Liga Prancis
PSG Hadapi Bumerang Liga Champions, Main di Liga Sendiri Jadi Tak Semangat
Pelatih PSG, Luis Enrique, mengakui dirinya cukup sulit memberikan dorongan kepada anak asuhnya untuk tampil menggigit di kancah domestik.
Ringkasan Berita:
- Motivasi PSG terbelah saat bertanding di kancah domestik dan Liga Champions Eropa.
- PSG lebih menantikan pertandingan melawan Bayern Munchen yang akan menentukan langkah mereka ke final Liga Champions.
- Sedangkan di kancah domestik, mereka hampir pasti menjadi juara.
TRIBUNNEWS.COM - Situasi yang dihadapi pelatih Luis Enrique bersama skuad asuhannya di Paris Saint-Germain terbilang cukup unik.
Status PSG yang moncer sebagai juara bertahan Liga Champions Eropa musim lalu berada di jalan yang tepat untuk dipertahankan.
Les Parisiens, julukan mereka, berhasil menjejak hingga babak semifinal kompetisi elite tersebut.
Tak hanya itu, mereka juga berhasil mengunci kemenagan 5-4 di leg pertama babak semifinal saat berhadapan dengan Bayern Munchen.
PSG tak hanya berjaya di kompetisi antarklub Eropa tersebut. Mereka juga berada di trek yang tepat untuk menjadi juara Liga Prancis.
Baca juga: Fakta Hasil Leg 1 Semifinal Liga Champions: PSG vs Bayern Panen Rekor, Arsenal Unbeaten
Saat ini, Ousmane Dembele dan kawan-kawan berada di peringkat pertama dengan raihan 70 poin dari 31 pertandingan.
Meski memiliki status sebagai pemuncak klasemen, pelatih Luis Enrique mengaku cukup was-was.
Ia mengakui kesulitan menjaga motivasi anak asuhnya tetap tinggi, apalagi setelah mereka tampil di Liga Champions yang penuh adrenalin.
Hal itu terlihat dari penampilan mereka di laga pekan 31 melawan Lorient lalu.
Kombinasi diturunkannya para pemain lapis kedua oleh Enrique membuat PSG benar-benar sulit membuat gebrakan.
Imbasnya, Les Parisiens hanya bermain imbang di laga itu.
Untungnya, PSG tak terlalu menderita kerugian dari hasil imbang yang mereka dapatkan itu.
Pasalnya pesaing terdekat mereka, Lens, juga mendapatkan hasil yang sama.
"Sangat sulit untuk kembali ke kompetisi domestik setelah bertanding di laga super penting dan atmosfer yang luar biasa," kata Enrique dikutip dari Goal International.
"Secara motivasi, laga-laga ini akan menjadi berat bagi kami."
"Kami hanya menurunkan dua pemain yang juga bermain di pertandingan melawan Bayern. Kami ingin menang, tetapi kami melewatkan kesempatan tersebut," sambungnya.
Namun, hal yang terjadi di PSG bisa dibilang cukup lumrah.
Para pemain pastinya ingin segera menyelesaikan pertandingan di kompetisi domestik yang hampir pasti digenggam.
Fokus para pemain bakal terbelah ke Liga Champions yang menyajikan atmosfer lebih menantang bagi mereka.
Hal yang menjadi kejelasan besar, Luis Enrique dan PSG tak gentar menghadapi Bayern Munchen di Jerman.
Pelatih asal Spanyol itu menganggap markas Bayern Munchen bak rumah kedua bagi PSG.
Pasalnya Allianz Arena adalah tempat di mana Les Parisiens mendapatkan gelar Liga Champions perdana dalam sejarah klub.
Mereka mengalahkan Inter Milan di final Liga Champions musim lalu di Allianz Arena.
"Itu adalah stadion yang memberikan kami banyak kenangan indah. Kami memenangkan Liga Champions di sana," kata Enrique dikutip dari Bavarian Football Works.
"Bayern akan bermain di sana dengan fans fanatik mereka di belakangnya."
"Kami akan menunjukkan mentalitas yang sama. Kami akan ke sana untuk memenangi pertandingan," sambungnya.
Misi PSG jelas ditetapkan Enrique.
Les Parisiens tak akan bermain aman untuk hanya mencari hasil imbang saja.
Mereka ingin menghadapi Bayern Munchen dan memenangi duel dengan tim berjuluk FC Hollywood tersebut.
Hal tersebut menjadi tujuan yang tak akan mudah dicapai.
Bayern Munchen punya rekor mentereng selama tampil di kandang sendiri di pentas Liga Champions.
Mereka belum pernah mendapatkan hasil selain kemenangan di kandang sendiri.
Jika bergeser ke pentas Liga Jerman, rekor kandang Bayern juga cukup mentereng.
Mereka hanya pernah kalah satu kali saat menjamu Augsburg pada Januari 2026 lalu.
Hal tersebut menjadi tambahan tantangan bagi PSG untuk meruntuhkan tembok besar Jerman yang akan terbentang di hadapan mereka.
“Pertandingan ini sangat sulit, dan leg kedua juga akan sulit. Anda harus menikmatinya, tetapi juga sadar bahwa ini baru salah satu dari sedikit kekalahan mereka musim ini,” tambah pelatih PSG itu.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pelatih-Paris-Saint-Germaint-PSG-Luis-Enrique-merayakan-gelar-juara-Liga-Champions.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.