Piala Dunia 2026
Profil Tony Popovic, Pelatih yang Membawa Australia ke Piala Dunia 2026
Filosofi permainan Tony Popovic yang membawa Australia ke Piala Dunia 2026: Solid di pertahanan dan klinis di lini serang.
Ringkasan Berita:
- Filosofi permainan Tony Popovic yang membawa Australia ke Piala Dunia 2026. Kesempatan keenam Soccerros tampil di ajang elit sepak bola empat tahunan untuk keenam kalinya secara berturut-turut.
- Tony Popovic tidak hanya mengandalkan taktik dan kemampuan teknis, tetapi mengadopsi psikologi olehraga demi keseimbangan tim di lapangan.
- Australia di Piala Dunia 2026 tergabung dalam Grup D bersama Turki, Amerika Serikat, dan Paraguay.
TRIBUNNEWS.COM - Permainan strategis Tony Popovic mengantarkan Australia ke Piala Dunia 2026 pada pertengahan tahun lalu.
Kesempatan ini menjadi yang keenam kalinya secara berturut-turut bagi tim berjuluk Soccerros itu tampil di ajang elit sepak bola empat tahunan dari seluruh berbagai penjuru dunia.
Di bawah asuhan Tony dalam 16 pertandingan sejak Oktober 2024, Australia sudah mengemas 10 kemenangan, dan masing-masing tiga untuk hasil seri dan kalah.
Di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 3 zona Asia, Australia menjadi tidak terkalahkan, termasuk saat menghempaskan Jepang 1-0, mengalahkan Arab Saudi 2-1, dan menghajar Timnas Indonesia 5-1.
Australia pun melenggang mulus ke Piala Dunia 2026 dengan finis di bawah Jepang.
Ini adalah pencapaian dan prestasi lain yang dipersembahkan Tony Popovic saat pertama kalinya memegang timnas.
Sebelumnya, pelatih berusia 52 tahun itu hilir mudik melatih di klub Turki, Yunani, dan beberapa klub Australia: Western Sydney Wanderers, Perth Glory, dan Melbourne Victory.
Popovic telah memenangkan dua gelar juara A League atau Liga Australia, Piala Australia, dan sejarah di Liga Champions Asia tahun 2014 saat memimpin Wanderers debut di ajang tersebut.
Dalam filosofi bermainnya, Popovic gemar menggunakan tiga bek sejajar dengan formasi 3-4-2-1, atau dengan skema lima pemain bertahan di mana dua pemain sayapnya memiliki fleksibilitas untuk membantu serangan maupun pertahanan.
Keputusan taktis yang dia pegang itu bertujuan untuk menciptakan struktur pertahanan yang solid, sekaligus memberikan kepercayaan kepada para penyerang untuk memaksimalkan kemampuan penyelesaian akhir mereka, dalam utasan Dr Alberto Filgueiras dari CQUniversity Australia.
Tony Popovic menuntut anak asuhnya untuk tetap fokus secara mental karena permainannya lebih sering dihabiskan tanpa bola.
Arti lainnya adalah membiarkan lawan menguasai bola, namun ketika mereka mendapat kesempatan mereka akan memaksimalkannya dengan cara yang klinis.
Hal itu terbukti dari pertandingan melawan Jepang yang hanya menguasai bola 30 persen, lalu melawan Arab Saudi hanya 32 persen.
Ia juga mengandalkan transisi permainan. Dengan begitu, para pemain harus lebih dari sekadar bugar secara fisik, tetapi butuh konsentrasi penuh, disiplin, dan ketahanan.
"Ini lebih dari sekadar kondisi fisik yang kuat, ini adalah keterampilan mental yang hebat," tulis Alberto.
"Semua ciri khas performa psikologis yang kuat."
Dalam psikologi olahraga, ketangguhan mental didefinisikan sbagai kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan dan berkembang dalam situasi yang menantang.
Ketangguhan mental tersebut bukan hanya sifat individu, tetapi juga tim.
Keberhasilan Australia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 semata-mata bukan hanya tentang taktik dan kemampuan teknis, tetapi juga tentang disiplin, kepercayaan, dan ketahanan mental.
Itulah yang telah ditunjukkan oleh anak asuh Tony Popovic hingga melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Apa yang disampaikan Alberto sejalan dengan yang diutarakan Popovic pada awal tahun 2025 di masa-masa awalnya melatih timnas Australia.
