Selasa, 14 April 2026

OpenPort Peroleh Investasi Seri A untuk Menumbuhkan Bisnisnya

Investasi tersebut dipimpin oleh Susquehanna International Group (SIG) bekerja sama dengan Caldera Pacific Ventures

Editor: Eko Sutriyanto

 TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - OpenPort, sebuah startup yang begerak di bidang teknologi supply chain dan logistik, hari ini mengumumkan investasi seri A yang mereka peroleh untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis dan membangun jaringan teknologi supply chain di Asia.

Investasi tersebut dipimpin oleh Susquehanna International Group (SIG) bekerja sama dengan Caldera Pacific Ventures.

OpenPort mampu berkembang pesat karena didukung oleh pihak manajemen yang berpengalaman serta adanya kebutuhan pasar akan sebuah platform yang dapat menghubungkan langsung pengirim dengan kurir/operator.

OpenPort berhasil menjadi trand setter aplikasi digital berbasis logistik dan memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Bahkan OpenPort telah menggandeng industri FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) terkemuka untuk mengembangkan solusi multi-market demi mengurangi biaya operasional yang masih sangat tinggi terutama di wilayah negara berkembang di Asia.

Bermula di Hong Kong lebih dari setahun yang lalu, saat ini OpenPort telah hadir di enam negara dan memiliki kantor cabang di Shanghai, Jakarta, Delhi, Karachi, Las Vegas, dan selanjutnya di Singapura.

“Kami yakin bahwa kunci revolusi logistik yang dibutuhkan pasar saat ini adalah platform yang mampu menghubungkan langsung pengirim dengan pengangkutnya," kata CEO & Co-founder OpenPort, Max Ward dalam keterangan pers, Senin (30/5/2016).

Dikatakan Ward, kondisi ini sangat mungkin dilakukan oleh teknologi aplikasi digital yang mereka miliki dan merupakan inovasi terbaru dari sebuah manajemen supply chain.

Globalisasi menuntut adanya kemajuan teknologi dan OpenPort mampu membaca pasar yang saat ini sudah sangat lekat dengan penggunaan smartphone.

Memanfaatkan peluang tersebut, OpenPort memperkenalkan sebuah manajemen logistik baru melalui aplikasi digital yang mereka sebut dengan istilah Open Enterprise Logistic (OEL).

"Platform berbasis cloud ini mampu menciptakan hubungan langsung dan transparan antara pengirim dengan operator transportasi," katanya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved