Joan Gamper Trophy
Trofi Joan Gamper 2026: Barcelona Tantang Klub Maarten Paes
Barcelona menyiapkan Trofi Joan Gamper 2026 dan menjadikan Ajax sebagai calon lawan utama, menggantikan RB Leipzig yang terkendala jadwal.
Ringkasan Berita:
- Barcelona menyiapkan Trofi Joan Gamper 2026 dan menjadikan Ajax sebagai calon lawan utama, menggantikan RB Leipzig yang terkendala jadwal.
- Laga ini diproyeksikan menjadi penghormatan 10 tahun wafatnya Johan Cruyff, yang memiliki pengaruh besar terhadap filosofi permainan kedua klub.
- Pertandingan juga menarik secara emosional dan olahraga, termasuk potensi reuni Frenkie de Jong dengan mantan klubnya serta peluang keterlibatan Maarten Paes di skuad Ajax.
TRIBUNNEWS.COM - Barcelona mulai menyusun rencana pramusim mereka lebih awal dengan mencari lawan untuk ajang tahunan Trofi Joan Gamper 2026.
Joan Gamper Trophy alias Trofi Joan Gamper pertama kali digelar pada 1966 untuk menghormati pendiri sekaligus mantan presiden Barcelona, Joan Gamper.
Pada awalnya, turnamen ini menggunakan format mini dengan empat tim yang bertanding dalam sistem semifinal dan final.
Namun sejak 1997, formatnya diubah menjadi satu pertandingan saja, mempertemukan Barcelona dengan satu tim undangan.
Laga ini biasanya digelar pada bulan Agustus sebagai bagian dari pramusim, sekaligus menjadi ajang bagi Barcelona untuk memperkenalkan pemain baru dan strategi tim kepada para penggemar.
Sementara musim lalu, Barcelona sukses meraih gelar ke-47 Trofi Joan Gamper setelah mengalahkan Como dengan skor 5-0.
Meski musim 2025/2026 belum berakhir, Barcelona sudah bergerak cepat menentukan calon lawan.
Berdasarkan laporan Sport, Ajax menjadi kandidat terkuat setelah RB Leipzig tersingkir akibat kendala jadwal.
Pertandingan ini diproyeksikan memiliki makna khusus karena bertepatan dengan 10 tahun wafatnya Johan Cruyff.
Sosok Cruyff memiliki pengaruh besar terhadap identitas permainan Barcelona, terutama dalam filosofi sepak bola menyerang dan penguasaan bola.
Baca juga: Nestapa Lamine Yamal di Balik Kemenangan Barcelona, Alarm Spanyol Jelang Piala Dunia 2026
Menghadapi Ajax merupakan klub yang juga sangat identik dengan warisan Cruyff, dianggap sebagai pilihan yang sarat nilai historis dan emosional.
Kedua klub memang memiliki benang merah kuat dalam gaya bermain dan filosofi sepak bola modern.
Negosiasi antara Barcelona dan Ajax dikabarkan sudah memasuki tahap lanjut, meski belum mencapai kesepakatan final.
Sementara pengumuman resmi diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Selain nilai historis, laga ini juga menarik dari sisi olahraga.
Frenkie de Jong berpeluang menghadapi mantan klubnya untuk pertama kali sejak bergabung dengan Barcelona pada 2019.
Gelandang asal Belanda itu memulai karier profesionalnya di Ajax sebelum menjadi salah satu pilar penting Blaugrana.
Bahkan, De Jong kini tercatat sebagai pemain Belanda dengan jumlah penampilan terbanyak untuk Barcelona, melampaui legenda klub Phillip Cocu.
Selain itu, salah satu kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, juga berpeluang tampil secara tidak langsung.
Paes diketahui telah menandatangani kontrak hingga 2029 bersama Ajax. Sejak didatangkan dari FC Dallas pada Februari lalu, ia langsung menjadi pilihan utama di bawah mistar.
Sejauh ini, Maarten Paes sudah mencatatkan tujuh penampilan bersama Ajax, menunjukkan peran pentingnya dalam skuad.
Dengan kombinasi nilai sejarah, emosional, dan kualitas permainan, Trofi Joan Gamper 2026 berpotensi menjadi lebih dari sekadar laga pramusim, melainkan sebuah penghormatan terhadap warisan besar yang membentuk identitas dua klub raksasa Eropa.
(Tribunnews.com/Ali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Maarten-Paes-debut-di-Ajax-Amsterdam-saat-melawan-NEC-Nijmegen.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.