Selebrasi Lokal
Ancelotti Kasih Ancaman Halus untuk Neymar, Tantang Bersaing Sehat dengan Vinicius dan Raphinha
Neymar di Piala Dunia 2026 tak jadi sosok yang menjadi pusat segalanya. Brasil memasuki era baru yang tidak lagi sepenuhnya bergantung kepadanya.
Ringkasan Berita:
- Carlo Ancelotti menegaskan Neymar harus bersaing dengan Vinicius Junior dan Raphinha untuk mendapatkan tempat utama di Timnas Brasil.
- Ancelotti mulai membangun wajah baru Brasil yang lebih fleksibel dan tidak lagi sepenuhnya bergantung kepada Neymar.
- Raphinha mendapat pujian besar dari Ancelotti dan disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia dalam menyerang ruang.
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti mulai mengirim sinyal tegas kepada Neymar, jelang Piala Dunia 2026.
Meski tetap membawa sang megabintang ke skuad Timnas Brasil, pelatih asal Italia itu memastikan tidak ada jaminan tempat utama bagi pemain Santos tersebut.
Neymar bahkan disebut harus bersaing langsung dengan Vinicius Junior dan Raphinha untuk mendapatkan posisi inti di lini serang Selecao.
Pernyataan itu muncul setelah Brasil menghancurkan Panama dengan skor 6-2 dalam laga uji coba di Stadion Maracana, Minggu (1/6/2026).
Neymar sendiri absen di laga itu karena masih mengalami masalah pada otot betis kanan. Ia juga diragukan tampil pada laga pembuka Piala Dunia melawan Maroko, 14 Juni mendatang.
Meski demikian, Ancelotti tetap memasukkan Neymar ke dalam skuad final Brasil untuk Piala Dunia 2026.
Turnamen kali ini akan menjadi penampilan keempat Neymar di ajang Piala Dunia.
Baca juga: Ancelotti Tak Goyah, Neymar Tetap Masuk Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 Meski Cedera
Namun berbeda dari era sebelumnya, status Neymar kini tidak lagi benar-benar tak tergantikan.
"Neymar harus bermain di posisi yang memang cocok untuknya," ujar Ancelotti setelah kemenangan Brasil atas Panama, dikutip dari ESPN.
"Itu di area tengah, dia tidak bisa bermain di sayap. Dia tidak akan bermain sebagai winger, melainkan di tengah sebagai penyerang atau gelandang serang," lanjutnya.
Menariknya, posisi yang dimaksud Ancelotti merupakan area yang saat ini juga ditempati Vinicius Junior dan Raphinha dalam skema terbaru Timnas Brasil.
Saat menghadapi Panama, Raphinha dimainkan lebih ke tengah di belakang striker Matheus Cunha, sementara Vinicius dan Luiz Henrique mengisi sisi sayap.
Hal tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam pendekatan permainan Brasil di bawah Ancelotti.
Sang pelatih tampaknya ingin membangun lini serang yang lebih cair dan fleksibel, bukan lagi sepenuhnya bergantung kepada Neymar.
Ancelotti sendiri secara terbuka mengungkapkan kekagumannya terhadap Raphinha. Pelatih 66 tahun itu menilai winger Barcelona tersebut kini menjadi salah satu pemain paling penting di skuad Brasil.
"Saya tidak akan pernah memberi tahu Raphinha harus bermain di mana saat kami menguasai bola," kata Ancelotti.
Ia menjelaskan bahwa Raphinha diberi kebebasan penuh untuk mengeksplorasi kreativitasnya di lapangan.
"Apa yang saya minta darinya adalah tetap dekat dengan garis pertahanan lawan karena dalam menyerang ruang, saya rasa dia adalah pemain terbaik di dunia," ujar mantan pelatih Real Madrid tersebut.
Baca juga: Momen Asyik Bareng Neymar, Vinicius Riang Gembira Songsong Piala Dunia 2026
Pujian besar itu sekaligus menunjukkan meningkatnya status Raphinha di Timnas Brasil.
Bersama Vinicius Junior, pemain Barcelona itu kini menjadi bagian penting dari wajah baru Selecao.
Sementara itu, Neymar datang ke Piala Dunia 2026 dalam kondisi yang tidak ideal.
Cedera ACL yang dialaminya pada Oktober 2023 membuatnya lebih banyak absen dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, di usia 34 tahun, Neymar menghadapi tantangan besar untuk kembali membuktikan dirinya masih layak menjadi pusat permainan Brasil.
Meski begitu, Ancelotti tampaknya belum menutup pintu sepenuhnya untuk sang pemain. Ia hanya ingin memastikan bahwa semua pemain, termasuk Neymar, harus bersaing secara sehat demi tempat utama.
Dukungan Lokal untuk Brasil
Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja'far, menjadi salah satu tokoh daerah yang percaya Timnas Brasil mampu mengakhiri Piala Dunia 2026 sebagai juara.
Fauzan bahkan memprediksi Tim Samba bakal melaju hingga final dan menghadapi Spanyol dalam perebutan trofi.
Menurutnya, Brasil memiliki keunggulan besar dalam hal regenerasi pemain yang terus berjalan konsisten dari generasi ke generasi.
"Urusan pasokan talenta dan SDM sepak bola, sepertinya Brazil memang gudang bakat alami, tidak pernah surut bahkan seperti genetik. Skuad Tim Samba saat ini sudah terbiasa bermain dengan atmosfer yang sangat tinggi di liga-liga top Eropa," ungkap Fauzan kepada Tribun Madura, Minggu (31/5/2026).
Ia juga menilai kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih menjadi nilai tambah penting bagi peluang Brasil di turnamen kali ini.
"Apalagi Tim Samba dinahkodai Carlo Anceloti, salah satu pelatih senior asal Italy dan tersukses dengan banyak trofi juara Liga Champion di klub AC Milan maupun Real Madrid. Di atas kertas, saya memprediksi Brazil akan mudah lolos di Grup C dan terus melenggang ke final berhadapan dengan Spanyol," jelas Fauzan.
Selain faktor pelatih dan kualitas pemain, Fauzan percaya dukungan moral dari para legenda sepak bola Brasil akan menjadi suntikan motivasi tambahan bagi skuad Selecao.
"Saya juga yakin legendaris lainnya seperti Rivaldo, Ronaldo, hingga Ronaldinho akan memberikan dukungan secara psikologis kepada Timnas Brazil. Saya menjagokan Brazil juara Piala Dunia edisi 2026, menambah satu logo juara menjadi enam bintang pada jersey timnasnya," pungkas Fauzan.
(Tribunnews.com/Tio) (TribunMadura)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Timnas-Brasil-pada-Piala-Dunia-2026-tergabung-di-Grup-C-bersama-Maroko.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.