Super League
Rekam Jejak Daisuke Sato di Persib dan Polemik Kontrak yang Berujung Sanksi FIFA
Persib tegaskan sanksi FIFA bukan soal gaji, melainkan sengketa kontrak Daisuke Sato yang kini sedang diselesaikan.
Ringkasan Berita:
- Persib Bandung masuk daftar larangan registrasi FIFA akibat sengketa kontrak dengan eks pemain Daisuke Sato.
- Deputy CEO Adhitia Putra Herawan menegaskan sanksi bukan terkait tunggakan gaji, melainkan terminasi kontrak yang sudah melalui arbitrase CAS.
- Persib kini menyelesaikan kewajiban agar larangan dicabut
TRIBUNNEWS.COM - Kabar mengenai Persib Bandung yang masuk dalam daftar larangan registrasi pemain baru atau transfer ban FIFA menjadi perhatian publik sepak bola nasional.
Menanggapi berbagai informasi yang beredar, manajemen Persib akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait akar persoalan yang menyebabkan klub mendapat sanksi tersebut.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa sanksi FIFA yang diterima Persib bukan berkaitan dengan tunggakan gaji maupun pengabaian hak-hak pemain.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui laman klub, Adhitia menjelaskan bahwa persoalan tersebut berasal dari sengketa kontrak dengan mantan pemain Persib, Daisuke Sato.
Baca juga: Persib Masuk Daftar Cekal FIFA, Penyebab dan Daftar Klub Indonesia Kena Registration Ban
Penjelasan Manajemen Persib
Adhitia memberikan penjelasan resmi di laman resmi klub sebagai berikut:
"Menanggapi informasi yang beredar mengenai status larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA, PERSIB ingin memberikan penjelasan secara utuh agar publik memperoleh pemahaman yang tepat mengenai situasi yang sedang berlangsung.
Status tersebut berasal dari satu perkara spesifik yang berkaitan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain PERSIB, Daisuke Sato, pada tahun 2023. Perkara ini kemudian berlanjut hingga proses arbitrase di Court of Arbitration for Sport (CAS), yang dalam putusan akhirnya memberikan pengurangan nilai kompensasi dibandingkan tuntutan awal yang diajukan kepada klub.
Karena itu, penting untuk ditegaskan bahwa perkara ini bukan terkait penunggakan gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pemain, melainkan merupakan sengketa kontraktual yang telah melalui proses hukum sesuai mekanisme yang berlaku dalam sepak bola internasional.
Sebagai klub yang menjunjung tinggi tata kelola profesional, PERSIB menghormati setiap keputusan yang telah berkekuatan hukum dan saat ini sedang menyelesaikan kewajiban yang menjadi bagian dari putusan tersebut.
Setelah kewajiban tersebut dipenuhi dan diverifikasi sesuai prosedur FIFA, status transfer ban akan dicabut dan PERSIB akan kembali dapat melakukan registrasi pemain sebagaimana mestinya.
Kami juga ingin menegaskan bahwa situasi ini tidak memengaruhi stabilitas operasional maupun rencana strategis klub.
Persiapan tim, aktivitas rekrutmen, pengelolaan organisasi, serta berbagai program pengembangan yang telah dirancang tetap berjalan sesuai target.
Dalam industri sepak bola profesional, sengketa kontraktual dan sanksi administratif merupakan dinamika yang dapat terjadi dan pernah dialami oleh sejumlah klub besar dunia seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atletico Madrid.
Situasi tersebut tidak menghalangi klub-klub tersebut untuk tetap beroperasi secara profesional dan menyelesaikan setiap proses melalui jalur regulasi yang tersedia.
PERSIB memandang persoalan ini dengan sikap yang sama: bertanggung jawab, transparan, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku.
Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses dengan baik serta memastikan kepentingan klub tetap terjaga.
Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan, kepercayaan, dan perhatian yang terus diberikan oleh Bobotoh, mitra, dan seluruh masyarakat sepak bola Indonesia. Dukungan tersebut menjadi energi bagi kami untuk terus bergerak maju, menjaga profesionalisme, dan membangun PERSIB yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Adhitia Putra Herawan
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat "
Profil Daisuke Sato
Sosok Daisuke Sato bukanlah nama asing bagi Bobotoh. Bek kiri berkebangsaan Filipina itu pernah menjadi bagian penting skuad Maung Bandung selama dua musim sebelum akhirnya berpisah dengan klub.
Daisuke Caumanday Sato lahir di Kota Davao, Filipina, pada 20 September 1994.
Pemain berusia 31 tahun tersebut memiliki darah campuran Filipina dan Jepang. Ibunya berasal dari Filipina, sedangkan ayahnya berkewarganegaraan Jepang.
Sebelum berkarier profesional, Sato sempat menimba ilmu di akademi klub Jepang Urawa Red Diamonds. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya di berbagai negara.
Berkarier di Eropa dan Asia
Karier profesional Sato dimulai bersama klub Filipina Global FC pada 2014. Penampilannya bersama klub tersebut membuka jalan menuju kompetisi Eropa.
Pada 2016, ia bergabung dengan klub Liga Rumania, Politehnica Iași. Sato kemudian mencatat sejarah sebagai pemain kelahiran Filipina pertama yang tampil di kompetisi kasta tertinggi Rumania.
Setelah itu, ia melanjutkan karier di Liga Denmark bersama AC Horsens sebelum kembali ke Rumania membela Sepsi OSK.
