Liga Spanyol
Kebakaran Real Madrid dari Atas Sampai Bawah, Mbappe Terbuka Kritik Tim Sendiri
Kondisi Real Madrid saat ini sedang dilanda berbagai kejadian yang menimbulkan reaksi keras dari berbagai pihak menjelang berakhirnya musim ini.
Ringkasan Berita:
- Situasi di kubu Real Madrid semakin parah dengan berbagai sorotan yang mengarah kepada tim ibu kota Spanyol tersebut.
- Pernyataan Kylian Mbappe soal kedaan tim juga semakin memperburuk keadaannya dengan pelatih sementara El Real.
- Belum lagi menghitung manuver Florentino Perez yang terang-terangan mengobarkan permasalahan soal kasus Negreira lagi.
TRIBUNNEWS.COM - Kondisi Real Madrid tak kunjung menunjukkan perbaikan mendekati akhir musim 2025/2026.
Malahan, percikan api konflik yang ada di skuad El Real semakin tajam menancap dengan berbagai kejadian yang ada.
Terbaru, tentu saja pengakuan Kylian Mbappe soal keadaan yang ada di tim yang ia bela saat ini.
Mulai dari pengakuannya soal tak lagi menjadi pilihan utama dari Arbeloa, hingga keberadaan dirinya saat terjadi baku hantam di latihan Real Madrid.
Terlepas dari itu, ada pengakuan Mbappe yang terbilang cukup berani dan blak-blakan.
Baca juga: Jose Mourinho Sudah Tentukan Pemimpin Ruang Ganti Real Madrid, Bukan Kylian Mbappe
Ia secara gamblang memberikan kritik terkait taktik dan wajah yang ditampilkan Real Madrid di setiap pertandingan.
Pemain asal Prancis ini membandingkan keadaan El Real saat masih ada pelatih Xabi Alonso di sana dan tidak.
Menurutnya, Real Madrid lebih tertata dan berbahaya saat memiliki ide dan struktur yang jelas.
Sebagaimana yang diterapkan Xabi Alonso selama sekira enam bulan saja berada di Santiago Bernabeu.
Dibandingkan dengan era Alvaro Arbeloa, Mbappe melihat tak ada struktur yang jelas di dalam tim.
"Kami memulai musim ini dengan sangat baik. Lalu kami kehilangan segalanya di paruh kedua musim ini," kata Mbappe dikutip dari Madrid Xtra.
"Itu benar-benar menyakitkan."
"Saya rasa kami pernah memiliki gaya bermain dan struktur yang jelas, dan kami kehilangannya," paparnya.
Selain hubungan antarpemain dan pelatih yang kurang harmonis, keadaannya diperparah dengan aksi yang dilakukan Florentino Perez.
Presiden Real Madrid itu memutuskan untuk mengadakan pemilihan umum tiga tahun lebih cepat dari periode yang seharusnya.
Sebenarnya, hal tersebut tak menyulut banyak potensi pertikaian lantaran pemilihan akan dilakukan dengan syarat yang terbuka.
Hal yang membuat gaduh dari Perez adalah soal tudingannya kepada beberapa media Spanyol.
Ia menuding ada kampanye sistematis yang sengaja ingin menciptakan kesan bahwa Real Madrid sedang berada dalam kekacauan.
Florentino bahkan menegaskan dirinya tidak akan mundur dari kursi presiden dan siap kembali maju dalam pemilihan presiden klub berikutnya.
"Saya tidak akan mengundurkan diri. Mereka harus menembak saya kalau ingin saya pergi," kata Florentino Perez.
Selain membahas isu internal klub, Florentino juga menyinggung dugaan kampanye anti-Madrid, kasus Negreira yang menyeret Barcelona, hingga kritik terhadap media yang menurutnya terlalu sering membesar-besarkan konflik di dalam klub.
Bagi Florentino, pemberitaan soal pertengkaran Valverde dan Tchouameni hanyalah bagian dari upaya membangun narasi bahwa Real Madrid sedang berada dalam situasi krisis.
Padahal menurutnya, konflik kecil di ruang ganti merupakan hal biasa dalam dunia sepak bola profesional, terutama di klub sebesar Real Madrid yang selalu berada di bawah tekanan untuk menang.
Bagi Real Madrid, mengakhiri musim dengan utuh dan bersatu menjadi target paling realistis yang bisa dicapai.
Mereka nantinya bisa segera memilih waktu yang tepat untuk menekan tombol reset dan memulai bersama pelatih baru yang akan ditunjuk.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mbappe-gol-madrid.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.