Germain (PSG) atau Liverpool, tanpa mengecilkan arti Galatasaray.
Sementara kandidat kuat lawan dari bracket sebelah untuk final Liga Champions antara Arsenal, Barcelona, dan Atletico Madrid.
Baca juga: Bayern Munchen vs Atalanta: Krisis Kiper, FC Hollywood Andalkan Pemain 16 Tahun
Efeknya Gaji Pemain Alami Pemotongan
Selain itu, Direktur Olahraga Bayern Munchen, Max Eberl kembali mendapat mandat dalam rapat dewan pengawas pada Februari untuk menurunkan biaya gaji pemain.
Upaya ini, seperti tahun lalu, tentu saja disertai dengan beberapa kendala.
Setelah para pemain dengan gaji tinggi seperti Leroy Sane, Kingsley Coman, dan Thomas Muller hengkang dari klub pada musim panas lalu, hierarki gaji di klub mungkin akan mengalami perubahan ke arah atas dalam beberapa bulan mendatang.
Pertama, Dayot Upamecano masuk ke "Kategori 2" pemain dengan gaji tertinggi berkat perpanjangan kontraknya, di mana para pemain bisa mendapatkan hingga 20 juta euro.
Termasuk di dalamnya adalah Joshua Kimmich, Alphonso Davies, dan Manuel Neuer, termasuk bonus.
Jika Neuer tidak mengakhiri kariernya dan menandatangani kontrak satu tahun lagi, kiper nomor satu yang sudah lama itu harus rela mengurangi gajinya menurut laporan tersebut.
Hal ini telah berhasil dilakukan Eberl saat perpanjangan kontrak Serge Gnabry (hingga 2028), sementara Upamecano, Davies, dan Musiala menjadi lebih mahal.
Michael Olise dan Luis Diaz diperkirakan juga berada di level gaji yang sama dengan pemain timnas tersebut.
Gaji tahunan kedua pemain sayap ini diperkirakan mencapai total 34 juta euro, sekitar enam juta euro lebih rendah daripada Coman dan Sane.
(Tribunnews.com/Giri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Selebrasi-Harry-Kane-bersama-rekan-setimnya-Bayern-Munchen-saat-cetak-gol-ke-gawang-Leverkusen.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.