Futsal
Ketum FFI Michael Sianipar Tekankan Evaluasi Sebagai Kunci Peningkatan Performa Tim Futsal
Ia pun mencontohkan pengalaman Timnas Futsal Indonesia yang sempat kalah dari Vietnam di SEA Games.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menekankan pentingnya evaluasi sebagai faktor utama dalam meningkatkan kualitas tim dan pembinaan olahraga futsal di Indonesia.
Menurutnya, sistem kompetisi yang tidak langsung gugur menjadi salah satu cara efektif untuk memberikan ruang bagi tim melakukan evaluasi dan berkembang.
“Kalau bicara ideal, kompetisi itu sebaiknya tidak langsung gugur. Karena elemen penting dalam pengembangan olahraga adalah evaluasi,” ujar Michael Victor Sianipar dalam podcast bersama Tribunnews.
Ia mencontohkan kondisi di level pelajar, di mana sebuah tim bisa mempersiapkan diri selama berbulan-bulan, namun harus langsung tersingkir setelah satu kekalahan.
“Saya membayangkan ada sekolah yang sudah persiapan tiga bulan, lalu masuk kompetisi dan kalah di pertandingan pertama. Langsung selesai. Padahal mereka tidak punya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan,” jelasnya.
Michael menilai, kesempatan untuk bangkit setelah kekalahan justru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan kualitas tim.
Ia pun mencontohkan pengalaman Timnas Futsal Indonesia yang sempat kalah dari Vietnam di SEA Games.
Kekalahan tersebut justru menjadi momentum untuk berbenah dan meningkatkan performa.
“Setelah kalah, para pemain justru jadi berpikir dan termotivasi. Itu bagian dari proses pengembangan yang baik. Evaluasi itu penting,” ujar Michael.
Meski demikian, ia juga memahami bahwa penerapan sistem kompetisi ideal tidak selalu mudah, terutama di level pelajar yang terbatas oleh waktu dan biaya.
“Kalau semua kompetisi harus berbentuk liga penuh, tentu butuh waktu dan biaya besar. Jadi kita harus mencari jalan tengah,” terangnya.
Untuk itu, FFI terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak guna menciptakan format kompetisi yang lebih berkelanjutan.
Dengan banyaknya turnamen yang digelar sepanjang tahun, diharapkan tim-tim, baik dari sekolah maupun akademi, memiliki lebih banyak kesempatan bertanding dan melakukan evaluasi.
“Sekarang sudah banyak kompetisi yang berjalan, ada yang di awal tahun, ada juga di akhir tahun. Jadi tim tidak hanya bertanding sekali dalam setahun, tetapi bisa terus berkompetisi dan berkembang,” pungkas Michael.
Dengan sistem yang lebih berkelanjutan dan ruang evaluasi yang cukup, FFI berharap kualitas futsal Indonesia dapat terus meningkat di masa depan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hector-Souto-Juru-Taktik-Timnas-Futsal-Indonesia-yang-Aktraktif_20260206_080641.jpg)