Kamis, 16 April 2026

Liga Champions

Real Madrid vs Bayern Munchen: Rivalitas Abadi di Perempat Final Liga Champions

Bayern Munchen kembali bertemu Real Madrid di babak perempat final Liga Champions musim 2025/2026. Itu akan jadi petemuan ke-29 dalam sejarah UCL.

AFP/JAVIER SORIANO
Pemain depan Real Madrid asal Brasil Vinicius Junior menjegal gelandang Jerman Bayern Munich Joshua Kimmich selama pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan FC Bayern Munich di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 Mei 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) 
Ringkasan Berita:
  • Real Madrid dan Bayern Munich kembali bertemu di perempat final Liga Champions dalam duel klasik penuh sejarah.
  • Kedua tim telah bertemu 28 kali dan sama-sama mencatatkan 12 kemenangan.
  • Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di semifinal 2024, di mana Munchen gagal ke final setelah dua gol telat dari Madrid pada leg kedua,

TRIBUNNEWS.COM - Kemenangan telak Bayern Munchen dengan agregat 10-2 atas Atalanta di 16 besar Liga Champions membawa mereka berjumpa dengan Real Madrid di babak 8 besar.

Ya, dua tim raksasa Eropa, Real Madrid dan Bayern Munchen akan kembali bertemu di babak perempat final Liga Champions.

Real Madrid lebih dulu ke perempat final setelah mengalahkan Manchester City dengan agregat 5-1. 

Di sisi lain, Bayern Munich melaju dengan penuh percaya diri. Kemenangan telak dari Atalanta membuat mereka untuk ketiga kalinya menang dengan selisih 8 gol atayu lebih.

Dua sebelumnya Bayern membuat pada 2009 saat menghancurkan Sporting CP 12-1 dan pada 2017 membungkan Arsenal 10-2.

Baca juga: Sorotan Hasil Liga Champions: Salah & Kane Capai 50 Gol, Yamal Gasak Mbappe, Lewa Tua-tua Keladi

Rivalitas Paling Ikonik di Eropa

Duel Real Madrid vs Bayern Munchen ini bukan sekadar perebutan tiket semifinal, melainkan lanjutan rivalitas paling ikonik dalam sejarah kompetisi. 

Kedua tim sudah sering bertemu. Bahkan Real Madrid adalah lawan yang paling sering dihadapi oleh Bayern Munchen di Liga Champions.

Sudah ada 28 pertemuan dalam sejarah di Liga Champions/Piala Eropa, dengan rekor yang sama-sama kuat, masing-masing mencatatkan 12 kemenangan.

Namun, luka lama masih membekas di kubu Bayern. Pertemuan terakhir pada semifinal 2024 berakhir pahit.

Di leg pertama, Madrid yang diasuh Ancelotti menahan imbang 2-2 di Jerman.

Pada leg kedua Bayern di atas angin ketika unggul 1-0 hingga menit 89' sebelum dua gol telat Madrid.

Laga sempat diwarnai keputusan kontroversial wasit dalam gol yang menggagalkan peluang Bayern asuhan Thomas Tuchel. 

Kini, keduanya telah sama-sama berganti pelatih dengan Alvaro Arbeloa di Madrid, dan Vincent Kompany yang akan mengusung misi balas dendam untuk Munchen.

Pemain depan Bayern Munich asal Inggris Harry Kane dikelilingi oleh gelandang Real Madrid asal Prancis Eduardo Camavinga, bek Real Madrid asal Jerman Antonio Rudiger dan bek Real Madrid asal Spanyol Nacho Fernandez (kanan) pada pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan FC Bayern Munich di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 Mei 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)
AKSI HARRY KANE - Pemain depan Bayern Munich asal Inggris Harry Kane dikelilingi oleh gelandang Real Madrid asal Prancis Eduardo Camavinga, bek Real Madrid asal Jerman Antonio Rudiger dan bek Real Madrid asal Spanyol Nacho Fernandez (kanan) pada pertandingan sepak bola leg kedua semifinal Liga Champions UEFA antara Real Madrid CF dan FC Bayern Munich di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 Mei 2024. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) (AFP/JAVIER SORIANO)

Kunci Laga: Mentalitas vs Intensitas

Bagi Kompany, menghadapi Madrid berarti menghadapi standar tertinggi sepak bola Eropa.

Ia menegaskan bahwa kualitas dan sejarah kedua tim membuat laga ini melampaui sekadar duel biasa.

"Sejarah kedua klub ini sangat besar, dan kualitas di lapangan akan menjadi sesuatu yang istimewa," ujar Kompany, dikutip dari laman resmi klub.

Pelatih Bayern itu menyoroti satu hal penting: Madrid selalu tampil lebih kuat di level tertinggi. 

Karena itu, ia menyiapkan pendekatan yang menuntut intensitas penuh—pressing tinggi, kolektivitas, dan disiplin dalam bertahan.

Kompany juga menekankan keseimbangan: Bayern tidak hanya harus agresif, tetapi juga mampu tetap tenang saat bertahan. 

"Tidak peduli siapa lawan kami: ketika kami melakukan pressing tinggi, semua orang harus ikut serta. Itu kuncinya."

"Melawan lawan seperti itu, Anda membutuhkan pemain yang percaya diri – dan kami memiliki kepercayaan diri itu," kata Kompany.

SELEBRASI - Selebrasi pemain Bayern Munchen Harry Kane saat cetak gol ke gawang Atalanta pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
SELEBRASI - Selebrasi pemain Bayern Munchen Harry Kane saat cetak gol ke gawang Atalanta pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 di Allianz Arena, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB. (Instagram Bayern Munchen)

Baca juga: Jadwal Perempat Final Liga Champions: PSG vs Liverpool, Arne Slot Antusias Singgung Laga Terbaik

Nada serupa juga datang dari Harry Kane. Striker utama Bayern itu secara tegas menyebut laga melawan Madrid sebagai ujian berat, tetapi bukan sesuatu yang harus ditakuti.

Kane menekankan bahwa Bayern datang dengan modal kepercayaan diri tinggi, baik dari performa musim ini maupun kemenangan besar sebelumnya. 

Baginya, kunci menghadapi Madrid adalah kesiapan untuk “bertarung” dan bermain dengan pendekatan yang tepat.

"Kami tidak takut pada siapa pun. Kami tahu itu akan sulit, tetapi dengan kepercayaan diri dari pertandingan ini dan dari musim sejauh ini, kami hanya perlu melanjutkan seperti ini," jelas Kane. 
 
Pernyataan Kane memperlihatkan mentalitas Bayern saat ini: respek terhadap lawan, tetapi tanpa inferioritas. 

Sebuah sinyal bahwa mereka tidak sekadar datang sebagai penantang, melainkan tim yang siap mengubah cerita.

Taruhan Besar Menuju Budapest

Pemenang duel ini akan menghadapi salah satu dari Paris Saint-Germain atau Liverpool di semifinal. 

Artinya, jalan menuju final di Budapest semakin berat, dan duel Madrid vs Bayern bisa menjadi “final dini”.

Dengan sejarah, kualitas, dan tensi emosional yang tinggi, laga ini menjanjikan pertarungan kelas dunia—di mana detail kecil bisa menjadi penentu.

Leg pertama Madrid vs Munchen dijadwalkan berlangsung di Bernabeu pada 8 April, sebelum leg kedua digelar di Allianz Arena pada 14 atau 15 April.

(Tribunnews.com/Tio)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved