Liga Italia
Dongeng Como 1907 di Negeri Pizza, Sentuhan Ajaib Fabregas yang Usik Raksasa Italia
Dongeng indah sedang diukir Como 1907 yang dibesut Cesc Fabregas di kompetisi sepak bola Negeri Pizza atau Italia.
Ringkasan Berita:
- Dongeng indah sedang diukir Como 1907 yang dibesut Cesc Fabregas di kompetisi sepak bola Negeri Pizza atau Italia.
- Catatan kemenangan beruntun dalam lima laga terakhir di Liga Italia, menjadi bukti ganasnya performa Como 1907.
- Selain mampu bersaing di zona Liga Champions, Como 1907 juga kian dekat dengan final Coppa Italia.
TRIBUNNEWS.COM - Dongeng indah sedang diukir Como 1907 yang dibesut Cesc Fabregas di kompetisi sepak bola Negeri Pizza atau Italia.
Penampilan Como 1907 terlihat makin menjanjikan jelang berakhirnya kompetisi musim 2025/2026.
Terbaru, Como 1907 tampil kesetanan saat membantai Pisa dengan skor telak 5-0 di kandang sendiri, Minggu (22/3/2026) tadi malam.
Meskipun Pisa memang bukanlah lawan sepadan, kemenangan telak ini menjadi bukti kian impresifnya penampilan Como 1907.
Kemenangan demi kemenangan pun didapatkan Como 1907 secara konsisten hingga pekan ke-30 Liga Italia musim ini.
Baca juga: Update Hasil Klasemen Liga Italia: Inter Milan Terpeleset Lagi, AC Milan Full Senyum
Bahkan, Como 1907 saat ini tengah menikmati predikat sebagai tim dengan performa paling ganas dalam lima laga terakhirnya.
Dikatakan paling ganas, karena Como 1907 mampu menyapu bersih lima laga terakhirnya dengan kemenangan alias 15 poin sempurna.
Juventus, Lecce, Cagliari hingga AS Roma menjadi korban keganasan performa Como 1907 dalam lima laga terakhir tersebut.
Berkat rentetan hasil positif tersebut, Como 1907 terus merangkak naik posisinya, mengusik para raksasa Italia di tangga klasemen.
Kemenangan terbaru atas Pisa kian mempertegas posisi Como 1907 di pos empat besar alias zona Liga Champions.
Berkat koleksi 57 poin, hasil dari 16x menang, 9x imbang dan 5x kalah dari 30 laga, membuat Como 1907 hanya berada di belakang Inter Milan, AC Milan dan Napoli.
Dengan menyisakan delapan laga lagi, peluang Como 1907 untuk bisa menyelesaikan kompetisi Liga Italia musim ini di posisi lebih baik masih terbuka lebar.
Melihat performa kejutan yang sejauh ini diperlihatkan Como 1907, pujian khusus layak diberikan kepada Fabregas selaku pelatih muda klub tersebut.
Berkat racikan elitnya, Fabregas seakan mampu membuat Como 1907 menjelma sebagai tim underdog yang sulit terprediksi performanya.
Mengusung skema formasi 4-2-3-1, Como 1907 mampu bermain secara atraktif dalam hal menyerang dan menawarkan gaya main yang berbeda dengan tim Italia umumnya.
Pada musim ini, banyak raksasa Italia yang bahkan gagal mengalahkan Como 197 karena gaya mainnya yang lumayan ciamik.
Bahkan, tak sedikit pula tim yang kehilangan poin dan dipaksa kalah oleh tim yang mengandalkan Nico Paz sebagai poros utama permainannya itu.
Contohnya pada laga perdana musim ini, tim sekelas Lazio dipaksa bertekuk lutut dengan skor 2-0 di hadapan pendukung Como 1907.
Lalu, Juventus selalu menderita kekalahan dalam dua pertemuan musim ini di Liga Italia, baik laga kandang maupun tandang.
Atalanta juga tidak mampu mengalahkan Como 1907 dalam dua laga pertempuran musim ini baik di kandang sendiri, maupun Como 1907.
Hal sama juga berlaku bagi Atalanta hingga Napoli yang juga tidak bisa mengalahkan Como 1907.
Berkaca dari fakta tersebut, tak salah jika Como 1907 mampu bertahan sekaligus bersaing di zona Liga Champions musim ini.
Selain mampu bertarung di papan atas klasemen.
Como 1907 juga tinggal berjarak satu kemenangan lagi untuk mencapai semifinal Coppa Italia.
Andai bisa tembus final atau mungkin juara Coppa Italia dan mampu menyelesaikan kompetisi Liga Italia di zona Liga Champions.
Como 1907 jelas layak dianggap sebagai kekuatan baru yang menjanjikan di sepak bola Negeri Pizza.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pemain-Como-Nico-Paz-menggiring-bola-saat-laga-melawan-Napoli-di-Liga-Italia-20242025.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.