Saat itu kondisinya para pemain Australia banyak yang mengalami cedera sehingga ia harus mencari pengganti yang sepadan, termasuk juga memilih dari skuad muda yang layak bermain dalam intensitas tinggi.
"Selalu ada bagian yang berbeda dalam ide dan gaya bermain dalam hal jenis pemain yang Anda miliki di posisi tertentu," beber Popovic, dilansir dari laman Soccerros.
"Kami percaya bahwa melakukan ini akan memungkinkan kami lolos ke Piala Dunia dan juga memberi kami kesempatan untuk membangun gaya bermain itu dan membawanya ke level tertinggi," akunya.
Formasi hanyalah bahasa formal yang tertera di atas keras, tetapi pada kenyataannya di lapangan semua bisa berubah menyesuaikan karateristik permainan dan lawan.
"Formasi hanyalah sesuatu di atas kertas. Kita tahu apa yang kita ingin dapatkan darinya dengan bola dan di mana kita benar-benar dapat mengeksploitasi lawan dengan memanfaatkan bakat yang kita miliki," ujarnya soal pembentukan tim Australia yang dia inginkan.
"Pada dasarnya, kita membangun serangan dalam formasi tiga bek. Kita membangun serangan dengan bek sayap di posisi tinggi, kita membangun serangan dengan pemain nomor 10 atau dua striker, yang bervariasi di pertandingan tertentu, kemudian kita mencoba menemukan ruang-ruang dan memberikan bola kepada pemain yang kita yakini sebagai pemain kreatif, dan mampu menempatkan lebih banyak pemain di kotak penalti karena hal itu. Jadi, itulah idenya," jelasnya Popovic soal ide permainannya.
Ia ingin menjadikan Australia sebagai tim yang sulit ditembus oleh lawan, dan juga memiliki lini serang yang efisien ketika mendapat kesempatan.
Namun untuk menunjang hal itu, dia butuh fondasi yang kuat agar semuanya berjalan seimbang.
"Ada banyak lapisan dalam gaya bermain yang ingin kami kembangkan, tetapi kami memahami ini adalah sepak bola internasional, bukan alasan kami tidak dapat menampilkan cukup banyak ide kami yang dapat ditunjukkan dalam pertandingan."
"Saya pikir, kami telah menunjukkan hal itu dan berhasil melewati beberapa momen sulit dalam pertandingan, dan saya pikir fondasinya sudah ada untuk dibangun," tambahnya sebelum pertandingan Maret tahun lalu.
Memasuki tahun 2025, Australia tak pernah berhenti meraih kemenangan.
Hal itu dimulai saat melawan Timnas Indonesia hingga laga uji coba menghadapi Kanada pada bulan Oktober.
Hanya melawan Timnas Indonesia, Australia dapat mencetak lebih dari tiga gol. Selain itu mereka hanya memenangkan pertandingan dengan selisih gol yang kecil.
Rekor mentereng australia di bawah asuhan Popovic terhenti ketika melawan tim asal Benua Amerika.
Soccerros takluk 2-1 dari USA, 1-0 dari Venezuela, dan 3-0 atas Kolombia.
Namun jelang Piala Dunia 2026 pada jendela FIFA Matchday Maret 2026, Australia kembali ke jalur yang benar dengan meraih kemenangan 1-0 atas Kamerun dan 5-1 atas Curacao.
Di Piala Dunia 2026 nanti, Australia tergabung dalam Grup D bersama Turki, Paraguay, dan tuan rumah Amerika Serikat. Laga yang seimbang, dan bakal menarik untuk disaksikan.
Biodata Tony Popovic
Tanggal Lahir: 4 Juli 1973 (52 tahun)
Tempat Lahir: Sydney
Kewarganegaraan: Australia, Kroasia
Kontrak dengan Australia: sampai 31 Juli 2026
Rata-rata masa kepelatihan: 2,33 tahun
Lisensi kepelatihan: UEFA Pro-Licence
Formasi: 3-4-2-1
Riwayat melatih
2008-2011 - Asisten pelatih di Sydney FC
2011-2012 - Asisten pelatih di Crystal Palace
2012-2017 - Pelatih Western Sydney
2017-2017 - Pelatih Karabukspor
2018-2020 - Pelatih Perth Glory
2020-2021 - Pelatih Xanthi
2021-2024 - Pelatih Melbourne Victory
2024-Sekarang: Pelatih Australia
(Tribunnews.com/Sina)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pelatih-timnas-Australia-Tony-Popovic-saat-diwawancarai-jelang-lawan-Timnas-Indonesia.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.