Piala Dunia 2026
Lelah dan Takut: Peringatan Fabio Capello untuk Thomas Tuchel Jelang Piala Dunia 2026
Pesan Fabio Capello untuk pertimbangan Thomas Tuchel di timnas Inggris pada Piala Dunia 2026, atas rasa lelah dan ketakutan pemain.
Ringkasan Berita:
- Pesan mantan pelatih timnas Inggris, Fabio Capello untuk Thomas Tuchel di Piala Dunia 2026 pada Juni mendatang di Amerika Serikat.
- Inggris tergabung dalam Grup L di Piala Dunia 2026 dengan lawan Kroasia, Ghana, dan Panama.
- Sebelum Piala Dunia 2026, Inggris punya dua laga uji coba melawan Selandia Baru (6/6) dan Kosta Rika (11/6).
TRIBUNNEWS.COM - Dua kata dari Fabio Capello yang bisa menjadi pertimbangan bagi Thomas Tuchel untuk mengatasi timnas Inggris di Piala Dunia 2026 yang dimulai pada Juni mendatang.
Lelah dan ketakutan. Dua kata itu tergambar dalam beberapa edisi kejuaraan Eropa dan Dunia bagi timnas Inggris.
Fabio Capello pernah melatih Inggris pada periode 2007 hingga tahun 2012. Ia melewati satu edisi Piala Dunia pada tahun 2010 dengan skuad The Three Lions.
Pencapaian terbaiknya adalah membawa timnas Inggris mencapai babak 16 besar sebelum dikalahkan Jerman 4-1.
Tapi buruknya, elama gelaran yang berlangsung di Afrika Selatan itu, timnas Inggris hanya mencetak tiga gol dengan mengemas satu kemenangan.
Sedikit banyaknya, Capello mengetahui bagaimana karakter tim yang bertabur pemain terbaik dunia itu. Karena hampir di setiap edisi Inggris tidak pernah tidak memiliki pemain generasi emas.
Termasuk saat dibesut Gareth Southgate dari tahun 2016 sampai 2024.
Di bawah asuhan Southgate, Inggris mampu mencapai semifinal Piala Dunia 2018 sebelum kalah dari Belgia dalam perebutan tempat ketiga.
Lalu di Piala Dunia 2022 Qatar, Inggris melenggang ke babak perempat final sebelum dikalahkan Prancis.
Lebih jauh lagi dari Kejuaraan Eropa atau Piala Eropa, Inggris dua kali mencapai ke babak final.
Tapi sayangnya, keberuntungan belum berpihak pada tim Tiga Singa itu karena selalu kandas di laga penentuan trofi.
Pencapaian pertama Southgate kalah dari Italia melalui babak penalti. Kemudian takluk dari Spanyol di waktu normal pertandingan.
Saat melawan Italia, Inggris padahal mampu unggul lebih dulu pada menit kedua lewat gol Luke Shaw. Namun setelah gol tersebut, Inggris seakan bermain dengan rasa takut.
"Saya ingat pertandingan melawan Italia," kata Capello dikutip dari BBC.
"Mereka unggul setelah 10-15 menit dan setelah itu mereka tidak bermain. Mereka bermain dengan rasa takut," sambungnya.
Selain faktor psikis yang menjadi adangan Inggris, faktor fisik juga masuk dalam penilaian Capello.
Para pemain Inggris terlalu lelah menjalani satu musim kompetisi yang padat.
Mereka juga hanya mendapatkan jeda istirahat yang minim sebelum gelaran Piala Dunia dimulai.
Jika tim Inggris dapat mencapai final Liga Champions, pertandingan terakhir yang akan mereka mainkan berkisar pada awal Mei.
Pemain tersebut kemudian menjalani rehat sejenak sebelum bergabung dengan tim untuk menjalani pemusatan latihan.
"Ini masalah bagi Inggris. Mereka lelah dan meraka takut. Pelatih harus menghilangkan kedua hal ini," kata Capello yang tertuju kepada Thomas Tuchel, pelatih Inggris yang menggantikan Southgate pada tahun 2024.
Inggris Menuju Piala Dunia 2026
Sejauh ini, masih ada keraguan apakah Inggris dapat melaju jauh di Piala Dunia 2026 dengan format baru yang lebih panjang.
Hal itu akan menambah tekanan kepada pemain dengan rasa lelah yang harus mereka hadapi dan lewati.
Rasa yang akan mempengaruhi psikis mereka karena kurangnya waktu istirahat.
Meski Inggris mampu menyapu bersih laga kualifikasi dengan delapan kemenangan, tim asuhan Thomas Tuchel gagal menang dalam tiga pertandingan uji coba melawan tim yang berada di 20 besar ranking FIFA.
Inggris kalah 3-1 dari Senegal yang berada di peringkat 14 pada Juni tahun lalu.
Kemudian ditahan imbang Uruguay 1-1 (ranking 17), dan kalah pertama dari tim Asia, Jepang dengan skor tipis 1-0 pada FIFA Matchday Maret 2026.
Ada argumen yang menyebutkan bahwa Thomas Tuchel sedang bereksperimen dengan susunan pemainnya.
Tapi sejumlah kritikus berpendapat bahwa Tuchel seharusnya menggunakan pertandingan-pertandingan tersebut untuk menemukan 11 pemain terbaiknya.
Apalagi uji coba Maret lalu.
Dia harus lebih mempersiapkan tantangan kepada para pemainnya yang akan menjalani Piala Dunia pada musim panas mendatang.
Karena di Piala Dunia level permainan yang akan mereka mainkan berbeda dengan babak kualifikasi dengan tingkat tekanan dan kualitas tim yang akan dihadapi.
Satu hal lainnya yang harus diatasi Thomas Tuchel selain dua pesan dari Capello adalah faktor cedera.
Faktor yang akan mempengaruhi Thuchel dalam pemilihan pemain untuk skuad final Inggris di Piala Dunia 2026.
"Kami bermain melawan tim peringkat 20 besar, lawan yang terlatih dengan baik dan sangat bagus yang datang dengan susunan terbaik mereka," kata Tuchel awal April lalu.
"Kami mengalami perubahan besar di tengah-tengah pemusatan latihan, tiba-tiba setelah pertandingan melawan Uruguay kami mengalami tujuh atau delapan pemain cedera uang mengharuskan kami keluar."
"Ini bukan alasan, ini hanya penjelasan mengapa segala sesuatunya tidak berjalan lancar dan sempurna pada tingkat tertinggi yang kita harapkan," tutupnya.
Di Piala Dunia 2026 nanti, timnas Inggris akan bermain di Amerika Serikat melawan Kroasia, Ghana, dan Panama karena tergabung dalam Grup L.
Sebelum laga-laga tersebut, Thomas Tuchel memiliki kesempatan untuk menentukan 11 pemain terbaiknya di line-up pada laga uji coba melawan Selandia Baru (6/6) dan Kosta Rika lima hari berselang.
(Tribunnews.com/Sina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Para-pemain-Timnas-Inggris-berselebrasi-setelah-dipastikan-lolos-ke-Piala-Dunia-2026.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.