Breaking News:

Google Tetap Paksakan Proyek Smartphone Murah di Indonesia Meski Tak Laku

Menurut laporan terakhir pada pertengahan 2015, hanya 1,4 jutaan unit smartphone Android One yang terjual

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Model menunjukkan ponsel smartphone Android One kerjasama EVERCOSS dengan Google yang diberinama One X, di Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2015). Ponsel berukuran 4,5 inci ini memiliki sistem operasi Android 5.1 Lollipop, 1 GB RAM, prosesor quad-core MediaTek dengan harga Rp 999 ribu. TRIBUNNEWS / HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM – Proyek ponsel murah Android One bakal jalan terus atau tetap dijalani Google, meskipun tingkat penjualannya kurang memuaskan.

Menurut laporan terakhir pada pertengahan 2015, hanya 1,4 jutaan unit smartphone Android One yang terjual selama setahun.

Lantas, mengapa Google tetap nekat meneruskan proyek tersebut?

Menurut Director Business Development Android & Chrome, Mike Hayes, Android One adalah jalan bagi Google untuk berkiprah di negara-negara berkembang.

" Kami akan terus mendukung vendor yang ingin bermitra dengan kami melalui program tersebut," kata Hayes, sebagaimana dilaporkan IndiaTimes, Senin (9/5/2016).

Kegagalan bisnis Android One tahun lalu dijadikan pembelajaran di masa depan.

Salah satunya, Google akan memberikan fleksibilitas bagi vendor lokal untuk memproduksi smartphone Android One dengan gaya masing-masing.

Fleksibilitas yang dimaksud tak lain terkait spesifikasi dan harga.

Sebelumnya, Google membuat standar yang cukup ketat bagi vendor lokal yang ingin memproduksi ponsel Android One.

Akibatnya, banyak vendor lokal yang urung bekerja sama dengan Google.

Halaman
123
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved