Jumat, 10 April 2026

LG Jadikan Indonesia Basis Produksi Ultra HD TV dan OLED TV

Konsekuensi dari keputusan ini juga membuat pabrik TV LG di Indonesia bakal meningkatkan jumlah unit produksi Ultra HD TV dan OLED TV.

Editor: Fajar Anjungroso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – LG Electronics (LG) bakal menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat produksi Ultra HD TV dan OLED TV yang dikembangkannya.

Penunjukkan ini menjadikan fasilitas produksi TV LG yang terletak di kawasan industri MM2100 Cibitung, Jawa Barat bakal mensuplai kebutuhan pengembangan Ultra HD TV dan OLED TV untuk pasar Asia Tenggara dan Australia.

Selain itu, konsekuensi dari keputusan ini juga membuat pabrik TV LG di Indonesia bakal meningkatkan jumlah unit produksi Ultra HD TV dan OLED TV.

Seperti diungkapkan oleh Yanus Sularto Kencana Putra, GM Produksi Pabrik Cibitung PT LG Electronics Indonesia bahwa besaran kenaikan unit diproduksi bagi kedua produk ini bakal lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ini merupakan bagian dari strategi global LG untuk meningkatkan dan mempercepat penetrasi pasar bagi kedua kategori produk tersebut di dunia. Oleh sebab itu, LG Electronics Indonesia terus melakukan pembenahan untuk memastikan semuanya berjalan sesuai keinginan, terutama mempersiapkan sarana produksi yang berlokasi di kawasan industri MM2100 Cibitung, Jawa barat," ujar Yanus.

Tak hanya jumlah unit, Yanus menambahkan bahwa sarana produksi yang dibangun untuk menjadi pusat suplai bagi kawasan Asia Tenggara dan Australia ini pun bakal membuat semakin banyak varian kedua kategori tersebut yang diproduksi di Indonesia.

Tak main-main, LG akan membuat Ultra HD TV mulai dari bentang layar 40 inci hingga 105 inci. Sedangkan untuk kategori OLED TV, LG akan memproduksi mulai dari 55 inci hingga 77 inci.

Dijadikannya Indonesia ssebagai salah satu basis produksi Ultra HD TV dan OLED TV bakal membawa dampak positif bagi pemasaran kedua kategori produk tersebut di dalam negeri.

"Ini bakal menjadi modal besar bagi LG dalam mewujudkan komitmennya untuk benar-benar membawa dan memimpin era baru industri TV ke Indonesia," lanjut Yanus.

Sebutan Ultra HD TV tentunya merujuk pada resolusi Ultra High Defenition (3840 x 2160p) yang dimilikinya. Hal ini sebanding dengan resolusi empat kali lipat dari Full HD TV (1920 x 1080p).

Sementara, sebutan OLED merujuk pada teknologi panel yang digunakannya, yaitu Organic Light Emitting Diode. OLED tak memerlukan rangkaian lampu sebagai pencahayaan belakang untuk menampilkan gambar. Sebagai gantinya, masing-masing LED di dalamnya memiliki kemampuan menghasilkan pencahayaan sendiri secara organik.

Di tahun-tahun berikutnya, Yanus menjanjikan bahwa LG akan terus menambah varian TV yang dikembangkannya dengan dimensi layar lebih kecil dan kaya akan beragam feature di dalamnya yang menjangkau lebih banyak konsumen. Khusus bagi OLED TV, LG tercatat sebagai pabrikan pertama dan satu-satunya di dunia yang mampu memproduksi dan memasarkan OLED TV.

"Kepemilikan terhadap varian luas pada kategori 4K Ultra HD TV dan sebagai satu-satunya pabrikan yang mampu memproduksi OLED TV secara masal, hal ini tentunya menunjukkan kepemimpinan LG dalam teknologi. Sementara dengan basis produksi di dalam negeri, bakal memberi kemudahan dan kecepatan lebih baik bagi perusahaan untuk melayani permintaan konsumen di pasar Tanah Air," ujar Yanus.

Sumber: Chip
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved