Gandeng JDA, Sophie Paris Ubah Model Bisnis Rantai Suplai

Langkah ini adalah bagian dari transformasi digital Sophie Paris yang telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini

Gandeng JDA, Sophie Paris Ubah Model Bisnis Rantai Suplai
Istimewa
Gudang Sophie Paris 

TRIBUNNEWS.COM -- Menanggapi kebutuhan untuk meningkatkan pengunjung offline sambil tetap menyeimbangkan penjualan online, Sophie Paris baru saja memulai langkah untuk mengubah pusat distribusinya menjadi fulfillment center, dengan bantuan JDA Software, Inc.

Dengan meluncurkan JDA Warehouse Management, Sophie Paris telah berhasil mengubah model bisnisnya menjadi online-to-offline (O2O). Langkah ini adalah bagian dari transformasi digital Sophie Paris yang telah berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini.

Sophie Paris dibentuk di Jakarta pada tahun 1995, dan hingga kini telah menjadi salah satu platform sosial belanja O2O yang bertumbuh dengan paling pesat di Indonesia.

Berawal dari bisnis produksi tas tangan rumahan oleh Bruno Hasson, seorang enterpreneur berkebangsaan Perancis, Sophie Paris kini menuai sukses di seluruh Indonesia. Perusahaan ini juga beroperasi di Filipina dan Maroko.

“Kami telah berinvestasi untuk transformasi digital Sophie Paris, termasuk dalam rangka mengubah strategi retail kami menjadi model O2O sebagai bagian dari perubahan model bisnis kami, dari business-to-business menjadi business-to-consumer. Ini memberikan peningkatan yang drastis pada pesanan harian, dari 400 per hari menjadi lebih dari 10.000 per hari.”, kata Bruno Hasson yang juga presiden direktur dari Sophie Paris Group dalam keterangan persnya, Kamis (5/4/2018).

Sophie Paris memiliki lebih dari 400 staf, 400 sentra bisnis, dan lebih dari 2 juta anggota, Sophie Paris menjual 50.000 produk fesyen setiap harinya lewat platform O2O.

Saat ini, situs Sophie Paris menjaring lebih dari 1,5 juta kunjungan setiap bulannya, menempatkannya di urutan tiga situs fesyen terpopuler di Indonesia dari segi trafik situs.

Perusahaan ini juga telah memfasilitasi 80.000 transaksi online di bulan Januari, dua kali lipat lebih banyak dari pencapaian yang didapat pada bulan sebelumnya. Pada bulan Februari, transaksi Sophie Paris diperkirakan akan mengalami peningkatan sebesar 40 persen.

Sekitar 30 persen dari tenaga penjual Sophie Paris telah memesan produk melalui platform online, memberikan kontribusi sebesar 50 persen pada keseluruhan aparat bisnis Sophie Paris di bulan Februari. Perusahaan ini memprediksikan pertumbuhan sebesar 100 persen di akhir tahun 2018.

Penulis: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved