Breaking News:

Data KPPU Ungkap Pangsa Pasar GO-JEK Lebih Perkasa dari Grab

Dalam menghitung pangsa pasar industri ride-hailing, KPPU memerhitungkan sejumlah variabel seperti kesamaan produk dan jasa.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kedua kiri) bersama CEO GO-JEK Nadiem Makarim (kiri) menyapa mitra pengemudi GO-JEK dalam acara Pasar Malam Hari Kuliner Nasional GO-FOOD di Senayan, Jakarta, Jumat (11/5/2018). Selain dalam rangkaian Hari Kuliner Nasional GO-FOOD, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mitra pengemudi, mitra UMKM, serta mitra talent GO-LIFE. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

”Karena mereka (GO-JEK)melakukan diversifikasi bisnis sebagai perusahaan aplikator,” jelas Kodrat.

Di sisi lain, klaim GRAB yang menyebut kuasai industri ride-hailing Indonesia sampai 65 persen, Kodrat menilai data itu berasal perhitungan sendiri dari aplikator asal Malaysia tersebut. ”Itu klaim sepihak,” ucapnya.

Baca: Kontribusi Go-Jek Liga 1 untuk Timnas Asian Games 2018

Pastinya, sambung Kodrat, KPPU terus melakukan fungsi pengawasan kepada perusahaan aplikator terkait relasi kemitraan dengan para mitra GO-JEK dan GRAB.

”Persaingan usaha GO-JEK dengan GRAB dipantau sesuia dengan peraturan,” urainya .

Dia menambahkan dinamika bisnis yang mendorong KPPU mengkaji revisi Undang Undang (UU) nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

”Tujuannya agar poin-poin aturannya sesuai dengan perkembangan bisnis digital di masa kini dan yang akan datang,” pungkas dia.

Penulis: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved