Timnas Indonesia
Menpora Erick Thohir Tekankan Sport Diplomacy dalam Menyikapi Isu Passport Gate Pemain Timnas
Situasi Dean James melebar dan menyeret beberapa pemain diaspora lainnya seperti Tim Geypens, Nathan Tjoe-A-On, hingga Justin Hubner.
Menpora Erick Thohir Tekankan Sport Diplomacy dalam Menyikapi Isu Passport Gate
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu passport gate sempat menerpa sejumlah pemain diaspora Indonesia yang berkarier di Liga Belanda.
Polemik ini mencuat setelah klub NAC Breda melayangkan protes terhadap Dean James terkait status paspor yang digunakan saat tampil di Eredivisie.
Permasalahan tersebut muncul usai kekalahan telak NAC Breda 0-6 dari Go Ahead Eagles.
Baca juga: Gonjang-ganjing Isu Paspor Ganda Dean James, PSSI Tegaskan Naturalisasi Pemain Sesuai Aturan
Pihak klub kemudian mempertanyakan apakah Dean James menggunakan paspor Indonesia atau Belanda dalam pertandingan tersebut.
Situasi ini sempat melebar dan menyeret beberapa pemain diaspora lainnya seperti Tim Geypens, Nathan Tjoe-A-On, hingga Justin Hubner.
Menanggapi isu tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa seluruh regulasi terkait kewarganegaraan atlet telah memiliki dasar hukum yang jelas.
“Tentu kami di Kemenpora memastikan semua regulasi memiliki payung hukum undang-undang. Tidak hanya di sepakbola, cabang olahraga lain juga memberikan kesempatan bagi diaspora yang memiliki darah Indonesia untuk kembali membela Merah Putih,” ujar Erick di Kantor Menteri Hukum, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Erick mencontohkan atlet renang Masiari Wolf yang telah menyumbangkan prestasi sejak usia muda.
Erick pun menilai kontribusi diaspora patut diapresiasi dan dibanggakan.
Lebih lanjut, Erick menegaskan bahwa Indonesia tetap menganut prinsip satu kewarganegaraan dengan satu paspor.
Namun, ia juga mendorong pentingnya diplomasi olahraga sebagai sarana memperkuat hubungan antarnegara.
“Aturannya sudah jelas bahwa kewarganegaraan kita memiliki satu paspor. Itu yang kita tetap anut," tegas Erick.
"Tetapi saya juga mendorong bahwa sport diplomacy itu menjadi penting ya. Kerja sama pemerintah dengan pemerintah lain itu harus kita tingkatkan, karena sport diplomacy ini menjadi sebuah kekuatan yang mengikat dua negara,” terangnya.
Erick juga menyinggung sejumlah atlet Indonesia yang pernah berprestasi untuk negara lain, seperti Mia Audina yang meraih medali perak Olimpiade untuk Belanda serta Tony Gunawan di cabang bulu tangkis.
Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyatakan bahwa regulasi terkait kewarganegaraan saat ini tengah dalam proses pembahasan di DPR.
“Tetapi yang ingin saya tegaskan bahwa Undang-Undang Kewarganegaraan saat ini lagi kita persiapkan dibahas di DPR. Pemerintah sedang menyusun, menyelesaikan finalisasinya, tentu nanti itu kita dengar semua termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga menyangkut soal kewarganegaraan seperti apa,” uja Supratman.
“Mudah-mudahan tahun ini selesai sehingga polemik-polemik yang terjadi itu tidak akan muncul lagi. Yang jelas bagi Presiden, tugas kami semua tentu di bidang masing-masing yang paling penting adalah Merah Putih berkibar di seluruh arena. Tujuan kita itu ya,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DEREGULASI-PERMENPORA-Menpora-Erick-Thohir-2.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.