Breaking News:

Baterai yang Bisa Diisi Penuh dalam Hitungan Detik Akhirnya Ditemukan

Tidak hanya cepat, listrik yang tersimpan dalam perangkat juga bisa lebih lama, sekitar satu minggu.

TRIBUNNEWS.COM - Semua baterai smartphone yang ada saat ini butuh waktu lama untuk diisi. Selain itu, baterai tersebut pun hanya mampu bertahan dalam beberapa jam saja.

Para ilmuwan dari University of Central Florida (UCF) pun memutuskan mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut. Hasilnya, sebuah konsep baterai dengan teknologi supercapacitor.

Baterai dengan teknologi tersebut digadang-gadang dapat diisi ulang hanya dalam hitungan detik. Tidak hanya cepat, listrik yang tersimpan dalam perangkat juga bisa lebih lama, sekitar satu minggu.

“Anda bisa mengisi baterai ponsel dalam hitungan detik dan tidak perlu mengisi ulang hingga lebih dari satu pekan,” ujar salah satu ilmuwan UCF yang terlibat proses pembuatannya, Nitin Choudhary.

Sayangnya, supercapacitor baru berbentuk konsep. Ia belum diproduksi untuk tujuan komersil, purwarupanya baru hadir untuk kegiatan pengujian saja.

Supercapacitor dikatakan punya kemampuan dan cara kerja berbeda dibanding baterai biasa. Baterai purwarupa ini memanfaatkan lempengan dua dimensi, biasanya berupa graphene, untuk menyimpan listrik.

Lempengan dua dimensi itu kemudian dililitkan di sekitar kabel satu dimensi berukuran nano. Tebal lilitan pun diatur hanya setebal beberapa atom saja. Efeknya, elektron bisa bergerak cepat dari bagian inti hingga kulit terluar.

Daya listrik pun bisa disimpan dengan lebih cepat. Daya tahannya pun cenderung lebih kuat dibanding baterai biasa.

“Kami mengembangkan sintesis kimia yang relatif sederhana, sehingga materi dua dimensi dan materi dasar bisa disatukan dengan mudah,” tutur ilmuwan lainnya Yeonwoong Jung, sebagaimana dilansir dari Engadget, Kamis (24/11/2016).

Pada purwarupa tersebut, para ilmuwan mencatat bahwa baterai supercapacitor masih terlihat seperti baru, bahkan setelah diisi ulang sekitar 30.000 kali.

Artinya, daya tahan baterai supercapacitor sekitar 20 kali lipat lebih lama dibanding baterai lithium-ion biasa.

Meski terlihat menjanjikan, teknologi supercapacitor ini hanya dibuat sebagai bukti sebuah konsep. Masih perlu penelitian dan pemrosesan lebih mendalam jika ingin memakainya sebagai teknologi baterai komersil.

Sekarang, para ilmuwan pembuatnya sedang mengajukan paten untuk desain baterai supercapacitor itu.

(Yoga Hastyadi Widiartanto/kompas.com)

Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved