Selebrasi Lokal
Bukti Terhampar untuk Status Iran Sebagai Tim Paling Ditindas di Piala Dunia 2026
Amir Ghalenoei, pelatih Iran, mengatakan tim nasionalnya adalah tim yang paling ditindas di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Ringkasan Berita:
- Pelatih Iran menyebut tim arahannya sebagai tim yang paling ditindas selama Piala Dunia 2026 berlangsung.
- Iran kini menghadapi masalah terbaru, soal visa bagi dua pemainnya yang tak berlaku lagi.
- Mereka terancam tak bisa memperkuat Iran di sisa pertandingan.
TRIBUNNEWS.COM - "Saya pikir kami adalah tim yang paling ditindas di Piala Dunia kali ini," kata pelatih Iran, Amir Ghalenoei, dikutip dari Fox Sports.
Bisa dibilang Iran tak memiliki kesempatan menikmati momen-momen Piala Dunia, terkhusus setelah menjalani pertandingan melawan Selandia Baru.
Mereka harus langsung kembali ke Meksiko lantaran tak diizinkan menetap lama di Amerika Serikat karena masalah visa.
"Cuma memang kondisi Amerika Serikat yang saat ini mengalami banyak perubahan, salah satunya soal imigrasi, membuat beberapa negara kesulitan masuk ke sana," ujar Adrian dari Spieltag Indonesia ketika menjadi narasumber di Podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Hasil Klasemen Piala Dunia 2026 - Prancis Puncaki Grup I, Mbappe Elegan Jawab Tudingan Miring
Iran mengalami sendiri masalah tersebut, yang membuat mereka akhirnya harus memindahkan pemusatan latihan mereka selama Piala Dunia keluar AS.
Untungnya Meksiko dengan tangan terbuka mau menerima mereka.
Meksiko pula yang menjadi tempat Iran melepas penat setelah pertandingan melawan Selandia Baru tersebut.
Mereka tak bisa lama-lama berada di tanah negeri Paman Sam lantaran langsung benar-benar diusir.
Namun tak sampai di situ saja masalah yang dihadapi Iran.
Mereka kini juga dihadapkan dengan masalah visa terbaru yang menerma kepada dua pemainnya.
Mehdi Taremi dan Mohammed Mohebi terancam tak bisa membela Iran di sisa pertandingan Piala Dunia lantaran visa yang sudah kedaluwarsa.
Amerika Serikat disebut hanya memberikan visa super singkat yang berlaku hanya untuk pertandingan melawan Selandia Baru saja.
Timnas Iran jelas tak tinggal diam dengan kejadian ini.
Mereka langsung berusaha mengurus visa lagi bagi kedua pemainnya itu.
Isu melebar kepada Mohebi.
Sebenarnya penampilan Mohebi di pertandingan perdana di Piala Dunia 2026 cukup memukau.
Ia menyumbang gol bagi Iran saat berhadapan dengan Selandia Baru.
Namun perayaan gol yang ia buat menjadi salah satu sumber perhatian besar.
Mohebi membuat gestur menembak berulang kali.
Ia bahkan mengarahkan gestur tersebut kepada penonton yang bisa dibilang banyak yang dari Amerika Serikat.
Latar belakang selebrasi itu barangkali ada hubungannya dengan kejadian yang ada sebelum Piala Dunia ini.
Kebetulan Iran datang ke Piala Dunia dengan menggunakan pin dengan angka 168 di dada.
Angka itu merupakan pengingat jumlah korban tewas akibat serangan rudal Amerika Serikat ke sebuah sekolah di Iran.
Tensi tinggi yang terjadi di antara kedua negara terbukti berimbas kepada Piala Dunia.
Iran yang secara sah mendapatkan tiket kelolosan ke ajang empat tahunan malah tak bisa leluasa menikmati turnamen.
Mereka seperti tamu tak diundang, yang bahkan sempat ditolak mentah-mentah oleh sang tuan rumah.
FIFA selaku organisasi sepak bola dunia, juga tak bisa berbuat banyak.
Mereka tak mencabut status tuan rumah Piala Dunia dari tangan Amerika Serikat.
Meskipun negara adidaya itu jelas-jelas gagal memberikan jaminan keamanan kepada peserta ajang tersebut.
(Tribunnews.com/Guruh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Bendera-Tim-Nasional-Iran.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.