Petualangannya berlanjut ke Thailand dengan memperkuat Muangthong United dan Suphanburi. Sebelum bergabung dengan Persib, ia juga sempat bermain untuk Ratchaburi Mitr Phol.
Bergabung dengan Persib Bandung
Persib Bandung resmi mengumumkan kedatangan Daisuke Sato pada 11 Juni 2022. Kehadirannya saat itu menjadi bagian dari proyek pembangunan tim untuk bersaing di Liga 1.
Debutnya bersama Persib terjadi pada 24 Juli 2022 saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang.
Selama membela Persib, Sato tampil dalam 44 pertandingan Liga 1 dan mencetak dua gol. Pada musim 2022/2023, ia menjadi salah satu pemain yang cukup diandalkan di sektor pertahanan berkat fleksibilitasnya bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah.
Pilar Timnas Filipina
Selain berkarier di level klub, Sato juga menjadi andalan Tim Nasional Filipina. Ia mencatatkan 60 penampilan dan mencetak tiga gol untuk tim senior Filipina sepanjang periode 2014 hingga 2023.
Pengalamannya di level internasional membuat Sato dikenal sebagai salah satu pesepak bola Filipina paling berpengalaman yang berkiprah di kompetisi Asia dan Eropa.
8 Klub Indonesia Masuk FIFA Registration Ban List Mei 2026
Sebanyak delapan klub sepak bola Indonesia tercatat masuk dalam FIFA Registration Ban List terbaru per Mei 2026. Daftar tersebut memuat klub-klub yang sedang menjalani sanksi larangan mendaftarkan pemain baru atau transfer bandari FIFA.
Dari delapan klub tersebut, Persib Bandung menjadi nama terbaru yang masuk dalam daftar larangan registrasi pemain FIFA.
Berdasarkan data yang tercantum di laman resmi FIFA Registration Ban List dan dipantau pada Sabtu (30/5/2026), Persib resmi masuk daftar sanksi sejak Jumat (29/5/2026).
Dalam daftar tersebut, FIFA menetapkan larangan registrasi pemain baru berlaku hingga sanksi dicabut. Namun, FIFA tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik masuknya Persib ke dalam daftar tersebut.
Status FIFA Registration Ban List merupakan sanksi administratif yang membuat klub tidak dapat merekrut maupun mendaftarkan pemain baru selama masa hukuman masih berlaku.
FIFA menjelaskan bahwa daftar tersebut menjadi sumber informasi resmi bagi asosiasi anggota, konfederasi, klub, pemain, dan agen terkait klub-klub yang sedang dikenai sanksi registrasi pemain.
"Daftar ini mencakup klub-klub yang untuk sementara waktu dilarang mendaftarkan pemain baru akibat berbagai pelanggaran, seperti sengketa keuangan atau pelanggaran regulasi."
"Sebagai alat informasi yang penting bagi Asosiasi Anggota FIFA, konfederasi, klub, pemain, dan agen, Daftar Larangan Pendaftaran FIFA membantu memastikan transparansi dan kepatuhan dalam dunia sepak bola."
"Melalui daftar ini, para pemangku kepentingan dapat mengetahui klub-klub yang tidak memenuhi syarat untuk merekrut atau mendaftarkan pemain baru selama masa sanksi masih berlaku," tulis FIFA dalam penjelasannya.
Masuknya Persib menambah daftar klub Indonesia yang saat ini masih berstatus terkena sanksi registrasi pemain dari FIFA.
Selain Persib, terdapat sejumlah klub lain dari berbagai level kompetisi nasional yang juga masih tercatat dalam FIFA Registration Ban List.
Beberapa di antaranya merupakan klub yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, seperti PSM Makassar, PSIS Semarang, dan Semen Padang.
Semen Padang sendiri diketahui akan tampil di kompetisi Championship pada musim depan setelah mengalami degradasi.
Daftar Klub Indonesia yang Masuk FIFA Registration Ban List per Mei 2026
- Persiwa Wamena
- PSBS Biak
- PSCS Cilacap
- Kalteng Putra FC
- PSM Makassar
- PSIS Semarang
- Semen Padang
- Persib Bandung
Keberadaan klub-klub tersebut dalam FIFA Registration Ban List membuat mereka tidak dapat melakukan pendaftaran pemain baru selama sanksi masih berlaku.
Agar sanksi dicabut, masing-masing klub harus menyelesaikan kewajiban atau perkara yang menjadi dasar keputusan FIFA. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan diverifikasi, FIFA dapat mencabut status larangan registrasi pemain sehingga klub kembali diperbolehkan aktif di bursa transfer.
Khusus Persib Bandung, manajemen sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa sanksi tersebut berkaitan dengan sengketa kontraktual mantan pemainnya, Daisuke Sato. Persib menegaskan kasus itu bukan terkait tunggakan gaji pemain, melainkan proses penyelesaian terminasi kontrak yang telah melalui jalur arbitrase olahraga internasional.
Manajemen Maung Bandung juga memastikan proses penyelesaian sedang berjalan dan optimistis status transfer ban dapat dicabut setelah seluruh kewajiban sesuai putusan dipenuhi.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Penyataan Resmi Persib Soal Daisuke Sato: Bukan Soal Gaji dan Hak Pemain, Sanksi FIFA Bisa Dicabut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/bek-filipina-daisuke-sato-ucapkan-salam-perpisahan-pada-persib.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.