Liga Champions
Logika Terbalik PSG: Kepergian Mbappe Buka Jalan Kejayaan Les Parisiens di Eropa
Selayaknya logika terbalik, kepergian Kylian Mbappe ke Real Madrid, justru membuka jalan PSG menuju kejayaan di Eropa.
Ringkasan Berita:
- Sejak ditinggal pergi Kylian Mbappe pada musim panas 2024, jalan PSG menuju kejayaan di panggung Eropa justru malah terbuka lebar.
- Keberhasilan PSG memenangkan gelar perdana Liga Champions pada musim pertama setelah ditinggal Mbappe jadi buktinya.
- Kini, tepat pada musim kedua sejak ditinggal Mbappe, PSG kembali lolos ke final, dan berkesempatan memenangkan gelar Liga Champions keduanya.
- Sementara Mbappe di Real Madrid, ia justru merasakan puasa gelar dalam dua musim berturut-turut.
TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan PSG lolos ke final Liga Champions Eropa dalam dua musim berturut-turut menyisakan berbagai sorotan menarik.
Salah satunya menyoal kejayaan PSG di Eropa, setelah ditinggal oleh sang superstar, Kylian Mbappe.
Ya, sejak ditinggal pergi Mbappe yang hengkang ke Real Madrid dengan status bebas transfer pada musim panas 2024.
PSG justru seperti mampu menghilangkan momen crash ataupun kutukan setiap kali bertarung di Liga Champions.
Seperti diketahui, sejak dipimpin oleh Nasser Al-Khelaifi selaku presiden klub pada Juni 2011.
PSG terlihat seperti tim yang punya ambisi besar untuk merajai sepak bola.
Tidak hanya sekedar menguasai sepak bola lokal di Prancis saja, melainkan juga di Eropa hingga dunia.
Baca juga: Dejavu Bayern Munchen yang Kembali Crash, Tiket Final Liga Champions Melayang ke Tangan PSG
Berbagai kebijakan elit diambil PSG, dengan mendatangkan pelatih dan berbagai pemain bintang ke Parc Des Princes.
Hanya saja, hal itu nyatanya tidak memberikan jaminan, bahwa hasilnya bakal sebanding lurus dengan keinginan mereka.
PSG memang mampu berjaya di negaranya sendiri, dengan memenangkan banyak gelar di kompetisi domestik.
Namun ketika bertarung di Liga Champions Eropa, PSG seakan hobi mengalami crash di momen kritis.
Pada periode musim 2012/2013 s/d 2015/2016 ketika PSG mulai menjadi langganan peserta Liga Champions.
Tim berjuluk Les Parisiens itu mengalami crash beruntun dalam empat musim berturut-turut, lantaran tersingkir di babak perempat final.
Nasib lebih tragis dialami PSG pada tiga musim setelahnya, yakni periode 2016/2017 sd 2018/2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gol-telat-mbappe-bawa-psg-menang-1-0-atas-real-madrid_20220216_084546.jpg)