Rabu, 29 April 2026

FIFA Matchday

2 Insiden Memalukan di Laga Spanyol vs Mesir, Sorakan Rasis Menggema di RCDE Stadium

Pertandingan antara Spanyol melawan Mesir dihiasi sorakan rasis dari penggemar yang memadati stadion RCDE yang menjadi venue pertandingan

Tayang:
Fran Santiago / GETTY IMAGES EUROPE / Getty Images via AFP
SELEBRASI - Alvaro Morata dari Spanyol merayakan gol kedua timnya selama pertandingan Liga A Grup A4 UEFA Nations League 2024/25 antara Spanyol dan Serbia di Estadio Nuevo Arcangel pada 15 Oktober 2024 di Cordoba, Spanyol. (Foto oleh Fran Santiago/Getty Images) (Foto arsip) 
Ringkasan Berita:
  • Spanyol menggelar pertandingan uji coba melawan Mesir yang berkesudahan dengan skor 0-0, Rabu (1/4/2026).
  • Pertandingan ini dihiasi chant rasis yang ditujukan untuk menyinggung identitas tertentu.
  • Selain itu, ada juga sorakan kepada kiper Joan Garcia yang masuk di babak kedua.

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Spanyol menggelar laga uji coba menghadapi Mesir pada Rabu, 1 April 2026, di RCDE Stadium.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, Spanyol ternyata tak bisa mengamankan kemenangan di laga ini.

Mesir berhasil menahan imbang Spanyol dengan skor 0-0.

Padahal Mesir cuma bermain dengan 10 pemain saja sejak menit ke-84 setelah Hamdi Fathi mendapatkan akumulasi kartu kuning.

Spanyol menurunkan para pemain terbaiknya sejak menit pertama.

Baca juga: Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026: Spanyol Superior, Jerman Tajam, Inggris Masih Mencari Bentuk

Namun itu tak bisa menjamin mereka akan mendapatkan gol dengan mudah.

Spanyol sepertinya memang tak mengejar hasil akhir di pertandingan ini.

Pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian besar di babak kedua.

Ia memberikan menit bermain melimpah kepada pemain seperti Rodri, Pedri, Victor Munoz, dan Fermin Lopez yang bermain selama 45 menit kedua.

Ada juga Joan Garcia, Borja Iglesias, dan Yeremy Pino yang ditampilkan di sisa babak kedua.

Terlepas dari permainan di atas lapangan, pertandingan Spanyol kontra Mesir dihiasi 2 insiden yang patut disayangkan.

GOL - Gelandang Spanyol #21 Mikel Oyarzabal merayakan bersama gelandang Spanyol #17 Nico Williams setelah mencetak gol kedua timnya pada pertandingan sepak bola final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Photo by Odd ANDERSEN / AFP) (Foto arsip)
GOL - Gelandang Spanyol #21 Mikel Oyarzabal merayakan bersama gelandang Spanyol #17 Nico Williams setelah mencetak gol kedua timnya pada pertandingan sepak bola final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Olympiastadion di Berlin pada 14 Juli 2024. (Photo by Odd ANDERSEN / AFP) (Foto arsip) (AFP/ODD ANDERSEN)

Insiden pertama melibatkan kiper Joan Garcia yang masuk di babak kedua.

Garcia masuk menggantikan David Raya di menit ke-62.

Sayangnya masuknya Joan Garcia tak selalu membawa kebanggaan bagi penggemar yang menonton langsung di stadion.

Siulan dan sorakan merendahkan terdengar lantang dari berbagai arah.

Beberapa pihak terlihat tak senang dengan masuknya kiper Barcelona ini.

Barangkali pemilihan venue pertandingan ikut memberikan andil.

Pertandingan ini digelar di markas tim asal Catalan, Espanyol.

Sedangkan status Joan Garcia pada musim lalu adalah kiper andalan Espanyol yang membuat tim itu terhindar dari zona merah.

Penampilan ciamik sang kiper membuat Barcelona datang melempar tawaran.

Biaya senilai 25 juta Euro pun diterima sebagai mahar kepindahan Joan Garcia dari Espanyol ke Barcelona.

Padahal kedua tim itu adalah rival sekota yang memiliki persaingan sangat kental.

Alhasil suporter Espanyol yang barangkali datang menyaksikan pertandingan ini secara langsung menunjukkan ketidakpuasan mereka.

Sedangkan insiden kedua terjadi soal chant atau sorakan rasis dari penggemar yang hadir.

Dikutip dari Cadena SER, penggemar menyuarakan sorakan yang ditujukan kepada identitas tertentu.

"Siapapun yang tidak berdiri/melompat adalah seorang muslim," teriak penggemar yang ada di stadion.

Chant itu ditujukan untuk mengintimidasi pemain Mesir yang diasumsikan banyak beragam Islam.

Selain itu, lagu kebangsaan Mesir juga mendapatkan banyak siulan saat dikumandangkan di awal-awal pertandingan.

Beragam insiden ini sayangnya tak mendapatkan reaksi dari wasit.

Wasit Georgi Kabakov tetap melanjutkan pertandingan di tengah situasi tersebut.

Belum diketahui apakah sang wasit menuliskan tentang insiden ini di laporannya.

Sangat disayangkan chant-chant rasis semacam itu masih menggema di dalam stadion.

Spanyol sendiri memang masih bermasalah dengan persoalan rasisme.

Dalam beberapa kesempatan terakhir ada beberapa pemain yang merasakannya.

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, menjadi contoh terbaik dari kasus tersebut.

Ia kerap mendapatkan hinaan rasis saat bertanding membela Real Madrid di berbagai venue.

Lagi-lagi minimnya tindakan dari asosiasi membuat aksi semacam itu seolah tak mendapatkan hukuman.

Padahal Spanyol dalam beberapa tahun ke depan akan bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030.

Spanyol akan menjadi tuan rumah bersama Portugal dan Maroko untuk menggelar event sepak bola terbesar tersebut.

(Tribunnews.com/Guruh)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
34
22
7
5
64
26
38
73
2
Man. City
33
21
7
5
66
29
37
70
3
Manchester United
34
17
10
7
60
46
14
61
4
Liverpool
34
17
7
10
57
44
13
58
5
Aston Villa
34
17
7
10
47
42
5
58
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved