Selebrasi Lokal
Skandal Visa Piala Dunia 2026 Berlanjut, Wasit asal Somalia Jadi Korban
Wasit Piala Dunia 2026, Omar Artan yang berasal dari Somalia dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat terkait kebijakan visa.
Ringkasan Berita:
- Wasit Piala Dunia 2026, Omar Artan, dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat meski sudah terdaftar sebagai ofisial FIFA, memicu kontroversi jelang turnamen.
- Kasus ini berkaitan dengan isu visa yang juga disorot oleh Adrian dari Spieltag Indonesia.
- Hingga kini belum ada penjelasan resmi FIFA atau pemerintah AS, sementara Artan disebut sudah dipulangkan dan menunggu penyelesaian situasi.
TRIBUNNEWS.COM - Wasit Piala Dunia 2026, Omar Artan, dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat meskipun namanya telah tercantum dalam daftar ofisial pertandingan yang ditunjuk oleh FIFA.
Piala Dunia 2026 sendiri dijadwalkan dimulai pada Jumat (12/6) di Mexico City, dengan laga pembuka mempertemukan Meksiko vs Afrika Selatan.
Namun, jelang bergulirnya Piala Dunia 2026, Amerika Serikat kembali menjadi sorotan terkait kebijakan visa yang dinilai menimbulkan sejumlah kontroversi.
Visa memang menjadi masalah tersendiri di Piala Dunia 2026, terutama di Amerika Serikat.
Menukik Foxnews, ada 75 yang termasuk dalam daftar pembekuan visa, 15 di antaranya adalah peserta resmi Piala Dunia 2026.
Termasuk dalam daftar tersebut adalah tim-tim kuat sepak bola dunia seperti Brasil, Maroko, Kolombia, Uruguay, Senegal, Ghana, Iran, Mesir, dan beberapa negara lain yang lolos fase kualifikasi.
Adapun alasan pembekuan visa adalah untuk menekan imigran yang dianggap berpotensi menjadi beban publik Amerika Serikat.
Berbagai polemik yang mengiringi persiapan Piala Dunia 2026 tersebut turut menjadi bahan pembahasan dalam podcast langsung Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia" bersama Adrian dari Spieltag Indonesia pada awal Juni 2026.
"Itu sudah menjadi drama, baik di luar maupun di dalam lapangan," kata Adrian.
"Amerika Serikat memiliki banyak aturan, terutama terkait visa. Ditambah lagi harga tiket Piala Dunia 2026 lebih mahal dibandingkan edisi sebelumnya."
"Situasi ini cukup kontroversial bahkan sebelum turnamen dimulai. Untungnya, tidak ada polemik serupa di Kanada dan Meksiko."
"Selain itu, status pemain Iran yang akan bermain di Amerika Serikat juga menjadi perhatian tersendiri," tambahnya.
Situasi ini disebut berkaitan dengan dinamika hubungan internasional, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran, yang turut berdampak pada sejumlah pihak yang terlibat dalam ajang tersebut.
Sebelumnya, sejumlah pemain dan staf tim nasional Iran dilaporkan tetap diizinkan masuk ke Amerika Serikat, meski basis latihan mereka kemudian dipindahkan ke Meksiko.
Di sisi lain, beberapa eksekutif dilaporkan justru mengalami penolakan masuk.
Kini, giliran Omar Artan, wasit asal Somalia, yang menjadi sorotan setelah dilaporkan tidak diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat.
Menurut laporan jurnalis Romain Molina, Artan sebelumnya mendapatkan dukungan dari kedutaan Somalia di Nairobi, Kenya, untuk memperoleh paspor diplomatik sebelum melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
Ia bahkan sempat mengunggah ucapan terima kasih kepada pihak kedutaan melalui akun Facebook pribadinya.
Namun, situasi berubah ketika ia tiba di Bandara Internasional Miami.
Artan dilaporkan langsung dipulangkan oleh pihak imigrasi setibanya di Amerika Serikat dan kini disebut berada di Turki sambil menunggu penyelesaian situasi tersebut, dikutip dari Sportbible.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi terkait alasan penolakan tersebut.
Namun, Somalia sendiri diketahui masuk dalam daftar larangan perjalanan yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah kebijakan tersebut menjadi dasar utama dalam kasus yang menimpa Artan.
Omar Artan sendiri merupakan salah satu dari 52 wasit yang ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
Ia juga termasuk dalam jajaran ofisial asal Afrika yang dipersiapkan untuk turnamen tersebut, bersama lima ofisial lainnya dari benua yang sama.
Sebelumnya, Artan dikenal sebagai salah satu wasit muda berbakat di Afrika. Ia telah memimpin pertandingan di liga utama Somalia sejak 2018 dan masuk dalam daftar resmi Confederation of African Football pada 2020.
Namanya mulai mendapat perhatian lebih luas setelah memimpin laga leg kedua final Liga Champions Afrika musim lalu, serta dinobatkan sebagai wasit terbaik CAF pada 2025.
Kasus penolakan masuk ini menambah daftar kontroversi yang mewarnai persiapan Piala Dunia 2026, terutama terkait kebijakan imigrasi dan perizinan yang berlaku di negara tuan rumah Amerika Serikat.
(Tribunnews.com/Ali)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Daftar-Lengkap-48-Peserta-Piala-Dunia-2026-dari-berbagai-zonawilayah.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.